The Sweet Revenge

The Sweet Revenge
16


__ADS_3

Dewi malam hari itu memang menelepon Dewa namun ia tidak mungkin menemuinya karena saat ini raganya masih berada di rumah sakit dan tidak mungkin baginya untuk pergi menemui Dewa kan?


Lagian salah satu dari keberadaannya adalah karena Dewa bersama dengan Azka di Jogjakarta sehingga Dewi juga tidak mungkin menemui Dewa seandainya dirinya tidak ada di rumah sakit.


Karena itu Dewi menolak untuk menemui Dewa di hotel dengan alasan bahwa mereka tidak bisa balik ke Yogyakarta secepat itu karena perjalanannya cukup jauh dan berliku.


***


Dewi masih saja dengan rajin melakukan latihannya bersama dengan Aldo Karena tidak semua orang bisa dengan tulus menerima bentuk tubuh Dewi yang gemuk itu jadi Dia memutuskan untuk melakukan perombakan besar-besaran pada tubuhnya.


Selain rajin melakukan muaythay dan juga tabata sesuai dengan apa yang dikatakan dan di program kan oleh Aldo, Dewi juga melakukan diet yang proporsional yaitu DEBM yang membuatnya menghilangkan fat lossnya sebesar 20% per minggu. Sebuah pencapaian yang fantastis. Itu seperti menghilangkan lemak tubuh dan bukan menghilangkan berat badan saja.


Jadi saat bulan ke 2 ini Dewi menurunkan berat badannya sebesar 12 kilo dari beratnya yang 87 kilo tapi meningkatkan massa otot nya sebesar 20% dari berat tubuhnya.


Selain tubuhnya yang mulai sedikit proposional Dewi juga sudah mulai Mahir membela diri.


"Gimana dengan badan kamu sekarang?"tanya aldo saat menemui Dewi karena ini memang jadwal dirinya dan Dewi bertemu membahas program yang diterapkan terhadap Dewi agar membantu Dewi menurunkan berat badan serta menambah massa otot nya sehingga tubuhnya akan lebih kencang dan juga proposional.


"Oke dong!"


"Tidak ada masalah yang bakal bikin kamu pingsan lagi kan?" sindir Aldo dengan nada sarkas karena dia ingat satu bulan yang lalu Dewi bahkan masih pingsan gara-gara tubuhnya menolak program yang sengaja di gandakan oleh Dewi supaya mempercepat dirinya untuk kurus.


"Ya enggalah, ini sudah bulan ke 2 sejak aku pertama kali datang ke Jogjakarta, bahkan rencananya minggu depan aku sudah harus pulang ke Jakarta karena sudah menyelesaikan jurnal magang aku di perusahaan nenek David." kata Dewi sambil menenggak minuman isotonik yang sengaja dia bawa supaya mengembalikan cairan tubuh yang hilang selama dia berolahraga.


"Ha ha ha aku membayangkan kalau David bakal sangat kaget melihat transformasi kamu dari saat ia melihat kamu kemarin."


"Iya aku heran padahal aku cuman turun 12 kg, tapi kok bisa kelihatan beda ya, terutama di tangan, perut yang kelihatan lebih ramping." kata Dewi sambil menatap bentuk tubuhnya yang sudah jauh lebih ramping dari pada dulu. Sekarang ia sudah bukan lagi seperti buntelan kentut atau buntelan lemak lagi.

__ADS_1


Bukan saja ia berolah raga, wajahnya pun ia permak sehingga tampak lebih glowing dan cantik, bahkan Aldo saja tampak terpana melihat transformasi Dewi yang menjadi cantik dan kelihatan jauh lebih imut daripada Dewi yang dulu.


"Hmm, ya begitulah, kalau orang itu melatih dirinya dengan program yang tepat pasti hasilnya juga bukan abal abal atau instan. Kemungkinan untuk balik lagi seperti dulu jelas lebih susah, karena latihan kamu itu sudah tepat. Asal asupan makanannya juga kamu jaga ya." kata Aldo kepada Dewi.


"Siap bos!" katanya sambil tersenyum dan menampilkan lesung pippit di pipinya yang sudah nampak tirus.


***


Persis di bulan ke tiga ia menyelesaikan jurnal magang di David, dan ia pulang ke Jakarta untuk menemui orang tuanya.


"Halo papa sayang... anak perempuan kamu pulang..." kata Dewi dengan nada riang, memasuki rumahnya sore itu setelah dari Jogjakarta.


"Hei... siapa kamu?" tanya papa sena dengan nada tegas, ia melihat seorang gadis cantik yang memasuki rumahnya dengan seenaknya.


"Loh, papa Senaaaaa, ini Dewi Ayuningtyas anak kamu yang baru saja pulang dari Jogya." kata Dewi yang kesal melihat papanya yang cuek padanya Padahal dia sudah merentangkan tangan ingin dipeluk oleh Papanya Karena dia sudah sangat kangen tidak melihat Papanya selama 3 bulan.


"Ada apa ini ribut ribut." tanya mama Della yang baru saja keluar untuk melihat siapa yang membuat kerbutan.


"Mama, ini Dewi..."


"Dewiii, ah mama kangen sama kamu.."


"Ma, itu bukan Dewi anak kita, dia itu adalah orang lain!" bentak papa Sena yang bingung kenapa istrinya malah berpikir kalau gadis cantik di hadapannya itu adalah Dewi.


"Gimana sih papaaaa! Itu Dewi, cuma sekarang mungkin karena jauh dari mama jadi dia kurus. Kasihan kamu kurang makan ya nak!?" tanya mama nada sendu.


" Dewi emang sengaja menurunkan berat badan dan juga latihan bela diri supaya mengubah lemak tubuh menjadi otot, sekalipun ya tetap proposional karena Dewi gak pingin jadi atlit binaraga." kata Dewi sambil memutar mutar tubuhnya supaya papa Sena percaya.

__ADS_1


Papa Sena masih tidak percaya dan mengira bahwa anaknya tertukar raga dengan seseorang di Jogjakarta sehingga anaknya ini berubah menjadi proposional dan juga terlihat lebih cantik gara-gara make over nya yang dilakukan oleh Dewi di Jogjakarta.


"Ini benar-benar kamu ya Dewi bukan orang lain kan?" tandas Sena dengan nada ragu.


" Yup 100% ini adalah Dewi Pa! Bukan orang lain. Memang Dewi sengaja menguruskan badan dan mengurangi berat badan supaya Dewi lebih sehat serta terlihat lebih cantik." kata Dewi dengan nada manja kepada papanya seperti biasanya dia bersikap kepada papanya.


"Hmm, oke akan papa test terlebih dahulu. Ayo kita makan terlebih dahulu." katanya sambil menyeret anaknya ini untuk duduk di meja makan agar bisa menikmati makanan yang sudah disediakan oleh Mamanya itu.


"Ada apa ini pa?" tanya Dewi dengan nada keheranan karena papanya malah menarik dirinya menuju ke meja makan Di mana Di situ sudah tersedia banyak makanan lezat.


"Ini buktikan kalau kamu emang Dewi. Papa dan mama selalu kangen sama kamu jadi papa selalu memilih untuk makan makanan kesukaan kamu. Coba yang mana makanan kesukaan kamu?"tanya papa dengan nada mengetest.


"Pa sekarang Dewi hanya makan makanan yang tidak mengadung karbo, dan lebih mengutamakan untul protein loading. Jadi dewi hanya memilih telur dan ayam tanpa nasi, kalau sayur sih masih oke." katanya sambil mengambil olahan telur dalam jumlah yang besar membuat papa Sena membelalakan matanya.


"Astaga nak jangan kebanyakan makan telur, nanti kamu bakal bisulan kalau kebanyakan makan telur."


"Tenang aja, program ini sudah Dewi lakukan sejak 3 bulan yang lalu dan lihatlah Dewi tidak bisulan. Papa itu aneh deh..." Dewi tertawa karena papa Sena yang menatapnya dengan pandangan heran.


.


.


.


TBC


Ini real ya, Diet yang diikuti oleh Dewi itu adalah DEBM: Diet Enak Bahagia dan Menyenangkan.

__ADS_1


Jangan lupa untuk tetap kepo karena kepo itu gak dilarang... Asal kasih LIKE, VOTE, GIFT Dan komennnnn yang banyak!!! Makasihhhhh, and Happy reading!!


__ADS_2