
Di kota tua baru saja sampai cuaca sangat panas membuat semuanya mengucurkan peluh, Dania sangat Ilfil dengan sikap Louis padanya seolah menunjukan rasa cintanya. Louis mendekati Mia saat Dania dan Rendy sedang membeli selendang mayang.
“Mia lu ajak Rendy keliling museum Fatahilah gua mau ngomong sama Dania,” bisik Louis sambil memberi selembar uang kepada Mia. “Ini lu jajanin Rendy sepuasnya,” ujar Louis sambil menyodorkan uang 100 ribu kepada Mia.
Mia berusaha memeras Louis karena ia sangat dendam di bully setiap hari, “kurang ini duit buat jajanin Rendy calon adek ipar lo. Duit upah mana nih,” pinta Mia kepada Louis.
Louis hanya memutar bola matanya jengah lalu pria keturunan Portugal itu langsung memberikan Mia 100 ribu lagi, “makasih bule baik.” Mia langsung masuk museum fatahilah dengan kartu akses.
Mia mengajak Rendy berjalan-jalan sambil membelikan eskrim, Louis mengajak Dania bicara. “Dania gua---” belum sempat Louis mengatakan sesuatu Dania menyelaknya ia tahu kemana arah pembicaraan Louis.
“Lu mau bilang, lu mau nembak gua. Louis gua gak mau pacarana gua mau fokus belajar biar masuk SMA negeri.” Dania bicara ia berusaha menolak secara halus meskipun dalam hatinya ia amat membenci Louis.
Dania juga tak bisa melupakan saat Louis beserta geng bule juga membully nya, gadis itu ingat tatkala Louis menariknya secara paksa dan melemparnya ke gudang lalu menguncinya sampai pagi tak samapi di situ saja Louis juga menyindir saat kematian ibunya.
“Lu gak bisa di maafin, gua maafin lu tapi bukan berarti kita jadian.”
“Emang kenapa?” tanya Louis.
Dania menghembuskan nafas lelah mereka duduk di teras belakang Museum fatahilah, “harusnya lu sadar siapa gua!! Dari SD gua sekolah di sekolah elit udah gitu swasta, terus lu kaya nabur bubuk saat nyokap gua wafat dari SD lo lu bully gua,” jelas Dania meluapkan rasa sakit hatinya.
“Gua minta maaf gua janji bakal tebus semua rasa bersalah gua.” Tangan Louis menyentuh tangan Dania.
“Pertama gak usah pegang tangan gua! Kedua kita gak bisa deket!” ujar Dania.
“Mana gua tahu lu anak Jendral,” keluh Louis.
“Itulah lu gak bisa liat dalam orang lu cuman liat casing doang.” Dania bicara.
“Louis denger ya lebih baik lu lupain aja semua gua sengaja berpenampilan sederhana biar gua ngeliat siapa yang bener tulus mau temenan sama gua,” ujar Dania.
“Lu liat Niken sekarang yang dari SD juga lu bully sekarang liat Bokapnya siapa?” tanya Dania.
“Bokap Niken Hakim,” ujar Billy sambil membawa kerak telor.
__ADS_1
Dania berdiri tapi tiba-tiba kepalanya terasa berat seolah ia akan pingsan, ia menatap di hadapannya ada wanita Belanda berwujud hantu sambil menenteng kepalanya rasanya ia amat tak percaya Dania berteriak lalu kesadarannya mulai hilang.
Sejak kejadian tadi mereka baru menyadari jika Dania memiliki kemampuan Indigo, Mia amat tak percaya setelah apa yang terjadi selama ini Dania tidak pernah bicara padanya soal hal ini.
Dania tersadar tatkala petugas museum atau kuncen juru kunci membacakan sesuatu dan menyuruh Dania minum air yang sudah di bacakan doa. Mia memapah Dania keluar dari Museum.
“Nia lu kenapa gak cerita sama gua dari awal?” tanya Mia.
“Gua takut lu anggap gua aneh,” ujar Dania.
“Sekarang gini lu tahu asal usul gua dan lu tahu status keluarga gua, tapi kenapa lu masih mau temenan sama gua?” tanya Mia kepada Dania.
“Maafin gua,” ujar Dania memeluk Mia dengan penyesalan.
“Yaudah ga papa nanti sampai rumah lu cerita semua sama gua,” kata Mia sambil memeluk Dania.
Louis tersenyum licik dalam batinnya berkata, “ini adalah berlian Dania adalah berlian yang menguntungkan untuk bisnis gua. Gua tarik hati Dania dan lumayan buat seluk beluk bisnis dan gua suruh dia cari mahkluk gaib buat ngelancarin bisnis gua.” Louis membatin ia merencanakan ini untuk membuat Dania menjadi miliknya.
Louis tidak sadar jika Dania juga dapat membaca hatinya dan ia juga tidak sadar jika Rendy juga bisa melihat warna aura dalam tubuh Louis dan Billy. “Rendy mau ikut Bang Louis gak?” ajak Louis.
Sontak ucapan Rendy malah membuat Dania dan Mia membulatkan mata, Dania langsung menarik Rendy menjauhi Louis. “Rendy ssstttt!” ucap Dania sambil menaruh telunjuknya di mulut.
“Kenapa Kak, niat Abang bule gak baik dia mau manfaatin kakak buat bisnisnya aku liat aura di atas kepala dan di hatinya.” Rendy bicara kepada kakaknya.
“Rendy kamu ‘kan mau kelas 5. Jadi kakak minta Rendy kalo ngomong di jaga jangan kaya tadi,” peringatan Dania kepada adiknya. “Iya Kak gua minta maaf,” ujar Rendy. “Yaudah nanti minta maaf ama Bang Louis lain kali gak boleh gitu,” perintah Dania dengan lembut kepada adiknya.
Rendy menganggukkan kepalanya, lalu mereka berdua mendekati Louis dan Billy. “Bang Louis! Bang Billy!! Aku minta maaf!” ucap Rendy kepada dua pria berparas Western itu.
“Iya abang maafin lain kali jangan di ulang lagi!” ujar Louis tersenyum.
Louis berfikir dengan bersikap ramah kepada Rendy ia bisa memenangkan hati Dania, “ini akan sangat serasi anak seorang Jendral dengan anak dari pemilik perusahaan.” Louis membayangkan pernikahannya akan viral melihat ibunya yang berasal dari Bogor adalah Youtuber.
*********************
__ADS_1
Di rumah Dania bercerita semua kepada Mia ia bercerita semua yang ia tahu, awalnya Mia kecewa tapi setelah mereka saling memaafkan ini akan sangat indah. “Lain kali gua kagak suka rahasia,” kata Mia.
Masih ada satu hari lagi Mia menginap di rumah Dania, malam ini Nathan tidak pulang karena pria itu ada tugas keluar daerah yakni ke depan istana negara. Jadi malam itu hanya ada Satria yang menemani.
Setelah makan malam Dania bersama Mia belajar dari buku untuk ujian sekolah saat tengah asyik belajar dan Rendy tengah menonton TV di kamarnya tiba-tiba lampu mati. “Lah kok mati lagi sih,” ujar Dania.
“Bi Jum! Bang Satria!!” panggil Dania.
“Udah ayo ke bawah!” ajak Mia sambil menggunakan senter ponselnya.
“Nia gua takut ada setan item lagi kaya semalem,” kata Mia ketakutan.
“Hush cocot lu!!” peringat Dania.
Saat ingin memijak tangga kaki Mia ada yang megang. “AAAA!! Kaki gua!” ucap Dania.
Dania juga teriak karena kaget, “apaan, yaudah gua periksa dulu!” kata Dania. Tangan Dania mengarahkan lampu senter dari ponselnya ke arah kaki Mia ternyata ada sesosok yang memegang kakinya.
Wajahnya seperti memakai topeng tengkorak, sontak hal itu membuat Dania ikut teriak. “AAAA! Sikopat!” ujar Dania.
Dania menyebut sikopat karena ia pernah menonton film, pemeran sikopatnya memakai topeng seperti itu untuk meneror rumah. “AAA!! Kaki gua endingnya gimana!! Gua takut kaki gua di potong!!” ujar Mia ketakutan dan terus menjerit.
Tiba-tiba yang memakai topeng itu berdiri lalu mengejar mereka Dania menarik tangan Mia untuk bersembunyi di balik dinding. Saat mereka saling berpelukan tiba-tiba di belakang ada yang menyentuh pundak Dania.
“Apaan sih lo pegang bahu gua! Jangan becanda!” ujar Dania kesal karena ketakutan.
“Gua aja di depan kedua tangan gua di depan gimana gua mau pegang bahu lo!!” ucap Mia sambil memperlihatkan kedua tangannya.
“Ini siapa yang pegang pundak gua terus?!” ujar Dania.
“Kagak tahu!” ucap Mia.
“Yaudah ayo sama-sama kita nengok,” kata Dania.
__ADS_1
“1,2,3.” Mereka menoleh ke belakang melihat ada lagi memakai jubah dan memakai topeng tengkorak. “AAAAAA!!!!!!!” teriak Dania dan Mia lalu mereka berlari.