
"Ayolah jangan begitu lagi pula kau tidak memiliki hewan spitural ".
Tiara terdiam dan tetap fokus menatap kedua hewan itu.
Pertarungan masih tetap berlanjut Dari segi manapun terlihat bahwa rubah jauh lebih unggul dari pada ular tapi di mata tiara ada hal yang ganjal dari pertarungan mereka.
"Gadis kecil sepertinya rubah itu yang akan menang".
"Menurut ku tidak begitu".
Wenhua menatap binggung tiara
"Kenapa? ".
"Memang dilihat dari segi mana pun rubah lah yang unggul tapi sebenarnya tidak karena ular itu juga mematikan, racun ular itu adalah jenis racun langka karena racun yang dimiliki ular itu bukan racun yang menyebar langsung justru racun itu adalah racun yang menyebar secara perlahan lahan dan memberikan rasa sakit yang hebat biasanya racun seperti ini akan menyebar mulai dari aliran darah mematikan seluruh sel sel tubuh hingga tidak berfungsi dan pada akhirnya racun ini menyebar ke jantung dan juga racun ini dapat membunuh dengan sangat cepat tetapi itu tergantung makhluk hidup yang terkena racun ini".
"Dari mana kamu belajar ".
"Tentu saja dari buku yang berisi tentang racun racun didunia ini".
"Aku tidak menyangka kau memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi jadi siapa yang akan menang ".
__ADS_1
"Tidak ada yang menang ".
Wenhua menatap tiara serius.
"Bagaimana mungkin berdasarkan ucapan mu pasti yang menang adalah sang ular".
"Tidak kekuatan mereka seimbang dan juga serangan mereka sangat akuratan ".
Setelah beberapa jam kedua hewan tersebut jatuh karena kehabisan tenaga saat itu lah muncul segerombolan pemburu rata rata kekuatan yang mereka miliki adalah setingkat bumi menengah dan menurut tiara yang berada di tengah tengah adalah ketua pemburu itu karena dia memiliki tingkat bumi tahap akhir. Mereka menghampiri kedua hewan itu.
Sang ketua pemburu itu tertawa menakutkan yang justru dimata tiara sangat menjijikan.
"Hahaha lihat kita akan panen besar kita berhasil mendapat dua ekor hewan spitural yang diinginkan banyak orang kita dapat menjualnya dan menjadi kaya".
Lalu seseorang angota pemburu itu berbicara sembari tertawa.
"Hahaha ular, ular kami juga tidak akan sebodoh itu menyerang kalian saat kalian baik baik saja sama saja kami menghantarkan nyawa kami ke kalian".
Sebelum ular itu menjawab tiara menyela pembicaraan mereka
"Kalian lebih baik pergi dari sini kedua hewan itu adalah mangsa ku ".
__ADS_1
"Bocah lebih baik kamu pergi dari sini kami masih berbaik hati melepaskan mu".
Tiara terdiam.
"Hey apakah kau bisu sampai tidak bisa berbicara".
Tiba tiba muncul sebuah katana ditangan tiara.
Singgg.
Singgg.
Singgg.
Tubuh para bawahanya pemburu itu mati dengan cepat tubuh mereka terpotong potong dengan sangat rapi seperti pembunuh yang sangat profesional darah mereka mengenai wajah tiara, saat melihat itu ketua pemburu itu menyerang tiara dengan esnya dia membuat gunung es yang mengurung tiara.
"Hahaha kau tidak akan bisa keluar dari kurungan es ku karena itu sudah ku mantrai".
Tiba tiba gunung es itu meleleh terlihat tiara menatap ketua pemburu itu dengan tatapan yang menakutkan membuat ketua pemburu itu gemetaran.
"Kau... kau bagaimana bisa melelehkan gunung es ku".
__ADS_1
Dengan cepat pemburu itu lari dari sana tiba tiba tangan tiara muncul sebuah pistol tiara mengarahkan pistol itu ke ketua pemburu itu, dan menembakan peluru.
Dorr.