The Sweet Revenge

The Sweet Revenge
13.


__ADS_3

Azka menatap jam tangan yang ada di tangannya dengan tatapan sendu. Entah dia menyesali atau memang hanya merasa kehilangan adik seperti saaat ia bersama Nolla, adik kandungnya.


Jam tangan yang sedang ada di tanganya yang ada di tangannya itu adalah pemberian dari Dewi. Azka harus akui kalau Dewi itu lucu dan menggemaskan, mungkin bukan ia jatuh cinta namun karena ia terbiasa dengan Dewi. Ia terb iasa di perhatikan pleh Dewi, ia terbiasa dimanjakan oleh Dewi, ia terbiasa dimasakan oleh dewi. Ngomong ngomong emnag Dewi itu pinterr masak, dan masakannya sangat enak dan membuatnya kangen setelah tidak melihat dewi selama sebulan ini.


Ia ingin tahu semua kabar dari Dewi tapi tak ada seorang pun yang memberitahukannya. Ia mau kesal tapi ya gimana lagi.


FLASHBACK


"Hai Vid, kamu darimana?" tanya Azka dengan David yang ia temui saat pertemuannya di acara keluarga Cemara yang mewajibkan semua membernya harus datang dan tidak boleh absen kecuali ada keperluan yang mendesak. Karena Dewi ada di luar kota maka ia boleh absen,


"Dari dalam rumah keluar..." katanya dengan nada sedikit ketus, lalu Meisya sebagai sohibnya David keluar juga dari dalam, membuat mau tidka mau AZka menyapanya juga.


"Hai Sya!" tapi anehnya Meisya hanya menatapanya dengan datar dan tampak malas berinteraksi dengan Azka.


"Hmm.." Azka jadi bingung dengan situasi awkward yang tercipta di hadapannya saat ini.


"Vid mana Ay?" tanya Azka dengan nada tanpa basa basi, ia ingin tahu dimana keberadaan Dewi yang tampak tersembunyi dari dirinya.


"Aku kan bukan pacarnya mana ku tahu?" tanya David dambil mentap jam tangan yang sekarang dipakai oleh Azka, ia tahu jam itu dari siapa, kan ia turut membelinya waktu itu. Itu adalah jam tangan hadiah dari Dewi sahabatnya yang bodohnya minta ampun. Ngapain kasih kado mahal ke cowo gak peka dan ngeselin kayak Azka itu. Sudah datar dingin dan nyebelin. Ada ratusan kata kata cemoohan David untuk Azka yang dipuja puja oleh sahabatnya itu.


"Biasanya kalian bertiga itu kan selalu bersama sama kayak perangko." kata Azka yang sebenarnya sudah jengah tapi ia tahu kalau ia hanya bisa meminta pertolongan dari David dan Meisya, karena merekalah yang akan bisa memberi tahu posisi Dewi saat ini sedang berada di mana.


Sebenarnya Aska sadar bahwa perkataan dari David daritadi adalah perkataan sarkas yang menyindir dirinya namun walau Azka tahu saat ini Dewi ada di Jogja tapi kan tempatnya di mana Aska tidak tahu.

__ADS_1


Karena Jogja itu bukan jepanjang Jalan Kenangan yang hanya lurus doang, ada banyak tempat ke tempat lain yang Aska tidak tahu sama sekali jadi dia membutuhkan David untuk memberitahukan lokasi tempat di mana Dewi berada.


" Tadinya sih iya kita selalu bertiga dan bersama-sama, namun gara-gara satu orang yang nyebelin dan nggak peka membuat Dewi harus pergi dari tempat ini. Dan adalah Dewi tidak bisa memberitahukan Di mana dia berada." kata Meisya dengan nada sinis serta melirik Aska dengan tatapan tidak bersahabat.


Memang dalam hal ini Meisya tidak berbohong karena David dan Dewi sama sekali tidak memberitahukan di mana Dewi saat ini tinggal di Jogjakarta, karena bagi Dewi hal ini belum bisa diceritakan kepada Meisya karena Mei sama sekali tidak tahu tentang kondisi dirinya waktu itu hingga Dia memutuskan untuk pergi dari Jakarta.


Dewi hanya belum siap untuk menceritakan hal yang sebenarnya kepada Mei karena dia tahu persis siapa Mei itu. Meisya adalah orang yang sangat tempramen sehingga ketika dia tahu bahwa Azka menyakitinya, maka tidak pakai lama mesti meisya akan membalaskan dendamnya dengan memukuli Azka dan itulah yang tidak diinginkan oleh Dewi.


"Ay ... ehm Dewi meninggalkan Jakarta dan tidak kasih tahu kalian?" tanya Azka dengan tatapan heran.


Dia yakin berarti Dewi mendengar apa yang dikatakan oleh Pamela, tapi yang ia heran bukankah Dewi sering diejek oleh sahabat sahabatnya itu tapi kayaknya dia fine fine saja, so bagian mana dari perkataan Pamela yang buat dirinya marah dan sala paham.


Seharusnya Azka bisa dengan cuek saja tidak menghiraukan apa yang terjadi pada Dewi namun Entah kenapa di dalam hatinya yang terdalam dia tidak rela ketika Dewi mengacuhkan dirinya seperti ini.


"Oh ya sudah kalau kalian ternyata bahkan tidak mengetahui di mana Dewi berada. Ya Kalau begitu aku akan bertanya kepada Dewa saja mungkin Dewa sebagai kakak kandungnya lebih tahu dimana Dewi berada." kata Azka yang kesal melihat feedback dari sohib Dewi yang ngeselin. Azka bahkan ngeloyor pergi tanpa pamit kepada David da juga Mei yang dari tadi jutek dan kasar kepada dirinya.


FLASHBACK end


Azka kembali menatap jam tangan yang dipakai dengan raut wajah tambah sendu, dia mencoba menghubungi Dewa dan mempertanyakan kabar dari Dewi yang sama sekali belum pernah dia lihat selama sebulan ini, dari saat ulang tahunnya itu.


Dan tidak dapat dipungkiri oleh fakta bahwa ada sebersit rasa rindu dengan apa yang dilakukan oleh Dewi biasanya itu.


"Halo Wa? Kamu sekarang ada dimana?" tanya Azka ketika sambungan ponselmya diterima oleh Dewa kakak kandung dari Dewi itu.

__ADS_1


"Hmm, aku lagi di kantorlah, Ka! Kenapa kamu nyariin aku? Udah kangen ya?" tanya Dewa dengan naa menggoda Azka, soalnya biasanya Azka itu dingin dan gak pernah menghubungi Dewa terlebih dahulu, Dewa curiga dengan geagat Azka yang tampak aneh.


"Najislah kalau aku kangen sama kamu. Masa kita mau pedang pedangan." kata azka smbil bergidik ngeri


"Oh tidakkk!!! Aku juga bukan itu maksud aku, Hihhhh! Aku belum belok ya, aku masih suka gadis cantik dibandingkan sama pedang kamu itu." kata Dewa dengan gimik yang sama dengan Azka.


"Sudah ga usah bahas masalah itu, aku cuman mau nanyain aja, sekarang Dewi dimana sih? Kok ga ada kabarnya soalnya raport magang dariku udah keluar tapi aku mau kasi ke dia belum sempat, belum lagi aku juga mesti minta tanda tangan sama dia buat beberapa jurnal yang dia kerjakan." kata Azka beralasana kepada Dewa.


"Oh kalau gitu titipin aku aja karena aku bakal tengokin dia akhir minggu ini, nanti setealh dia tanda tangan akan segera aku balikin ke kamu gimana?" tanya Dewa dengan nada santai karena ia juga tak tahu kalau Azka dan Dewi bermasalah.


"Oh kalau gitu aku ikut kesana boleh gak? Sekalian aku mau refereshing juga, yah supaya gak kepikiran sama jal hal yang ada di sini. Sekalian cuci maa gitu." kata Azka beralasan karena ia ketemu sama Dewi.


"Hah? Kamu mau ikutan?"


.


.


.


.TBC


Giman a readers? Kira kira bisa ikutan gak tuh si Azka? KOmen yang banyak yaaaa...

__ADS_1


Jangan lupa buat like dan gift ... vote juga ya, happy reading!!


__ADS_2