Three Siblings Indigo

Three Siblings Indigo
Sesosok Perempuan yang menculik Rendy


__ADS_3

Nathan memberikan kode kepada Mia untuk mengikutinya keluar ruangan, “Rendy kamu jagain kakak! Papa ama Kak Mia mau ngomong sebentar!” perintah Ayahnya di angguki oleh Rendy.


Rendy melihat situasi aura yang terdapat di tubuh ayahnya memancarkan rasa lelah dan juga emosi, dan aura yang di tubuh Mia saat ini hanya ada rasa takut yang luar biasa. Rendy dapat membaca situasi ia hanya mengangguk.


Di ruang tamu Nathan menaikan sebelah kakinya di kaki satunya sambil melipat kedua tangannya di dada, menatap Mia yang menunduk ketakutan. “Mia, Om mau tanya di sekolah apa ada teman kalian yang berwajah bule?” tanya Nathan.


Mia mendengar itu menengadah menatap Nathan lalu ia bicara dengan terbata-bata jika ada namanya Louis keturunan Portugal, tangan Nathan meremas. “Me-me-memang ada apa Om?” tanya Mia.


Nathan menjelaskan semuanya jika Louis berusaha menguna-guna Dania untuk keuntungannya, tentu hal ini membuat Mia tersulut emosi. Ternyata yang di katakan Rendy benar jika Louis memiliki niat yang tidak baik.


“Mia Om minta sementara kamu jauhin Louis dulu dan jangan coba melabraknya karena posisi kamu juga akan dalam bahaya,” ujarnya.


Mia langsung keringat dingin bagaimana Nathan bisa tahu jika besok ia ingin melabrak Louis, “Om tahu kamu emosi tapi sementara kamu tahan dulu emosi kamu! Kamu bisa membaca Al-Quran ‘kan?” tanya Nathan.


“I-iya Om,” ucapnya.


“Kamu baca kita suci dan kalo bisa menjauh dari Louis sampai kamu lulus,” kata Nathan sambil menyentuh kepala Mia seolah berusaha melindunginya.


Mia menjadi takut dengan Louis, ia tidak bisa berbuat apapun yang ia bisa lakukan hanya berdoa. Mia menunggu sore ia solat zuhur di rumah keluarga Rejaya lalu membaca Al-Quran di sebelah ranjang Dania yang tertidur dengan tangan bersedekap.

__ADS_1


Sesaat Mia yang baru membaca sampai surah Al-kahfi, Dania terbangun mencengkram tangannya membuat Mia berteriak. Tanpa ada pilihan Mia mengeraskan bacaannya membuat jin yang ada di tubuh Dania ke panasan.


Nathan masuk kamar melihat Dania mencekik Mia akhirnya dengan energi yang tersisa jin itu sementara waktu bisa lepas, wajah Dania amat pucat tapi beberapa lama Dania sadar tapi ia tak mengingat apapun kecuali saat mengerjakan PR bersama Mia.


Mia melepas mukena milik Dania lalu memeluk sahabatnya sembari menangis karena Dania yang memberi dukungan padanya dari awal sampai kedua orangtuanya menikah. “Yaallah jika benar Louis yang mengirim sihir kepada sahabat hamba tolong berikan hidayah yaallah,” batin Mia berdoa yang masih memeluk Dania.


Mia melepaskan pelukannya, lalu ia menangis. “Lo kenapa nangis?” tanya Dania sambil menghapus air mata sahabatnya dengan kedua tangannya, Mia hanya memejamkan matanya dan tangannya menggenggam erat tangan Dania.


Air matanya Mia menetes ke punggung tangan Dania membuatnya melihat penglihatan apa yang terjadi, Mia menggelengkan kepalanya membuat Dania terharu atas apa yang dilakukan Mia sahabatnya yang masih setia menemaninya.


“Gua gak nyangka Louis ngelakuin hal ini,” ucap Mia.


“Kita gak tahu isi hati seseorang,” kata Dania.


Saat tengah saling bicara antara Dania dan Mia tiba-tiba gorden kamar terbang dan angin masuk, tak lama terdengar suara seorang wanita menembang dengan merdu. “Lu dengar apa yang gua denger?” tanya Dania.


“Suara nyanyian Jawa,” sahut Mia.


Tubuh Mia dan Dania membeku saat melihat seorang perempuan memakai kemban dan wajahnya sangat cantik, “kalian berdua amat manis Nduk,” ujarnya.

__ADS_1


Aroma melati tercium sampai ke semua ruangan sampai ia mengatakan jika ia siap menjadi pasangan spiritual Nathan untuk bisa tidak menyakiti Dania, “aku menyukai Rendy Abimana Rejaya karena darahnya harum dan manis.”


Nyai Sundari pergi tak lama Rendy yang ada di kamar berteriak histeris karena tepat di sebelah kamar Dania posisi kamar Rendy. Teriakan bocah berusia 10 tahun itu membuyarkan diamnya Dania dan Mia membuat keduanya saling bertatapan.


“RENDY!” kata keduanya serempak lalu segera berlari keluar kamar menuju kamar Rendy.


Mia dan Dania berlari menuju kamar Rendy mereka melihat bocah itu sudah menghilang, disusul Nathan di belakang mereka. “Ada apa Dania! Mia!?” tanya Nathan yang panik.


Nathan melihat di hadapannya Rendy sudah tidak ada hanya menyisakan pakaian yang di pakai bocah itu tergeletak di lantai, Nathan masuk dengan amarah sambil memegang pakaian putranya.


“Nyai Sundari,” marahnya lalu keluar kamar.


“Papa Rendy kenapa?!” tanya Dania sambil mendekati ayahnya tetapi Nathan malah menghiraukan ucapan putrinya dan berlalu keluar kamar, “Papa Rendy kenapa?!” tanya Dania berulang-ulang sambil mengikuti ayahnya diikuti di belakang oleh Mia.


“Kamu ke kamar saja papa mau ada urusan.” Setelah mengatakan itu Nathan dengan kesal menutup pintu kamarnya, Mia memeluk sahabatnya mereka saling menatap satu sama lain.


“Dania kita baca Al-quran aja di kamar yuk,” ajak Mia.


Dania sedikit mengangkat alisnya, “mungkin kalo membaca Al-Quran Rendy bisa balik.” Mia menyarankan hal itu kepada sahabatnya. Dania setuju lalu mereka segera ke kamar mandi mengambil air wudhu dan memakai mukena dan membaca Al-Quran bersama, Mia membaca dengan Al-Quran sedangkan Dania membaca dengan ponselnya lewat aplikasi.

__ADS_1


Mereka membaca bersama meminta perlindungan yang maha kuasa dan pertolongan, jika ada orang yang berbuat jahat semoga kejahatan itu akan kembali kepada dirinya sendiri.


#BERSAMBUNG


__ADS_2