Three Siblings Indigo

Three Siblings Indigo
Ilusi Yang Dibuat Louis


__ADS_3

Satria terduduk di kasurnya setelah mengeluarkan kata sarkatis kepada Louis, jujur saja Louis yang dulunya dari reinkarnasi Hans Russell adalah musuh bebuyutannya sebagai Jason Van Buthjer.


Satria ingin bergerak tapi betisnya terasa sakit karena baru di jahit tadi siang, nanti setelah seminggu baru bisa di lepas kata Amir, Satria membaringkan dirinya untuk kembali ke Batavia memberitahu Hanson yang sebenarnya.


Dirinya masuk ke lorong waktu dengan di dampingi the black robe, tapi karena Rendy secara diam-diam mengikutinya membuatnya sulit menyeimbangkan diri sampai dirinya berhenti di sebuah perkampungan jaman kerajaan.


Di sampingnya Rendy tak sadar, benar saja wujudnya masih Satria belum menjadi Jason Van Buthjer. "Ren! Rendy!" ucap Satria sambil menepuk-nepuk adiknya yang pingsan.


Satria berdiri lalu memeluk adiknya dan menggendongnya berharap mendapatkan pertolongan, beruntung ada salah satu ibu-ibu yang mengenakan kebaya hijau dan mengenakan rok batik rambutnya khas wanita nusantara saat itu sambil membawa bakul di tangannya.


"Loh adikmu kenapa?" tanya dengan bahasa Indonesia yang baku.


Satria hanya menjelaskan tak sengaja jatuh, lalu ibu-ibu itu mempersilahkan masuk ke dalam rumahnya. Satria menolak sunguhan apapun itu jika dia makan maka dirinya akan disini selamanya.


"Kamu darimana?" tanya suami ibu-ibu itu.


"Sa-sa-saya dari-dari-dari desa sebrang!" ujar Satria alibi.


"Nama kamu siapa?" tanya pria dengan kain di kepalanya dan tubuhnya telanjang dada, "kenapa pakaiannya aneh sekali?" tanyanya lagi.


"Nama saya Jaka dan adik saya namanya-namanya-namanya-namanya Wisnu," jawab Satria sekenanya.


"Yaudah bapak dan ibu tidur saja dulu saya akan tidur disini aja," ujar Satria.


"Oh yaudah."


Kedua suami istri itu masuk ke dalam kamar mereka lalu Satria hanya berbaring di sebelah Rendy, saat dirinya tertidur dirinya sadar kembali ke alam manusia dan melihat Rendy tidur di sebelahnya.


"Rend-Rendy!" ujar Satria sambil menepuk-nepuk pipi adiknya khawatir jiwanya tertinggal di jaman kerajaan, tapi yang terjadi Rendy bangun sambil mengucek-ngucek matanya.


"Ada apa bang?" tanya Rendy, "oh yaudah tidur lagi." Satria kembali menidurkan adiknya lalu dirinya akan tidur setelah Rendy tidur pulas.


***********************


Dania membuka matanya tersadar dari apa yang dia lakukan, dirinya hanya setengah mengingat apa yang sebenarnya terjadi.


Louis masih saja terus mengejarnya setelah sadar jati dirinya selain Dania adalah anak dari Mayor Jendral, Louis berencana melebarkan sayap bisnis keluarga Aljendro ke seluruh Indonesia, lewat koneksi Nathan.


Demi dunia pria blasteran Portugal itu rela menghalalkan segala cara meskipun cara perdukunan, menjijikan memang tapi kalo sudah soal dunia manusia terkadang buta.

__ADS_1


Dania kembali terlelap karena waktu masih tengah malam, dirinya kembali ke lorong waktu melewati waktu, the black robe masih sibuk membenarkan jam-jam lorong waktu yang tak beraturan.


jam-jam yang berdeting di lorong waktu selayaknya sebuah mesin yang menjalankan dimensi waktu, hanya orang indigo yang mampu melewati lorong waktu.


The Balck robe hanya sedikit menoleh ke Dania yang lewat tapi dirinya kembali membenarkan jam-jam yang tak beraturan, karena salah satu gadis indigo yang berusaha masuk tapi seenaknya.


gadis itu baru berusia 10 tahun seumuran Rendy tapi gadis itu agak serampangan, jadi karena dirinya jam-jam jadi tak beraturan.


"Papa Hanson gua harus ngomong sesuatu ama dia semoga gua sampai di sana kagak tengah malam," batinya bicara sambil terus berjalan melewati lorong waktu.


Tiba-tiba hal tak di duga terjadi Harfa sebuah alat musik tiba-tiba ada di belakang Dania, berbunyi dengan keras membuat gadis berusia 15 tahun itu menutup kedua telinganya.


Juga tak lama disusul dengan benda-benda yang melayang seperti guci, kursi terbuat dari besi, dan kaset piringan hitam. Beruntung gadis itu berhasil menghindar tapi hal yang sial saat guci itu retak dan retakannya mengenai kulit Dania.


"Aduh," keluh Dania yang kesakitan.


Sampai dirinya dibawa ke semua ilusi yang seharusnya tak dia datangi, Dania sampai di sebuah hutan belantara dirinya jatuh dari ketinggian beruntung dirinya hanya jatuh di semak-semak yang tak membuatnya terlalu sakit.


Dania langsung berdiri dan membersihkan tubuhnya dari dedaunan lalu keluar dari semak-semak itu, langsung berdiri.


Matanya mengedarkan pandangan ke sekitar dan ternyata dirinya di sebuah tempat, "eh buset gua dimana nih? perasaan Batavia tempo dulu kagak kaya gini." Dania bicara sambil bergumam, lalu dirinya melihat tangannya dan dirinya memakai pakain renda berwarna putih dengan kuning terang di bagian atasnya.



Rambutnya disanggul dengan pita bando di kepalanya dengan warna senada yakni kuning, Dania melihat sekeliling bunga-bunga bermekaran indah,


Seulas senyum terukir di bibirnya saat ingin memetik salah satu bunga sambil berjongkok, tiba-tiba bunga itu menjadi layu, dan Dania berdiri melihat sekitar benar saja semuanya berubah.


Dari awalnya langit cerah sekarang menjadi mendung semua pohon di sana menjadi layu, "apa mau hujan ya?" ujar Dania.


Saat tengah bingung berjalan mencari tempat berteduh, Dania menemukan bangunan Tua klasik seperti arsitektur Eropa, dan usianya sepertinya sudah berabad-abad.


Tiba-tiba di hadapannya ada Louis yang berwajah seperti Hans Russell, "Hans?" ucap Dania membeo.


Louis datang mendekat ke arahnya dengan tatapan marah seperti tadi, Dania hanya berlari ketakutan melihat Louis lupa akan niatnya untuk mencari tempat berteduh.


Lois memakai kemeja putih dengan rompi hitam terbuka di bagian depannya, dan celana bahan serta sepatu hitam tak lupa kepalanya memakai topi klasik.


__ADS_1


Louis dengan kasar menariknya ke dalam sebuah bangunan tua itu, "Hans-Louis lo mau ngapain?" tanya Dania saat typo memanggil nama.


"DIAM!" bentak Louis dalam wujud Hans Russell.


Pikiran Dania sudah melayang dan berpikir hal negatif, bagaimana jika Louis ingin memperkosanya atau bahkan menyiksanya.


Dania berhasil melepaskan diri dengan menginjak kaki Louis dan menendang juniornya, Dania langsung berlari sekuat tenaga menjauh dari Louis tentu pria itu tak tinggal diam dirinya juga ikut mengejar Dania.


"Dania mau kemana lo!" teriak Louis yang ikut mengejar, tapi drinya tak berhasil menemukan Dania.


Rupanya Dania memanjat pohon dan membekap mulutnya, karena dirinya sudah ketakutan. Saat dirasa aman ingin turun Dania melihat Louis lagi langsung diurungkan untuk turun.


Tapi hal yang membuatnya takut salah satu dari dahan ada ular, Dania menjerit dan jatuh ke tanah menimpa Louis.


Mata mereka saling tatapan, Dania melihat mata Louis berwarna biru ada ambisi terselubung dalam diri Louis.


Saat Dania tersadar dirinya ingin lari tapi kakinya berhasil di tari oleh Louis, sampai tanpa sengaja bagian bawah gaun Dania robek sedikit karena di tarik kencang oleh Louis.


Dania langsung mematung dan air mata bercucuran Louis bangun dari duduknya lalu kembali menarik tangan Dania, tapi Dania malah menghempaskan tangannya membuat Louis terkesiap.


Lalu tangan tangan Dania menampar wajah Louis karena berani merobek gaunnya, insting wanita demi melindungi dirinya keluar begitu saja dalam tubuh Dania.


PLAK!!


Louis langsung mencengkram kedua bahu Dania lalu menatapnya dengan mata penuh marah. "LO BERANI NABOK GUA!" makinya lalu dengan kasar Louis menarik paksa Dania ke arah bangunan tua tersebut, "Louis lepasin gua..hiks..hiks...sakit," ujar Dania.


"Lu diem!" bentak Louis yang terus berjalan.



Dania di seret masuk lalu di hempaskan Louis ke lantai, Dania hanya meringkuk sambil mundur . Perlahan-lahan Louis mendekat sampai Dania menyentuh tembok.


"Lo Tahu gua bikin ilusi ini buat apa?!" ujarnya.


Dania hanya menggelengkan kepalanya ketakutan sambil meringkuk di pojokan, wajahnya pucat dan ia hanya memejamkan matanya.


"Sekarang lo ikut gua!" ujarnya mencengkram tangan Dania lalu membawanya ke lantai bagian atas bangunan itu, terlihat penjara yang gelap.


"I-in-in-ini di-dim-mana?" tanya Dania yang gelapan dan takut tatkala suasana bangunan itu tak terurus, dan sangat gelap.

__ADS_1


"Lo liat aja ke depan," ucap Louis masih setia mencengkram lengan Dania.


BERSAMBUNG


__ADS_2