The Sweet Revenge

The Sweet Revenge
18.


__ADS_3

Wajah wanita yang ia tabrak tadi itu benar benar mengingatkan dirinya dengan seseorang di masa lalunya tapi ia sadar bahwa wanita itu tidak mungkin Dewi kan?


Iya selama setahun itu Ia tetap terus berusaha untuk menemui Dewi tapi ia tidak pernah bisa bertemu dengan kamu karena Dewi menghilang dan selalu menghindar kalau ada pertemuan-pertemuan masjid yang dilakukan oleh member resmi Keluarga Cemara.


Saat ini Azka hanya bisa termenung menatap ke arah luar kafenya dan mulai tersadar ketika sekretarisnya memberitahu kepadanya Kalau klien yang ingin bertemu dan meeting di tempat Ibu sudah datang dan dirinya diminta untuk segera balik ke ruang VIP yang memang iya kegiatan untuk pertemuannya dengan klien bisnisnya ini.


" Pak mereka sudah tiba." kata sekretarisnya itu dengan singkat, Iya bahkan sudah memesan beberapa makanan dan kudapan yang akan disediakan untuk klien bisnis yang datang.


" Sudah kamu siapkan semua?" tanya Azka dengan nada datar kepada sekretarisnya ini.


" Beres..."


" Oke langsung ke ruang VIP sekarang." katanya sambil berjalan mendahului sekretarisnya itu sambil memasukkan tangannya ke dalam saku celana bahannya dan berjalan dengan pikiran yang sebenarnya tidak terarah pada meeting yang akan diselenggarakannya itu bersama klien barunya yang akan membicarakan masalah investasi di perusahaan miliknya itu.


***


Sehabis acara tersebut berjalan dengan lancar maka, Azka pun segera pulang dan berusaha mencari info sebanyaknya dari keluarga Cemara yang mestinya tahu banyk tentang Dewi yang sudah lama tidak ia ketahui rimbanya.


Tapi tentu saja kalau Azka tidak akan mendapatkannya kalau itu dari David, Meisya dan juga dari adiknya, bahkan sosmed yang sering diunggah oleh Dewi hanya berupa gambar gambar pemandangan yang sama sekali tidak pernah mengupload wajahnya.


Bahkan foto foto dirinya yang dulu pernah di upload di sosmed Dewi juga sudah dihapus, yang membuat dirinya sedikit kesal karena Dewi sekarang bener bener menghapus akses dan juga menghapus dirinya dari kehidupan Dewi.


"Aku tidak bisa mendapat keterangan apa apaa kalau mengenai Dewi dari keluarga Cemara, gimana kalau menyewa detektif saja ya?" monolog Azka dengan lirih, walau tak ada orang yang bisa mendengar juga karena saat ini ia sedang ada dalam kamar tiurnya. Rencananya ia akan istirahat tapi tak bisa.

__ADS_1


Bayangan wanita cantik dengan tubuh proposional dan cantik tadi membuatnya terbayang bayang. Apakah ia jatuh cinta pada pandangan pertama, atau apakah ia malah terobsesi karena ia belum bisa menangkap sosok dewi dalam dunia nyata.


" Benar, harusnya itulah yang akau lakukan karena aku tidak bisa berharap sama Dewa dan juga keluarga Cemara, entah apa salah aku sampai mereka tak mau memberikan kepada ku sedikit info tentang Dewi, padahal aku kan gak salah apa apa sama Dewi. Bukankah Dewi yang menghindar dariku, jadi sebenarnya ini bukan salah aku dong?" masih monolog Azka sambil mnelepon sekertearis sekaligus asisten pribadinya, Mark untuk mencarikan seorang detektif profesional yang handal yang bisa menemukan wanita cantik yang ia tabrak dan Azka juga sudah mengambil tangkapan CCTV yang tersedia di kafenya itu dan mengambilnya sebagai bukti wajah wanita itu memang mirip sekilas dengan Dewi, namun wajah wanita ini tentu saja lebih glowing shimmering splendid.


"Mark, aku sudah mengirim capture wajah dari penggalan CCTV yang ada di kafe kemarin, dan tolong kamu carikan aku seorang detektif yang handal untuk mencari wanita itu segera. Aku ingin semua data prbadinya termasuk nama, alamat dan juga pekerjaannya sekarang." katanya langsung tanpa jeda, ia bahkan tak mengingat kalau asistennya ini mungkin sedang tidar atau sedang beristirahat.


Bahkan sebelum asistennya ini menjawab, azka langsung melanjut kannya.


"Aku mau semua data data itu sudah ada di mejaku besok pagi, atau besok kamu resign." katanya sambil menutup panggilan ponselnya tanpa ada excuse dan penyanggahan dari Mark, membuat Mark mau tak mau harus segera mengurus masalah ini. Bukan masalah yang sangat sulit namun ini juga hal yang gampang. Ngeselin!


Untung saja si Mark emmenag sudah memiliki langganan detektif yang biasa mengurus masalah maslaah kantor dan juga pencarian orang yang bikin kasus dengan kantor.


Mark langsung menelepon detekttifnya dan segera memerintahkan dalam waktu 2 jam sudah mendapatkan infonya. tentunya dengan bayaran yang seimbang.


Dan benar saja karena hanya dengan waktu 45 menit, detektif tersebut sudah mendapatkan info dan bukti bukti akan siapa sebenarnya wanita yang sedang dicari oleh bosnya itu.


"Terimakasih, tuan!Selamat malam dan selamat beristirahat." katanya dengan penuh hormat. Detektif ini tidak pernah berurusan langsung dengan Azka namun ia selalu berhubungan dengan Mark sebagi tangan kanan dari Azka.


Mark pun tidak harus menunggu besok untuk menyerahkan file file rahasia yang dimiliki oleh wanita itu untuk segera diserahkan sama Azka. Bagi Mark kalau sudah dia dapatkan sekarang ia gak akan menunda untuk menyerahkan berkas itu kepada bosnya.


Mark mendial nomer bosnya dan menunggunya sampai Azka mengangkatnya.


"Ada apa?"

__ADS_1


" Saya sudah mengirim file wanita tersebut lewat email, komplit seperti permintaan anda." katanya dengan singkat.


"Baik aku akan segera mengeceknya."


"Selamat malam!" katanya sambil menutup panggilan teleponnya.


Azka yang sudah tak sabar dan juga sangat kepo tentang keberadaan wanita tersebut langsung saja membuka email yang sudah dikirimkan oleh Mark kepadanya.


Ia langsung mengunduh semua berkas yang dikirimkan oleh detektif sewaan Mark dan membaca satu per satu file yang dikirim kepadanya.


Tentu saja ia kaget karena tertera dengan jelas pemilik tubuh seksi dan wajah cantik yang ada di sana adalah Dewi yang dulunya sering dikatain oleh sahabat bahkan oleh kakaknya sendiri sebagai buntelan lemak.


Wow!


"Apakah tidak salah lihat nih?" monolog Azka dengan kagum menatap ajah dan body Dewi yang sekarang. Ia seperti bertukar raga dengan seorang wanita sexy dan cantik, walau yah waktu pertama kali itu Dewi bukannya jelek amat ya, dia hanya kegemukan gitu aja.


"Whats? Jadi saat ini Dewi jadi model peraga di produk fashion tempat mama? Hmmm menarik sekali!" pikir Azka dengan nada kesal, jadi dirinya mungkin adalah satu satunya orang yang tak tahu tentang transformasi dari Dewi.


.


.


.TBC

__ADS_1


Hay readers, maaf karena telat up soalnya akunya masih sakit, tapi jangan cemas aku akan berusaha untuk bisa up ya...


Jangan lupa untuk tetap kepo karena kepo itu gak dilarang... Asal kasih LIKE, VOTE, GIFT Dan komennnnn yang banyak!!! Makasihhhhh, and Happy reading!!


__ADS_2