Tiara Gadis Dingin.

Tiara Gadis Dingin.
Episode 44


__ADS_3

"Ketika seseorang menghina kamu, itu adalah sebuah pujian bahwa mereka menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan kamu, sindirlah dan nasihati mereka jika mereka berada di jalan yang salah".


Beberapa hari kemudian.


Tiara tengah membaca buku tanpa memperdulikan laki laki yang berada disekitarnya.


Yongheng menatap cemberut karena sedari tadi tiara terus mencuekinya dan justru memilih menatap buku dari pada wajahnya.


Dia berusaha keras memikirkan cara untuk membuat tiara tidak mencuekinya terus menerus tiba tiba muncul lampu dikepala yongheng. Pertanda dia sudah mendapatkan ide.


Yongheng mengerakan tangannya dan muncul sebuah bulu merak yang sangat indah ditangannya dia mengerakan tangannya dan mengelitik bulu itu ke telinga tiara membuat tiara mengeliat dia berusaha menyingkirkan bulu itu dari telinganya tapi lagi lagi yongheng dengan jahilnya mengelitik telinga tiara.


Makin lama tiara makin kesal perempatan siku ada di dekat dahinya dia mengerakan tanganya dan menjewer kuping yongheng tidak terlalu kasar.


"A... Aduh.. Duh tiara berhenti aku janji deh tidak akan melakukan hal itu lagi janji.".


Tiara melepas tangannya dari telinga yongheng, yongheng hanya bisa mengusap gusap telinganya dengan memanyunkan bibirnya melihat hal itu tiara kepikiran suatu cara untuk mengoda yongheng.


Yongheng karena kamu membuat masalah untuk ku maka aku akan menghukummu


"A.. Apa yang ingin kau lakukan".


Yongheng berucap dengan gugup karena tiara semakin lama semakin mendekat kearah yongheng pipi yongheng memerah padam detak jantungnya menjadi tak karuan.


Tiara mendekati kuping yongheng dan berbisik suara nya yang terdengar merdu dan indah membuat yongheng jadi salah tingkah.

__ADS_1


"Yongheng aku akan menghukummu agar kau mengerti apa yang kau lakukan telah memancing orang yang salah".


Tiara dengan jahilnya menjilat telinga yongheng yang membuat yongheng melenguh pelan.


"Ughhhh.... Sssst".


Yongheng menatap tiara yang sudah menjauh dengan pandangan lemah tiara benar benar ingin tertawa ini untuk pertama kalinya dia melihat laki laki yang sensitive akhirnya dia tertawa terbahak bahak.


"Hahaha.. Kau benar benar lucu ya, enak juga godain laki laki tampan".


"Kau.... benar benar".


Tiara menganga melihat nada bicara Yongheng yang masih lemah.


"Waduh parah ni bisa sampai begini, nanti kalau ada yang lihat gimana bisa salah paham".


Tiara bisa saja memasukan Yongheng kedalam ruang dimensinya tapi dia akan tahu orang maupun barang pribadinya jadi dia memilih memasukan yongheng kedalam peti pakaian.


Pintu terbuka dan menampilkan sosok laki laki tampan yang membawa sebuah mawar ya siapa lagi kalau bukan tao ci, tao ci mendekati tiara dan memberikan bunga itu tiara mengambil nya dan mengacungkan bunga itu pada tao ci tiara menatap sedikit tajam pada tao ci. Dia langsung to the poin.


"Apa yang kamu lakukan disini apa berita yang ingin kau sampaikan".


Tao ci menatap kesal pada tiara dia sudah terbiasa dengan sikap tiara yang agak dingin kepadanya.


"Hahhh... Nanti Akan ada pertandingan menguji bakat kau harus mengikutinya".

__ADS_1


"Apa hadiah nya ".


"Hadiahnya adalah menjadi seorang senior dan tumbuhan herbal, batu inti hewan spiritual dan koin emas".


Mata Tiara langsung berbinar dia antusias pada hadiah kedua melihat keantusiasan tiara membuat tao ci ingin mencubit tiara dia menyuruh tiara menganti baju dan langsung pergi dari sana, tiara teringat bahwa yongheng masih berada dalam peti dengan cepat dia langsung menghampiri tempat Yongheng dan membuka petinya dia melihat yongheng yang sangat terlihat kesal tiara tersenyum dan mengulurkan tangannya membantu Yongheng, yongheng bangun dan keluar dari peti itu dia menatap kesal kearah tiara.


'Ayo lah sudah jangan kesal lagi aku. Minta maaf lagian kamu juga membuat ku kesal jadi aku membalas perbuatan mu apa salahnya.".


Pada akhirnya tiara berhasil membujuk yongheng mereka pergi ke aula sesampainya disana banyak yang menatap rendah dan iri pada tiara ditengah jalan dia dihadang oleh putri kerajaan namanya fangyui dia adalah putri dari raja fang jiao dia memiliki sifat sombong dan seenak nya.


"Ternyata punya muka juga si jelek ini datang".


Tiara menatap dingin sungguh dia benar benar sudah lelah untuk berbicara dengan mereka melihat dirinya dicueki fangyui mencengkram kerah hanfu tiara.


"Kenapa kau diam saja ".


"Tidak ada yang ingin aku katakan hanya satu cobalah untuk melihat dari sisi yang tidak terlihat jika masih belum terlihat juga coba nyalakan lampu".


Seseorang tersenyum mendengar hal itu dibalik kata katanya yang tenang sebenarnya ada sebuah sindirin pedas yaitu kalau menilai orang jangan asal, kalau covernya buruk nggak berarti sikapnya buruk


Tiara berjalan melewati fangyui saat berada dibelakang fangyui dia menendang bagian lutut belakang kaki fangyui hingga dia kehilangan keseimbangan dan jatuh kedepan.


"Aku hanya mau bilang bahwa selama kau belum mengetahui musuhmu jangan sekali kali menyerang duluan karena itu akan menjadi kelemahan terbesarmu".


Maaf ya author lama upnya terima kasih untuk para pembacadan mohon maaf jika author punya salah sama kalian jaga kesehatan kalian dan semangat berpuasa dibulan ramadhan.

__ADS_1


See you much.



__ADS_2