
Setelah berganti pakaian tiara berjalan menuju ruang kultivasi nya dia memperhatikan sekeliling dan melihat benda mengkilat didalam kegelapan malam itu dia menghampiri benda itu dan mengambilnya dia mengambil giok bermarga qin itu dan mengambil gulungan kecil bertulis
Artinya saya telah menyelesaikan misi.
Disisi lain dia melihat sebuah plat nama bermarga qin dengan diatas nya bernama yu.
Dia tersenyum menyeringai melihat hal ini
"Ah aku mengerti alur permainan ini baiklah aku ingin lihat seberapa cerdas orang yang berusaha mengelabuiku".
Tiara menyimpan barang bukti itu dan kembali ke kamarnya untuk istirahat.
Paginya tiara bangun jauh lebih awal dari biasanya. Dia bersiap membuat mereka menderita tapi sebelum itu tiara pergi keruang dimensinya.
Sesampainya disana tiara menghampiri sekelompok laki laki itu.
Yang mengejutkan penampilan mereka jauh berbeda dari sebelumnya sebelumnya mereka terlihat jelek dan lusuh sekarang mereka tampak seperti penjaga dan pembunuh bayangan yang tampan.
Tiara tersenyum puas melihat orang yang menjadi bawahannya terlihat jauh lebih baik dari sebelumnya
"Sepertinya kalian mengerti cara membalas budi seseorang yang telah baik pada kalian
Sekarang waktunya kalian menerima stempel setia bahwa kalian akan setia kepadaku sampai kalian mati, kalian tahu bukan aku benci yang namanya penghianat dan pembohong".
Tiara sengaja menekan kata kata itu agar mereka mengerti batasan mereka.
"Baiklah nona kami berjanji akan setia dan menjadi pengikut nona sampai kami mati".
__ADS_1
"Baiklah baiklah ucapkan sumpah itu diatas Kristal didepan kalian dengan mengunakan darah kalian".
Mereka melukai jari tangan mereka hingga mengeluarkan tetesan darah.
Tis tis.
mereka mengucapkan sumpah mereka
"Kami bersumpah akan terus setia dan menjadi pengikut nona sampai kami mati".
Mereka berucap dengan tekat hingga membuat kristal itu mengeluarkan cahaya yang menyilaukan mata lalu mulai menghilang sedikit demi sedikit.
"Baiklah kalian sudah membuat sumpah kalau begitu aku akan pergi dulu kalau aku butuh kalian aku akan memanggil kalian, kalian nikmati lah fasilitas yang ada disini dan juga jangan lupa berlatih aku ingin saat aku kemari kalian sudah berkemajuan pesat".
"Baik nona".
"Tidak perlu memanggil ku nona panggil aku tiara".
"Baiklah panggil saja aku nona tiara".
"Baik nona tiara ".
"kalau begitu aku akan pergi dulu".
tiara keluar dari dimensinya dan dihadapkan oleh huaran yang kebingungan
"Huaran aku akan keluar sebentar
Kau jaga lah kediaman kita".
__ADS_1
Huaran terlihat sangat khawatir dia berpikir takut nonanya kenapa napa
Mendengar pikiran huaran tiara tersenyum hangat
"Kau tidak perlu takut huaran aku akan baik baik saja".
"Baiklah kalau nona tiara bilang begitu".
"Baiklah aku pergi dulu".
"Hati hati nona tiara".
Tiara hanya mengangguk dan pergi dengan mengunakan ilmu peringan tubuh
Tiara berada di dekat sungai dan pasir jingyu dia mengumpulkan pasir jingyu ( pasir jingyu sama saja pasir sillika di abad 21 hanya saja berbeda nama) dan berbagai bahan lainya setelah itu dia mulai membuat cermin.
Beberapa jam kemudian.
Dia berhasil membuat dua cermin besar dan tiga cermin kecil.
Dia membawa cermin itu pulang ke kediaman nya.
Sesampainya disana dia melihat huaran yang terlihat khawatir akan keadaanya hal itu membuatnya tersenyum.
Dia menghampiri huaran.
"Nona tiara anda sudah kembali".
Melihat sikap khawatir huaran yang menurutnya sedikir berlebihan dia hanya mengusap kepala huaran dan tersenyum.
__ADS_1
"Hei aku baru keluar beberapa jam saja kau sudah seperti ini sudah lah lebih baik kita masuk aku mau menunjukan sesuatu".
Mereka masuk kedalam diluar sana ada seseorang yang memerhatikan mereka kemudian menghilang. Dalam sekejap seperti bayangan.