
" Mau malam pertama disini saja?" goda Azka dengan nada lirih, ia hanya menggoda istrinya namun reaksi yang diberikan oleh istrinya membuat dirinya malah termakan godaannya sendiri,
Karena istrinya hanya mengangguk-anggukan kepalanya dan tubuhnya terlihat pasrah untuk diapa-apain aja sama suaminya.
"Astaga, yang benar, Ay?" tanya Azka memastikan sambil menarik tubuh istrinya yang yang bersandar pada tubuhnya karena saat ini mereka masih berpelukan.
Karena istrinya hanya mengangguk-anggukan kepalanya jadi Azka mengambil kesimpulan bahwa Dewi-nya memang menginginkan untuk melakukan hubungan yang lebih intim bersama dengan dirinya, jadi tanpa menunggu lebih lama Azka pun langsung melakukan apa yang dia inginkan untuk dia lakukan bersama dengan Dewi sejak dari awal dirinya sah dengan istrinya itu.
Tapi ketika menatap kepasrahan istrinya itu saat dirinya berusaha untuk memeluk Dewi lebih erat lagi, tiba-tiba terbersit rasa tidak rela untuk melakukan hubungan intim dan melakukan malam pertama di tempat yang yang tidak romantis bahkan setelah dirinya dan juga Dewi salah paham.
Lalu, dirinya juga membayangkan kekecewaan yang akan terpancar dari wajah kedua orang tuanya dan juga mertuanya yang sudah memberikan dirinya sebuah amanat bahwa dirinya tidak boleh melakukan hubungan intim bersama dengan Dewi sebelum pesta perayaan pernikahannya itu berlangsung.
Padahal Bukankah seorang laki-laki itu bisa dipercaya atau tidak, itu sungguh karena ucapannya. Dia sudah berjanji kepada kedua orang tuanya dan juga mertuanya untuk menjaga hubungan mereka dan tidak melakukan hal yang lebih intim sebelum pesta perayaan pernikahannya berlangsung.
Tindakan intim yang tadi dilakukan oleh Azka kepada Dewi tiba-tiba terhenti, membuat Dewi kebingungan karena tadinya Dia mengira bahwa Azka sudah tidak tahan lagi, jadi sebagai seorang istri yang baik dirinya menuruti keinginan suaminya untuk melakukan sesuatu yang lebih intim daripada sekedar ciuman dan juga saling raba, tapi entah kenapa apa tiba-tiba suaminya itu mengurungkan niatnya untuk melakukan malam pertama di hotel padahal dirinya sudah memberikan lampu hijau kepada suaminya untuk melakukan lebih jauh dari ini.
"Kenapa berhenti Kak?" tanya Dewi yang tidak mengerti dengan perilaku suaminya yang tiba-tiba mengurungkan niatnya padahal tadinya sudah menggebu-gebu.
"Jangan salah paham dulu, nanti kamu pikir bahwa aku tidak jadi melakukan tindakan intim gara-gara Teringat sama mantan, padahal saat ini kakak justru teringat sama amanat dari Papa dan Mama serta Mertua kakak yang melarang kita untuk berhubungan intim terlebih dahulu sebelum pesta perayaan pernikahan terjadi, Lagian kakak juga tidak tega untuk menjadikan malam istimewa harta berharga mu Kakak ambil dalam suasana yang seperti ini." jelasnya dengan nada sedikit malu-malu.
__ADS_1
Apa yang dikatakan oleh Azka tadi membuat Dewi merona karena malu, Jujur saja dirinya hanya ingin menyenangkan suaminya yang mungkin sudah tidak tahan lagi. Tapi hebatnya suaminya itu justru memikirkan dirinya yang akan menyerahkan keperawanannya dan ingin menjadikan malam pertama bagi mereka berdua itu istimewa di dalam ingatan Dewi, maka dari itu agar tidak ingin melakukan malam pertamanya ini di hotel yang standard seperti ini.
Azka sudah merancangkan sebuah malam romantis di tempat yang romantis saat mengambil milik Dewi yang berharga itu itu dan menanam benih-benih nya supaya Dewi segera hamil dan melahirkan keturunan Jayaprana.
" Terima kasih, Kak, karena kamu sudah memikirkan Dewi." sahut Dewi dengan nada malu-malu karena dia mengalami rasa bahagia yang yang tidak pernah dia pikirkan saat menikah dengan Azka, bahwa pujaan hatinya itu, akan menghadirkan malam yang romantis disaat mereka berdua menikmati madu pernikahan tanpa adanya orang-orang yang mengganggu mereka nantinya.
" Makanya, jadi istri jangan curiga terus sama suaminya. Memang sih Suaminya itu tampan dan extra Ordinary, Tapi sayangnya semua hati dan pikiran dari seorang Aska hanyalah untuk istrinya yang tercantik yaitu Dewi Ayuningtyas." kata-kata sambil menggombali istrinya.
Dewi hanya menundukkan kepalanya tanda dia malu mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya itu, namun suaminya langsung menarik tubuh Dewi yang tadinya sedikit berjarak dengannya kemudian memeluknya dengan erat sambil mengecup puncak kepalanya dan menghirup aroma wangi rambut dari istrinya itu menjadikan candu dan menenangkan hatinya.
Azka tahu pasti ada sesuatu dibalik kedatangan Pamela ke sini apa lagi ini mendekati pesta pernikahannya yang tinggal 2 hari lagi, dirinya ingin Dewi benar-benar percaya kepadanya dan tidak lagi lari-larian saat Pamela ada di tempat ini. Azka hanya tidak mau kalau sampai Pamela akan meracuni pikiran Dewi dan membuat dirinya jauh lagi dari istrinya ini. Bisa saja Pamela melakukan hal itu karena dia tahu Pamela adalah wanita yang nekat dan juga menghalalkan segala cara untuk bisa mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Ay, Aku harap dengan kedatangan Pamela ini kamu harus hati-hati, ini bukan masalah dengan kakak, karena Kakak sama sekali sudah tidak memiliki rasa dengan Pamela.Tapi Sejujurnya Kakak takut kalau Pamela datang dan menyakiti kamu juga mencelakai kamu." kata Azka dengan nada sendu.
" Maksudnya gimana sih kak?" tanya Dewi yang tidak mengerti arah pembicaraan dari suaminya itu.
" Pamela itu terbiasa melakukan segala sesuatu untuk bisa mencapai keinginannya, takutnya Pamela akan mencelakai kamu. Kakak tidak akan terima kalau sampai itu terjadi...."
"Kak, Kamu tidak usah khawatir kalau cuman untuk menghadapi Pamela, Dewi sudah sangat siap! Dewi akan mempertahankan Kak Aska yang sudah menjadi suami Dewi." potong Dewi dengan nada tegas karena dia juga tahu bahwa suaminya belum mengerti kalau saat ini istrinya sudah memiliki ilmu bela diri untuk menghadapi orang-orang yang jahat.
__ADS_1
" Hmmm kakak masih belum tenang, jadi kalau bisa kamu sekarang tinggal sama kakak saja, sehingga kamu lebih aman." kata Azka sambil membawa istrinya itu duduk di ranjang King size yang berada di ruangan kamar itu.
"Modus! Tapi Kak, sebenarnya menurut David, Pamela itu datang karena undangan dari Aldo..." perkataan dari Dewi tadi membuat mata dari Azka membulat karena ini berarti Aldo sudah mengibarkan bendera perang, padahal Aldo juga tahu kalau Dewi sangat membenci Pamela.
"Apa???"
.
.
.
TBC
Asikkk bakal perang nihhh, tapi bukan di ranjang karena belum pesta perayaan pernikahan, ha ha ha dah gak sabar ya??
Soalnya vote sama hadiahnya dikit jadi thor ulurrr terusssss
Makanya jangan lupa untuk memberikan like, comment dan yang terpenting adalah hadiah dan juga voteee.. Happy reading!!
__ADS_1