
"Kalau begitu aku akan pergi dulu selamat tinggal".
"Tunggu seharusnya aku yang bilang sampai jumpa, karena pertemuan kita ini pasti karena takdir, kita pasti akan bertemu lagi".
Tiara yang mendengar hal itu hanya tersenyum manis.
Baiklah sampai jumpa
Tiara melambaikan tanganya dan pergi diikuti huaran.
Tiara menunggu namanya dipanggil selagi menunggu tiara berpikir untuk jalan jalan sebentar.
Ditengah jalan dia dihadang oleh beberapa murid senior.
"Heh... Jelek ternyata kau masih ada muka untuk belajar disini".
Tatap salah satu dari mereka dengan tatapan meremehkan.
Tiara memutar mata nya bosan sesungguhnya dalam hati tiara dia sudah sangat bosan untuk berhadapan dengan orang orang yang menang dimulut saja Tapi skiil mereka nol.
"Kenapa disini kan untuk belajar bukan untuk kontes penampilan jadi untuk apa aku berpenampilan cantik, kan disini yang dinilai kekuatan kita dan seberapa luas pengetahuan kita bukan menilai penampilan".
Tiara menatap cuek kearah mereka dia terlalu jijik melihat wajah mereka.
"Berani sekali kamu".
Salah satu dari mereka ingin menyerang tiara dengan tinjunya tiara langsung menangkapnya dan menjungkir balikan tubuh laki laki itu
bruuk.
__ADS_1
Tanpa peduli lagi tiara mematahkan tulang tangan laki laki itu dan mengiris jari milik laki laki itu.
Kraak.
Sreet sreet.
Laki laki itu menjerik kesakitan dan meminta ampun, dengan tubuh gemetaran.
"To.. tolong ma.. maafkan saya, saya janji tidak akan melawan anda lagi".
"Cih baiklah sekarang kau pergi ".
"Terima terimakasih ".
Tiara berbalik dan laki laki itu mengeluarkan sebuah pedang dari air dan langsung menyerang tiara menenggok sedikit kebelakang dan menyeringai.
Craash
Darah mengalir dari tubuh orang yang menyelamatkan tiara, tiara mengdonga keatas dan melihat seorang laki laki berumuran darah tiara bangun dan kaget saat yang melindunginya adalah putra mahkota, hongli tertusuk dibagian perutnya Dan menengok kearah tiara. Tersenyum hongli kepada tiara hal itu membuat tiara kaget.
"Apa Kau baik baik saja".
"Sejak kapan hongli menjadi baik seperti ini apa otaknya tadi miring karena terbentur dinding". Pikir tiara
"Kalau Kau terluka lebih baik kita pergi Dari sini untuk mengobati diri".
Tiara benar benar dibuat bingung oleh hongli masalahnya selama ini hongli selalu bersikap tidal peduli kepadanya tapi kenapa sekarang Jadi begini tiara memijat mijat keningnya dia benar benar bingung dengan apa yang terjadi atau jangan jangan hongli berniat memanfaatkanya
Murid murid senior itu langsung membungkuk hormat.
__ADS_1
"Ma.. Maafkan kami, kami tidak bermaksud jahat sama sekali".
Hongli menengok mereka dengan tatapan setajam pisau, hongli membentak mereka untuk segera pergi mereka ketakutan Dan langsung beranjak Dari sana
Hongli berbalik Dan tersenyum kepada tiara
"Ayo kita pergi ".
Tiara hanya mengangguk saat mereka berjalan pergi tiara menengok kebelakang Dan masih melihat mereka Dari ekor matanya tiara menyeringai tangan yang berada kebelakang menjentikan kuku jarinya
Seketika angin berada dibelakang mereka Dan langsung menebas murid murid senior itu Tanpa sempat mereka berteriak mereka sudah terpotong oleh angin pisau milik tiara.
Swing.
Crack. Crack.
Tiara tersenyum Dan kembali melanjutkan pergi dari sana.
Sesampainya tiara dengan hongli disana
, hongli membawa sekotak obat herbal yang dia ambil Dari salah satu rak disana Dan mendekati tiara.
Dia duduk disamping tiara.
"Apa Kau terluka kalau iya biarkan aku obati".
Tidak tahu pasti tapi tiara merasa bahwa hongli sangat berbahaya Jadi dia akan tetap waspada.
"Tidak perlu aku tidak terluka Kau obatilah dirimu sendiri". Tatapan tiara dingin.
__ADS_1