Tiara Gadis Dingin.

Tiara Gadis Dingin.
Episode 42


__ADS_3

"Jangan pernah meremehkan seseorang karena sang pencipta sekalipun tidak pernah".


Yongheng merasa kesal dengan tiara ini untuk pertama kalinya dia merasa dipermainkan oleh seseorang tapi pada akhirnya dia tersenyum lembut, dia merasa sudah sangat meremehkan gadisnya, gadisnya bukan sembarang perempuan dia berbeda dari yang lain sekarang dia yakin bahwa meremehkan seseorang adalah sesuatu kesalahan sekalipun orang itu sudah mencapai puncak yaitu seorang dewa tapi seperti kata pepatah diatas langit masih ada langit setinggi apa pun seseorang masih ada yang jauh lebih tinggi derajatnya dibandingkan orang itu.


Mereka sampai di akademi setelah menjalankan tugas mereka disuruh kembali keakademi. Sesampainya disana banyak orang yang menatap mereka meremehkan, jijik, benci dan lain lain, tiara dengan tenang melewati kerumunan itu tapi dia dihalangi oleh seorang gadis bangsawan gadis itu menatap remeh kearah tiara, tiara yang ditatap hanya menghela nafas panjang dia sudah terlalu bosan berdebat dengan orang dia hanya melewati gadis itu.


Gadis itu seperti tidak terima dan langsung menjengut rambut tiara mereka semua yang ada disana menatap kaget kearah mereka berdua teman teman tiara berniat maju tapi ditahan oleh seorang senior.


"Dasar j*l*ng berani sekali kamu tidak memgubrisku".


Tiara menarik tangan gadis itu dan membalik posisinya hingga dia berada dibelakang gadis itu dan memegang kedua tangan gadis itu dengan satu tangannya, tiara menatap dingin gadis itu, gadis itu meringgis karena tatapan tiara dan cengkraman kuat tiara.


"Kau dasar j*l*ng lepaskan tangan mu dariku".


Tiara memutar bola matanya dia terlalu bosan dengan tingkah laku para gadis gadis disini.


Tiara menatap gadis itu dan mengangkat kepalanya dia berbicara dengan lantang, membuat mereka yang ada disana dapat mendengar ucapanya.


"Mulai detik ini juga jika aku mendengar pembulian disini maka aku akan menghukumnya sesuai yang dilakukannya".


Tiara menyeringai dan menatap gadis yang terlihat ketakutan saat melihatnya

__ADS_1


Oh ya tadi kamu menjengut rambutku tadi kamu melakukanya dengan tangan yang mana tangan kanan


Dengan ketakutan gadis itu mengeleng. Tiara tersenyum semakin menakutkan.


"Kalau begitu tangan kiri".


Ketakutan semakin menyelimuti gadis itu tiara memegang tangan kiri gadis itu dan mulai mematahkan jari jari tangan gadis itu satu persatu.


Krakk.


"Aaargh".


Lalu tadi kamu bicara apa pada ku oh... Ya j*l*ng bukan biarkan aku merobek mulutmu supaya kau tidak asal berbicara lagi.


"Tidak jangan".


gadis itu berusaha menjauhkan mulutnya saat ditangan tiara terdapat belati angin yang sangat tumpul. Saat belati itu mau mengenai mulut gadis itu sebuah tangan memegang tangan nya dia mendongak dan melihat seorang laki laki tampan menahan tanganya.


"Tolong maafkan meimei ku karena telah membuatmu malu aku yang akan menghukumnya sendiri tapi tolong maafkan meimei ku".


Laki laki tampan itu membungkuk 45 derajat dia terlihat sangat sopan dibandingkan adiknya tiara mulai merasa bahwa gadis ini bukan adik laki Laki ini masalahnya sifat mereka sangat jauh berbeda.

__ADS_1


"Baiklah karena kau sudah sopan aku akan memaafkan meimeimu tapi tolong bilang untuk tidak seenak nya seperti tadi dan kamu...".


Tiara menatap dingin gadis itu dengan nada yang menusuk dia berbicara.


"Jangan pernah kamu mengucapkan perkataan yang kamu sendiri tak suka mendengarnya jika orang lain mengucapkanya kepadamu".


Tiara berbalik dan pergi dari sana huaran langsung mengejar nonanya sedangkan gadis itu terdiam ditempat Yongheng mendekati gadis dan laki laki itu lalu mulai berbicara.


"Aku pernah mendengar dari gadis tadi yang mengancammu bahwa berhentilah menyalahkan orang lain, cobalah lihat kesalahan pada dirimu sendiri dari kata katanya tadi membuatku menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya ingat ucapan ini, dan ini juga peringatan untuk kalian semua bahwa diatas langit masih ada langit jadi jangan pernah sekali kali meremehkan seseorang begitu saja ".


Yongheng dan yang lain pergi dari sana sedangkan disisi tiara, tiara berjalan dengan bosan kekamar yang diberikan untuk murid murid akademi.


Sesampainya dikamar dia menatap kamar yang cukup besar setiap kamar ditempati lima orang campur laki laki , perempuan meskipun begitu keamanan disana sangat ketat hingga tidak ada kata macam macam lagi bisa perempuan, perempuan atau laki laki , laki laki tergantung nomor masing masing kamar


Dan sialnya tiara seorang diri dari keempat laki laki dan satu perempuan tiara merasa sebenarnya ini keberuntungan atau malang petaka.


Dikamar tiara ada Yongheng, tao ci,wang xiaohui dan seseorang laki laki yang tidak tiara kenal.


Tolong dukung aku terus dengan cara klik like, vote dan favorite dukungan kalian sangat. Berarti untuk novel ini terima kasih readers ku juga jaga kesehatan ya sama sama kita melawan covid 19 #dirumah aja


__ADS_1


__ADS_2