The Sweet Revenge

The Sweet Revenge
28.


__ADS_3

Azka bahkan memegang kepalanya sehingga Dewi tidak bisa melarikan diri ketika Azka mencuri ciuman pertamanya dan membuatnya tidak bisa berpikir lagi, karena terlalu larut pada ciuman Azka yang membuatnya mabuk kepayang. Bahkan ia sudah tidak ingat kalau saat ini mereka masih berada di parkiran rumah sakit.


Azka tidak berhenti begitu saja Bahkan saat ini dirinya sudah memainkan tangan nakalnya menuju ke bagian-bagian tubuh Dewi yang yang menggodanya sedari tadi.


Dewi Hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Azka karena dia tahu Aska sudah sah menjadi suaminya, Lagian Apa yang dilakukan apa kepadanya membuat dia terasa melayang dan menikmati semua yang dilakukan oleh Azka.


"Kak, jangan..." kata Dewi sambil menahan tangan suaminya yang mulai ingin membuka kebaya yang dia pakai. Apakah Azka lupa ini dirinya masih berada di parkiran rumah sakit dan bukan berada di kamar.


Azka langsung sadar bahwa dirinya sudah membuat sebuah kesalahan yang cukup lumayan karena ingin mengunboxing istrinya di lapangan parkir rumah sakit.


"Maaf Ay, kakak kelepasan. Kakak rindu sama kamu, kita sudah lama tak bertemu, dan sekalinya bertemu adalah saat kakak melamar kamu. Sebenarnya kakak ingin sekali bisa melamar kamu dengan cara yang romantis dan akan berkesan di pikiran kamu, namun kejadian mama Della membuat semua rencana kakakk berantakan dan harus menikahi kamu dengan segera. Papa Sena bilang kalau bakal ada yang melamar kamu kalau kakak tidak segera menikahi kamu." kata Azka dengan nada cemburu.


Dewi hanya diam saja dan ingat kalau imasih nggantungin Aldo di pohon mangga, eh gantungin lamaran Aldo karena dirinya belum menjawab, kemudian ia mendesah dengan suara keras hingga membuat Azka sadar bahwa Kemungkinan apa yang dikatakan oleh papa sena itu benar adanya, orang lain sudah melamar Dewi dan belum dijawab olehnya.


"Ada yang lamar kamu selain kakak?" tanya Azka dengan nada hati hati.


Dewi tidak menjawab dengan bibirnya namun dia mengangguk-anggukkan kepalanya dengan perlahan tanda memang ada orang yang sudah melamar dirinya dan sebenarnya sudah ditolak secara halus tapi Aldonya tidak berkenan untuk ditolak.


"Siapa?" tanya Azka perlahan sambil menyugar rambutnya yang sedikit berantakan akibat perbuatan omes yang sudah ia lakukan tadi.


"Aldo, dia adalah personal trainerku." katanya dengan lirih. Dewi tidak keberatan untuk berbagi info dengan Azka mengenai siapa yang sudah melamarnya dan menceritakan yang secara langsung kepada azka dnegan nada lirih. Sejujurnya masih bingung bagaimana cara dirinya mengatakan kepada aldo bahwa saat ini dia sudah menikah dengan Azka.


Azka sangat kesal dengan kenyataan bahwa dirinya memiliki Rival, Untung saja papasena dan mama Della berpihak kepadanya sehingga dirinyalah yang menjadi menantu dari keluarga papa senna dan juga Mama Della.

__ADS_1


"Dia belum tahu kalau kamu menikah?" tanya Azka dengan nada tidak suka.


Dewi menatap Azka dengan wajah tidak mengerti, ya jelas Aldo belum tahu kalau dirinya sudah menikah, dirinya saja tahu kalau akan menikah baru ketika sampai di rumah sakit kok.


"Besok kalau kamu ingin memberikan info kepada ada orang itu perihal dirimu sudah menikah dengan kakak, Jangan lupa untuk mengajak kakak beserta dengan kamu supaya dia yakin kalau kamu sudah! menikah!" kata Azka dengan nada mutlak tak terbantahkan.


"Astaga kak, orangnya saja ada di Jogjakarta dan belum datang ke Jakarta, nanti saja deh kalau dia sudah pindah ke Jakarta kan katanya dia akan menggantikan ayahnya untuk mengurus masalah perusahaan yang dia miliki di Jakarta." jelas Dewi dengan nada malas. Karena sebetulnya dia tidak ingin menyakiti hati dari Aldo, tapi emang dirinya dari dulu tak memiliki perasaan dengan laki laki manapun.


"Perusahaan apa? Nama perusaaannya apa?" tanya Azka dengan detil karena ia tidak ingin kecolongan.


"Kak, udah ya, aku capek. Lagian sekalipun Kakak bertanya dengan sedemikian rupa aku tetap akan menjawab tidak tahu karena memang aku tidak pernah komik tentang nama perusahaan dan juga perusahaannya bergerak di bidang apa. Aku tidak ingin tahu." katanya sambilk mengerucutkan bibirnya dengan kesal karena pertanyaan-pertanyaan tidak bermutu Azka kepadanya.


"Bagus! Jangan tahu." katanya dengan nada tidak suka.


"Akan aku pikirkan dulu, kak! Sebenarnya aku itu bukan seorang model tapi lebih ke arah influencer. Jadi aku gak menerima kalau misal hanya di jadikan model pemotretan saja." kata Dewi memberi tahu dengan nada lirih.


"Itu cuman saran, kalau kamu cuman mau dirumah dan menerima uang dari kakak, ya mending begitu saja." kata Azka yang berbunga bungan mendengarnya.


"Aku emang kurang suka menjadi model, selama ini hanya mengisi waktu luang saja bukan menjadi mata percaharian yang tetap juga kok." katanya dengan nada tegas.


"Tuh dah sampai rumah, mau kakak temani?Kayaknya gak ada orang di rumah." kata Azka yang mobilnya sudah nyampai di rumah Dewi, tapi jujur rasanya ia enggan berpisah dnegan Dewi tapi Dewinya sendiri tidak merasakan hal yang sama dengan Azka.


"Aku turun dulu ya kak, kalau nanti pas mau fitting kakak kabari saja." kata Dewi sambil membuka pintu karna ingin keluar namun tangan Azka mencegahnya. Ia menyodorkan tangannya supaya dicium oleh istrinya itu lalu ia akan mencium kening istrinya kayak pasangan muda mudi yang suka ada di sinetron sinetron itu.

__ADS_1


Tapi Dewi tidak mengerti hanya bisa manatap suaminya dengan tatapan ingin tahu.


"Ehm pingin cium.. ehm.."


Dewi hanya membatu karena salah tingkah tapi tentunya dia tidak menolak apa yang diinginkan suaminya itu. Segera saja ia memajukan wajahnya dan mencium bibir suaminya dengan cepat lalu segera keluar dari mobil sebelum ada kejadian aneh lainnya.


Azka hanya terdiam sambil memegang bibirnya yang baru saja di cium oleh istrinya.


"Ya ampun, ini rasanya dicium istri," kata azka yang masih memegang bibirnya yang baru saja dicium oleh Dewi. Wajahnya merona bahagia dan mungkin itulah yang saat ini di alami oleh Dewi, makanya dia langsung melarikan diri.


.


.


.


TBC


Wkwkwk readers, jangan lupa kasih vote, bunga, kopi dan koin ya buat acara pesta nikahan mereka. Biaya pesta mahal.


Ada yang mau crazy up?Bilang ya, nanti akan thor aturin waktunya supaya bisa cepet end nih... Bikin cerita yang bikin baper gini harus menguatkan hati, maklum mak masih 17 th, ingat gak boleh protes ya. Emak author diktator. Makasih yang sudah komen ... i lope lope you


Happy reading!!

__ADS_1


__ADS_2