Three Siblings Indigo

Three Siblings Indigo
Satria Dan Rizki Bermalam Di Basecamp


__ADS_3

Rizki menuju tempat Satria sesampainya di sana betapa terkejutnya pria itu melihat temannya sudah terkapar di jalan dengan pintu mobil yang terbuka, melihat Satria sontak membuat Rizky berlari ke arah Satria yang pingsan.


"Alamak! Satria kau ini kenapa?!" ucap Rizky dengan logat orang sebrang pulau Jawa, Rizky yang panik mengambil air dan mencipratkannya ke wajah Satria.


Satria yang tersadar langsung diberikan minum oleh teman kesatuannya, "sebenarnya kenapa lah kau?!" kata Rizky sambil menyuguhkan minum.


"Tak apalah mungkin hanya capek saja aku," keluhnya seolah beralibi.


"Ya Sudahlah ayo kau dan aku bermalam di kamarku," ajak Rizky.


Tanpa berkata-kata lagi Satria langsung mengiyakan ajakan sahabatnya, mobil Satria di derek dengan mobil yang dibawa oleh Rizky menuju bengkel dekat dengan kesatuan mereka bekerja tapi jika sudah tutup terpaksa dibawa ke parkiran Basecamp.


Nanti besoknya mobilnya akan diperbaiki oleh salah satu anak buah yang bisa, mobil berjalan dengan Rizky yang menyetir sedangkan mata Satria masih setia menuju ke depan karena hari ini banyak sekali masalah mulai dirinya dimintai keterangan oleh pihak kepolisian perihal penemuan mayat.


Dan dirinya di tunjukan sekaligus diteror oleh sosok anak SMA, lebih tepatnya jin Qorin. Sialnya bengkelnya sudah tutup karena waktu sudah menunjukan tengah malam.


"Anjirr," runtuknya.


"Sudahlah istirahat sajalah kau, besok juga banyak kali kerjaan nanti kau malah sakit." Rizky bicara pada sahabatnya seolah menasihatinya, karena Rizky sudah merasa dekat dengan Satria waktu masuk Akmil di Magelang.


Setelah memarkirkan mobilnya Satria berjalan dengan oleng ke arah kamar yang di tempati oleh Rizky saat dirinya bertugas, "masuklah kita istirahat."


Rizky dan Satria Istirahat, Rizky di rajang dan Satria di lantai dengan tempat tidur velbed yang biasa digunakan Rizky untuk bertugas.


Satria tidur dengan nyenyak sedangkan Rizky hanya menghembuskan nafas lelah, dirinya memikirkan banyak masalah mulai dari karirnya dan pertunangannya.


Pertunangannya sudah dibicarakan oleh keluarganya di kampung halamannya, tapi Rizky merasa belum siap untuk menikah karena ada beberapa kendala termasuk karirnya yang ingin cemerlang sebagai Perwira.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Satria yang tengah Tidur merasa jacket yang dikenakannya di tarik, persis di kepalanya untuk dijadikan bantalan. Mata Satria seketika terbuka saat dirinya dengan posisi tidur tepat di hadapan wajahnya tertutup oleh rambut panjang, dan diperlihatkan wajah yang sudah setengah hancur.


Rupanya gadis SMA itu mengikutinya sampai ke Basecamp, Satria tak bisa menjawab karena dirinya sudah sangat syok dan kelelahan otomatis energinya kekuras.

__ADS_1


Wajahnya tertutup Rambut anak SMA itu, dan ia merasa berat di bagian perutnya saat memutar bola matanya ke arah perut dirinya hampir berteriak tapi seolah mulutnya kelu.


Pemandangan yang mengerikan salah satunya yang dibonceng gadis itu tengah menduduki area perutnya dengan tertawa, Satria mau bangun tapi tidak bisa.


"Allahuakbar!" teriak Satria mengucapkan kalimat tersebut.


Kedua hantu itu malah tertawa, tertawanya semakin mengerikan dengan gigi yang berdarah dan mengalir mengenai rok abu-abunya.


Berulang-ulang Satria berusaha bangun dan mengucapkan kalimat tersebut, tapi hasilnya sia-sia karena tangannya ditahan oleh salah satu yang menutupi wajah dengan rambutnya.


Keduanya tertawa Satria melihat ke bahu kanan dan kirinya yang di tahan, hal mengerikan lagi jari-jari anak SMA tersebut sudah hilang dua, yakni kelingking dan jari tengahnya hanya urat nadinya yang keluar.


keduanya masih terus tertawa sampai terdengar suara Rizky dan salah satu teman ayahnya yakni Mayor Jendral Hussen Siregar, membacakan Adzan dan ayat kursi.


Keajaiban terjadi Satria sudah berada di Velbed dengan lampu kamar yang menyala.


Di kamar dirinya di pegang oleh para junior dan di sampingnya Rizky memegang minum dan Mayor Jendral Hussen Siregar di hadapannya, setelah sadar Satria di bantu duduk oleh para Junior.


Satria dengan tubuh lemas menghadap ke arah jam yang menunjukan pukul 5 pagi, "kalian keluar bagi yang muslim solat subuh bagi yang non-muslim tunggu di luar saya mau bicara dengan Letnan Satria."


"Letnan Satria bisa kita bicara secara Informal," ucap sang Jendral.


Satria hanya mengangguk karena dirinya sudah hampir pingsan, "Bapak tadi saya kenapa?" tanya Satria bicara seperti anak kepada ayahnya.


"Tadi kamu ketindihan dari jam 4 pagi," jelasnya.


"Yaudah kamu solat dulu biar tenang ama saya disini, sebagai imam kamu."


Tanpa menunggu Satria bicara Mayor Jendral langsung menuntunnya ke kamar mandi dan menatap dua hantu yang menyerupai gadis SMA, dirinya sudah memberikan pagar pembatas agar tak bisa masuk.


Setelah solat nanti dirinya akan mengurus dua hantu itu dan apa mau mereka, Satria dan atasannya melaksanakan solat subuh setelah berwudhu.


Lalu setelah solat Mayor Jendral membaca doa lalu menatap ke arah anak buahnya, "kamu tadi abis darimana?" tanyanya.

__ADS_1


Satria menjelaskan segalanya dari saat mobilnya mogok, bertemu dua sosok kecelakaan itu, sampai disini.


"Saya sudah urus keduanya kamu bisa lihat keduanya mereka sudah pergi, saya suruh pergi."


"Terimakasih Komandan," ujar Satria dengan hormat.


Mayor Jendral menepuk bahu Satria lalu dirinya keluar kamar yang ditempati Letnan Satu Rizki Wirabangsa, Satria menatap dirinya ke langit-langit dirinya sudah lelah dengan semua ini.


Tapi ada hal yang aneh dirinya lupa akan sesuatu padahal adalah hal yang penting, sampai ia teringat akan sesuatu.


"Atagfirullah Rendy! Yaallah gua lupa adek gua hari ini sekolah mana ada di rumah orang," ujar Satria.


Satria segera keluar dirinya melihat jika mobilnya tenga di perbaiki oleh anak buahnya sampai selesai, dirinya sebagai rasa terimakasih akan mentraktir nasi uduk Mpok Indun.


Yups nasi uduk Mpok Indun adalah nasi uduk primadona bagi TNI yang bertugas disini selain harganya murah rasanya juga seperti makanan hotel bintang lima.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Jam enam pas Satria ke rumah Mia mengendarai mobilnya sesampainya di sana ia melihat Mia sudah berpakaian rapih dengan setelan seragam sekolah dan Rendy yang sudah siap dengan seragam merah putihnya.


Satria ingin memberi ayahnya Mia uang tetapi Tuan Arafet menolaknya karena ia tak mau kebaikannya di balas dengan materi, dirinya hanya ingin doa agar usahanya lancar.


Tuan Arafet dan ibunya Mia juga tak mau menerima uangnya jadi dirinya akan mengantar Mia ke sekolah dengan Rendy menggunakan mobil miliknya, Mia duduk di depan karena ada hal yang harus di ceritakan.


Tangan Satria menyetir mobil menuju sekolah Rendy baru Mia setelah Rendy turun dari mobil dan menyalami Mia juga Satria, pria itu mulai bicara kepada Mia.


Meski hal ini tak boleh tapi Satria masih memiliki batasan kepada lawan jenis, "Mia gua mau nanya sama lu." Satria tangannya masih setia menyetir mobilnya.


"Nanya apa Bang?" tanya Mia sambil membaca buku.


"Lu tahu Louis Aljendro?" tanya Satria membuat Mia menutup bukunya dan menatap Satria.


"i-i-iy-iya kenal Bang," jawab Mia.

__ADS_1


"Siapa dia?" tanya Satria kepada Mia.


#BERSAMBUNG


__ADS_2