Tiara Gadis Dingin.

Tiara Gadis Dingin.
Episode 5


__ADS_3

Mereka pergi ke pasar disana banyak orang berlalu lalang para pedagang dan pembeli saling tawar menawar.


Tiara dan huaran pergi kesalah satu toko alkemis.


Mereka membuka pintu toko itu, bel 🔔 berbunyi dari bel yang di pasang di pintu toko, seorang pelayan toko menyambut mereka sekaligus menatap jijik kearah tiara.


"Selamat datang apa ada yang bisa saya bantu untuk nona nona? ".


Pelayan laki laki itu menatap tiara dengan pandangan merendahkan tiara yang merasa tatapan itu, menutup matanya berusaha menahan amarah nya, dia membuka matanya dan menatap pelayan itu.


"Bisakah anda membawa kan saya bunga anggrek putih, Lotus darah, alga (ganggang) biru, pil penguat dan bubuk surgawi dan aku mau membeli semua stoknya! ".


Barang barang yang di minta adalah barang barang mahal dan langka meskipun mereka memiliki semuanya tapi stok mereka hanya sedikit dan dia mau membeli semuanya.


" apa perempuan ini gila".


Pikir pelayan itu, tiara yang sudah tahu apa yang di pikiran pelayan itu hanya menyeringai.


"Aku akan membuat mu merasa malu karena merendahkan dan mengangap aku gila".


Pikir tiara.


"Baik nona saya akan menyiapkan semua keperluan anda ".


Beberapa menit kemudian.


"Ini pesanan anda nona".


"Berapa harga semua barang ini ".


"50 koin emas".


( 1 koin emas\= 100 koin perak.

__ADS_1


100 koin perak \= 1 koin emas.


1.000 koin tembaga \=10 koin perak.)


"Berapa harga semua barang ini sebutkan satu persatu".


"Harga anggrek putih 2.000 tembaga, 50 koin perak, dan 2 emas.


Harga lotus darah 3.000 tembaga, 70 perak, dan 3 emas.


Harga alga biru 5.000 tembaga, 90 perak, dan 4 emas.


Harga pil penguat 5.000 tembaga, 100 perak, dan 6 emas.


Dan terakhir Harga bubuk surgawi 6.000 tembaga, 200 perak, dan 10 emas. ".


Pikiran tiara yang seperti kalkulator itu menyimpulkan hasilnya.


Tiara berucap dengan sangat dingin membuat bulu kudu huaran dan pelayan itu merinding.


"Panggil pemilik toko ini! ".


Dengan gemetaran pelayan itu menjawab.


"Ba... Baik".


Beberapa menit kemudian pelayan itu keluar dengan seorang laki laki yang cukup tampan, Laki laki itu menatap tiara dengan pandangan heran.


"Ada apa nona memanggil saya kemari? ".


"Pelayan mu menipuku! ".


"Bagaimana mungkin moto toko kami adalah tidak pernah berbohong atau menipu kepada pembeli siapa pun orangnya".

__ADS_1


"Dia menipuku dia bilang semua hasilnya 50 koin emas tapi setelah saya mengetahui harga satuanya saya tahu dia menipu saya! ".


"Apakah benar yang di ucapkan nona terhormat? ".


Laki laki itu menatap pelayannya, dengan tajam tatapan seperti meminta jawaban pelayan itu berkeringat dingin.


"I.... Itu tidak benar saya tidak menipu saya difitnah nona ini! ".


Laki laki itu berucap dengan nada ketakutan dan menunjuk tiara.


Tiara yang ditunjuk hanya cuek tidak peduli.


"Kau lihat ini barang barang yang aku beli dan harga yang di berikan untuk semuanya sekaligus harga satuanya perbedaanya sangat jauh".


Dia menatap barang barang yang dibeli tiara.


Dan menatap tiara dengan pandangan bingung.


"Maksud anda apa ya nona terhormat? ".


Tanya pemilik toko itu.


Aku minta kuas dan gulungan


"Baik nona terhormat, bawakan kuas dan gulungan".


Laki laki itu memandang tiara dengan hormat dan lembut lalu.


memandang pelayanya dan memerintah pelayanya dengan pandangan dingin.


"Perubahan ekspresi ini benar benar menakutkan bahkan lebih cepat dari membalik buku".


Pikir tiara. Tiara memandang ngeri kearah pemilik toko itu.

__ADS_1


__ADS_2