
Beberapa menit kemudian pelayan itu kembali membawa gulungan dan kuas tiara mulai menulis pertambahan di gulungan itu, pertambahan mengenai harga barang barang yang tiara beli.
Tembaga.
2.000+3.000 +5.000+5.000+6.000 \=210 perak .
Perak. 50+70+90+100+200\=510 perak + 210 perak \=720 perak.
100 perak \=1 emas.
Jadi, 720 perak \= 7 emas, 20 perak.
Emas.
2+3+4+6+10\=25 emas +7 emas \= 32 emas, 20 perak.
Sama dengan.
50 emas - 32 emas \= 18 emas, 20 perak.
Kesimpulanya.
Harga bahan bahan yang di beli adalah 32 emas, 20 perak.
Tapi pelayan itu mengambil keuntungan 18 emas, 20 perak.
__ADS_1
Semuanya kaget melihat tiara dapat menghitung semuanya dengan baik dan tepat. Pelayan itu ketakutan dia merasa dia salah menyinggung orang.
Tatapan semua yang ada disitu mengidik ngeri kepada Tiara.
Laki laki pemilik toko itu memerah menahan marah dia malu melihat tingkah laku pelayanya yang merendahkan dan membiat malu toko mereka.
Awalnya huaran merasa akan ada hal yang tidak dinginkan dan membuat nonanya terluka terjadi, namun dia salah nonanya menjadi sangat pintar dan tidak dapat di bodohi lagi.
"Bao ni aku menghukummu karena sudah menipu pelangan kita! ".
Sejak awal tiara sangat tahu bahwa pelayan toko itu merendahkan dirinya dan mengangap dirinya lemah oleh sebab itu dia ingin memberi pelajaran padanya agar mengerti posisinya.
"Tunggu dia sudah melakukan sesuatu yang salah, yang membuat toko kalian malu bagaimana jika kita membuat dia merasa malu".
"Kau tahu bukan pelangan adalah raja jika pelangan meresa tidak puas maka pelayan itu harus mendapat hukuman dari pelangan ".
"Ya kau benar nona tapi anda mau menghukumnya seperti apa? ".
Tiara tersenyum menakutkan hingga membuat mereka merinding.
"Akan ku buat kau merasakan akibatnya karena bermain main dengan ku".
Pikir tiara.
"Bagaimana jika kita suruh dia telanjang dada di depan umum sembari membawa papan pengumuman bahwa dia menyesal telah menipu pelangan karena aku masih merasa cukup prihatin jadi aku meringankan hukumanya".
__ADS_1
"Nona kau memang baik kamu boleh membawa semua barang barang ini tanpa membayar dan kau boleh kesini jika butuh bantuan".
"Ah apakah benar".
Mata tiara terlihat berbinar binar.
"Tentu saja nona terhormat ".
"Tapi jika seperti itu maka yang rugi adalah anda lebih baik jika anda memotong gaji bao ni saat aku memerlukan sesuatu ".
"Baiklah kurasa itu cukup membuatnya jera".
'Ah dasar mudah sekali di tipu tapi aku hanya sedikit membohongi pemilik toko yang aku tipu sebenarnya adalah pelayan itu".
Pikir tiara.
Bao ni mengganga dia meringgis melihat gajinya akan dipotong jika gadis ini datang.
Pada akhirnya bao ni menerima hukuman dengan telanjang dada di depan umum sembari membawa papan pengumuman bertulis(saya bao ni menyesal dan tidak akan menipu pelangan lagi).
Seketika tempat itu ramai penduduk banyak orang yang merasa kasihan dan banyak pula orang yang merasa puas karena mereka sudah ditipu bao ni dan mereka merasa itu balasan yang sentimpal untuk bao ni.
Pangeran kekaisaran yang merupakan putra mahkota tunangan tiara bernama hongli dan pangeran ketiga bernama liu chanhai sudah kembali dari kuil mereka melewati kerumunan itu.
Dan mereka melihat tiaradan pelayanya berdiri disamping pemimpin toko itu sekaligus pelayan toko itu yang telanjang dada.
__ADS_1