The Sweet Revenge

The Sweet Revenge
30.


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Dewi akan membereskan masalah dengan Aldo, ia sudah janjian dengan Aldo akan menemuinya di Cafe KOHIKO. Saat ini, Dewi masih belum tahu kalau KOHIKO itu milik suaminya, jadi ia dengan santai menemui Aldo disana.


Kebetulan banget karena hari ini hari sabtu, jadi Aldo bisa datang, karena sekarang Aldo mengurus perusahaan milik orang tuanya yang bergerak di bidang persewaan alat berat untuk pembangunan jalan dan juga jembatan besar.


"Hai sudah lama?" tanya Dewi yang sungkan karena ternyata Aldo sudah sampai duluan bahkan sudah memesan minuman buat mereka berdua. Keterbiasaan mereka bertemu membuat Aldo tahu apa yang menjadi minuman kesukaan dari Dewi. Sehingga macca late jadi pilihan Aldo untuk Dewi dan begitu pula dengan aldo yang juga memesan minuman yang sama dengan Dewi.


"Baru saja sih!Ini minumannya, kayaknya kamu haus deh!" kata Aldo sambil gelas Minuman itu kepada Dewi supaya beli segera bisa minum karena melihat bahwa Dewi tampak kelelahan.


"Ha ha ha tahu aja sih kalau lumayan jauh nih tadi parkirnya jadi mesti jalan cukup jauh karenanya." kata Dewi sambil menyesap kopi dengan bibirnya yang seksi seingga membuat Aldo harus menelan salivanya dengan kasar. Entah Sejak Kapan tepatnya dia sangat suka melihat cara Dewi melakukan aktivitasnya. Bagi Aldo, Dewi itu menarik dengan caranya secara pribadi. Bahkan ketika tubuhnya berlemak pun, Dewi tampak menarik dengan caranya membuat aldo lebih tertarik kepada Dewi daripada wanita-wanita yang berada disekelilingnya, sekalipun wanita wanita tersebut lebih cantik daripada Dewi.


"Ehm ada apa gerangan kamu memanggil aku kemari?" tanya Aldo dengan nada was was. Soalnya tindak tanduk Dewi saat ini sangat mencurigakan. Dia memiliki perasaan yang sangat kuat bahwa Dewi akan menolaknya. Aldo tahu kalau Dewi memang tidak mencintai dirinya, dan sebetulnya sudah pernah menolaknya tapi dirinya tetap kekeuh untuk menunggu Dewi sampai Dewi selesai melakukan pembalasannya kepada Aska. Namun entah kenapa perasaannya saat ini tidak enak. Aldo merasa bahwa Dewi saat ini ingin mengakhiri hubungannya sama sekali dengan dirinya.


" Jadi gini, sekali lagi Dewi ingin meminta maaf kepada Kak Aldo Untuk masalah ini, jadi..."


"Ada apa, De? Aku harap kalau ungkapan saat ini bukan untuk menolak Aku, De!" kata Aldo dengan nada yang sangat memelas membuat Dewi tidak bisa berkata-kata karena sebenarnya hal itu yang ingin Ia katakan kepada Aldo.


" Jadi ehm, aku sudah dijodohkan oleh orang tua aku dengan orang lain dan aku harus menikah dengan orang itu. Aku tidak berani menolak karena kemarin Mama aku masuk ke dalam rumah sakit gara-gara Aku menolak di dinikahkan dengan menantu pilihan dari orang tuaku itu."


Perkataan dari Dewi itu sontak membuat Aldo melemas seketika, Ia seperti sudah tidak memiliki harapan lagi untuk bisa mendekati bahkan menikahi sang Pujaan Hati.


" Jadi Aku bahkan tidak memiliki kesempatan, dan bahkan sudah kalah sebelum bertanding?" kata Aldo dengan nada yang sangat memelas membuat Dewi juga tidak tega mendengarnya namun daripada dia terus-menerus memberikan harapan malah jadinya semakin tidak benar.

__ADS_1


" Maaf.." kata Dewi dengan wajah yang tampak bersalah ketika melihat Aldo yang lemas.


"Siapa namanya? Boleh aku bertemu?" tanya Aldo yang berharap kalau Dewi hanya nge-prank dirinya sehingga dirinya mundur teratur.


Dewi merasa serba salah untuk menjawab pertanyaan dari Aldo itu karena dirinya sering mencurahkan hatinya kepada Aldo tentang Aska, sebelum Dewi tahu kalau ternyata Aldo menyukainya.


"Siapa,De? Aku hanya ingin mengucapkan selamat saja sama dia , dan memintanya untuk menjaga kamu dengan baik Kalau tidak aku akan mengambilmu darinya." kata Aldo dengan perasaan teriris.


"Aku! Aku adalah suami sahnya sekarang!" kaa Azka yang langsung saja memeluk Dewi yang terkejut dengan kedatangan Azka di tempat ini. Bagaimana Azka bisa mnegetahui keberadaannya bersama dengan Aldo di tempat ini?pikirnya bingung.


"Ehm, Ka, kenalin.. ini adalah Aldo, temanku dan juga personal trainerku waktu di Jogja dan sekarang..."


Herannya Aldo malah menunjukkan sikap bermusuhan yang membuat Azka menjadi heran dengan sikap Aldo yang seperti itu, bahkan Aldo tidak mau membalas jabatan tangan yang dilayangkan Azka kepada Aldo.


Dewi yang melihat hal itu menjadi sadar bahwa mungkin Aldo merasa kesal karena Dewi akhirnya bersama dengan Aska.


"Jadi kamu meneruskan aksi balas dendam kepada Azka ini yang akhirnya akan kamu tinggalkan setelah dia jatuh cinta sama kamu? Baiklah kalau begitu aku akan menuruti permainanmu, De! Akan aku Tunggu Jandamu."


Astaga, Dewi membulatkan matanya dan kemudian memutar bola matanya dengan kesal karena sebenarnya saat ini dirinya bukan dalam rangka balas dendam kepada Azka namun memang memenuhi keinginan mamanya yang kemarin sakit gara-gara dia menolak Perjodohan dirinya dan juga Azka.


"Apa maksudnya ini, Ay?" tanya Azka kepada Dewi yang tampak gelagapan dengan pertanyaan yang di layangkan oleh Azka, membuat Aldo hanya tersenyum sinis melihat ekspresi wajah Dewi yang tampak Salah Tingkah ditanya oleh Azka.

__ADS_1


"Aku... aku..." Dewi bingung mau jawab apa, karena dalam kemarahannya yang dulu dirinya memang ingin membalas dendam kepada Pamela dan juga Azka yang sudah merendahkan dirinya. Tapi sumpah demi Tuhan, Bahwa saat ini dirinya tidak dalam rangka ingin membalas dendam namun Memang karena mamanya yang masuk kedalam Rumah Sakit membuatnya tidak bisa berpikir panjang dan menuruti segala keinginan mamanya asal mamanya sehat.


" Apa kamu ingin aku yang menjelaskan semuanya, De?" saya Aldo dengan nada geram karena dirinya cemburu melihat tangan Azka yang masih setia melingkar di tubuh Sang Pujaan Hati.


" Kamu bukanlah istriku jadi kamu tidak usah turut campur dalam urusan rumah tangga ku! Aku hanya membutuhkan penjelasan dari istriku tentang apa yang sebenarnya terjadi." sergah Azka yang tidak suka melihat Aldo turut mencampuri urusan rumah tangganya bersama dengan Dewi bahkan sampai memojokkan Dewi.


"De, Ingatlah bahwa aku sangat mencintai kamu dan apapun yang terjadi di masa depan bahkan jandamu pun aku tetap akan menantikannya." kata Aldo yang semakin membuat Azka meradang karena Aldo berkali-kali menginginkan Dewi menjadi janda dan kemudian dirinyalah yang akan menikahi Dewi. Enak saja, Justru karena tipu muslihat Azka lah yang membuat Dewi berjodoh dengannya jadi jangan harap kalau Azka akan melepaskan Dewi untuk Aldo.


"Janda janda kepalamu peyang! Aku ini suaminya yang sah, dan aku gak akan melepaskan Dewi kepadamu!" bentaknya sambil menarik tubuh istrinya masuk ke dalam kantor KOHIKO yang jelas membuat DEwi tambah menganga karena terkejut...


.


.


.


TBC


Wkwkwk readers, jangan lupa kasih vote, bunga, kopi dan koin ya buat thor... soalnya aku lagi butuh buat liburan...


Ditunggu ya gaess... happy reading!!

__ADS_1


__ADS_2