
"Sekarang kita mulai dari mana".
"Bagaimana dengan mulai mencari pil seribu guna".
Yang lain mengangguk setuju dan langsung pergi menuju lereng gunung berapi.
Dalam perjalanan tiara tidak mempedulikan mereka dan hanya sibuk membunuh hewan spiritual dan mengambil herbal herbal yang berada disekitar mereka.
Sebenarnya sejak awal banyak dari mereka yang tidak peduli keberadaan yang mempedulikan keberadaan nya hanya yongheng, huaran dan changyi.
Huaran mendekati salah satu tanaman beracun yang bernama teratai spirt tiga tangkai
Teratai spirt tiga tangkai adalah salah satu herbal beracun jika terkena tangkai teratai ini tubuh orang itu akan merasakan kultivasinya turun drastis dan akan menghancurkan tubuh secara perlahan.
Tapi teratai ini sangat berguna untuk latihan dalam membentuk tubuh baru latihan ini dilakukan didalam gunung berapi.
"Huaran jangan sentuh itu".
Tiara menghampiri huaran dan menarik tangan huaran untuk menjauh dia mengunakan tangannya dan hembusan angin berhembus lembut menarik teratai spirt tiga tangkai dan akar akarnya keluar dia berniat menganti tubuhnya ini meskipun dia sudah mencapai tahap pondasi tingkat menegah tapi dia berniat menganti tubuhnya dengan tubuh kristal teratai biru.
Mereka kembali melanjutkan perjalanan ditengah perjalanan mereka dihadang oleh sekelompok lebah merah yang mendekat kearah mereka dari arah depan.
"Bagaimana ini apa yang harus kita lakukan".
Tiara mengaktifkan sistem.
"Wenhua tolong carikan dalam sistem botol yang berisi madu ".
__ADS_1
"Baiklah".
Beberapa saat kemudian muncul botol madu dihologram milik tiara.
Botol madu.
Berisi madu biasa yang dapat menarik perhatian lebah apa pun jenis lebah itu.
Berharga 10 koin emas / 3 spirit stone.
"Gunakan spirit stone ".
Loading....... Pembelian sukses botol madu sekarang sudah masuk ke inventori nona.
Tiara memencet tombol inventori dan mengambil botol madu itu.
Mereka mendengar teriakan seseorang perempuan, dengan segera mereka berlari kearah sumber suara itu, disana mereka melihat seorang laki laki muda dan perempuan cukup tua sekiranya umurnya 30 tahunan tapi masih terlihat masih cukup cantik.
Tengah dihadang oleh seekor serigala besar dan gerombolanya dikira kira serigala serigala itu memiliki tingkat lima level menegah.
Tiara mendekati serigala serigala itu, dia berdiri di hadapan serigala serigala itu lalu menengok kebelakang
"menjauhlah".
perempuan dan laki laki muda yang diperkirakan anaknya itu menjauh menjaga jarak tiara mengulurkan tangannya dan mengelus kepala serigala yang paling besar dari serigala yang lain.
"Apa yang kau inginkan? ".
__ADS_1
"Nona aku ingin plat yang dibawa perempuan dan anaknya itu".
Tiara menatap bingung kearah serigala itu
"Kenapa kau menginginkannya? ".
"Karena plat yang dibawa mereka diambil dari salah satu darah serigala ".
"Ternyata begitu".
Tiara berbalik dan menghampiri mereka berdua.
"Aku sudah berkomunikasi dengan serigala ini dan dia ingin kalian memberikan plat yang kalian bawa".
"Tapi ini adalah jalan satu satunya kami masuk keistana".
"Tenang saja aku sudah meminta sahabatku untuk memberi kalian akses masuk istana
Tapi aku bingung Bagaimana kalian bisa masuk ke hutan spiritual bukan kah hutan ini berbahaya".
"Ini... Karena kami kesasar dan tanpa sadar kami sudah berada disini".
"Oh ya sepertinya tidak begitu dari yang aku tahu hutan ini sangat berbahaya untuk manusia biasa sekali pun kalian kesasar bagaimana mungkin kalian masih selamat, sekalipun kalian mendapat keberuntungan yang menakutkan tapi pasti kalian akan memiliki luka sekalipun luka itu hanya luka goresan kecil tapi dari yang aku lihat kalian tidak terluka sama sekali dan tambah anehnya baju kalian tidak sobek atau kotor sama sekali tidak sesuai dengan seorang manusia atau kultivator rendahan sama sekali".
Tiara terdiam sesaat sebelum berbicara kembali dengan nada dingin yang sangat menusuk.
"Apa tujuan kalian ke sini? ".
__ADS_1
Mereka semua yang ada disana melongo tidak percaya sekarang mereka melihat dengan mata kepala mereka sang legenda logika, mereka mulai merasa harus hati hati dalam berbicara dengan sang legenda logika kalau tidak apa yang mereka lakukan akan segera ketahuan.