
Tiara membuka mata nya dia menguap lebar huaran mendekatinya.
"Nona anda sudah bangun sekarang ayo mandi saya akan menyiapkan pakaian anda kita akan pergi ke akademi untuk mendaftar diri".
Tiara mulai duduk dengan dia mengucek ucek matanya dan menganggukan kepalanya dia berjalan ke kolam di dimensinya saat dia menyentuh air dia merasa nyaman dia menikmati waktu yang dimilikinya beberapa menit kemudian setelah puas tiara membuka matanya dan berjalan keluar kolam disana huaran membantu tiara memakai pakaiannya
Beberapa saat kemudian tiara dan huaran sudah menyiapkan keperluanya dan pergi ke akademi.
Sesampainya disana terlihat banyak sekali orang terbukti bahwa akademi ini sangat berkualitas begitu banyak orang yang mendaftarkan diri.
Tiara dan huaran duduk di tempat paling belakang tiara mengeluarkan sebuah buku tentang 1001 mata spesial dan membacanya beberapa saat kemudian tiara merasa seseorang meniup kupingnya pelan hal itu membuat tiara kaget dia menenggok kesamping dan bertatapan dengan seorang laki laki.
Siapa kau apa yang kai lakukan
Laki laki itu tersenyum
"Kau cantik".
Tiara yang mendengar hal itu kaget bagaimana mungkin laki laki itu bilang dia cantik apakah otak laki laki itu miring atau jangan jangan topengnya sudah terlepas.
Tiara menenggok kearah huaran.
"Huaran berikan aku cermin".
__ADS_1
Huaran yang mendengar hal itu menatap tiara binggung dan memberikan cermin kepada tiara, tiara mengarahkan cermin itu kewajahnya di sana terlihat wajah tiara yang buruk rupa.
Tiara menatap laki laki itu binggung topengnya tidak terlepas dan wajahnya masih sama apakah otak laki laki itu benar benar miring.
"Dari mana cantik ".
Laki laki itu tersenyum lembut.
"Kau terlihat cantik dari luar maupun dalam".
Tiara mengerut dahinya apa maksud laki laki ini.
"Maksudmu? ".
Kebanyakan orang pasti melihat seseorang dari fisik dan penampilan terkadang fisik dan penampilan bagus belum menentukan orang itu memiliki hati yang baik begitupun sebaliknya dapat ku lihat kau adalah orang yang apa adanya tidak seperti mereka yang kebanyakan munafik aku jauh lebih suka bertemu dengan orang sepertimu".
Saat mendengar hal itu tiara tersenyum untuk pertama kalinya dia bertemu dengan seseorang yang menilai dari hatinya bukan penampilanya.
"Terima kasih aku rasa sulit bertemu dengan seseorang seperti mu dan aku kagum pada mu karena penglihatan mu sangat baik".
"Terima kasih cantik ".
Tiara menepuk dahinya mendengar hal itu.
__ADS_1
"Ah... Perkenalkan ini pelayan ku namanya huaran".
"Pelayan berarti kau adalah seorang bangsawan".
"Kau tidak perlu tahu".
"Ah.... Kalau begitu salam kenal Namaku changyi".
"Salam kenal tuan nama nubi huaran ".
Perkenalan mereka terhenti karena sebuah pengumuman.
"Selamat datang di akademi mata dunia disini saya selaku pembawa acara akan menyampaikan beberapa peraturan
Pertama kalian tidak diperbolehkan berbuat curang saat pertarungan nanti
Kedua kalian akan melakukan tes unsur spiritual milik kalian
Ketiga kalian akan melakukan pertarungan satu lawan satu
Dan keempat kalian akan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk peraturan keempat akan dijelaskan kepala akademi, silakan kepala akademi. ".
"Terima kasih saya akan menjelaskan tentang peraturan keempat kalian akan dibagi menjadi beberapa kelompok setelah itu kalian akan pergi ke hutan spiritual kalian akan mendapat kan masing masing kelompok kertas didalam kertas itu akan menjelaskan tugas yang harus kalian lakukan apa kalian mengerti? ".
__ADS_1
"Kami mengerti".