
"seseorang yang dapat mengendalikan orang lain memang hebat tapi seseorang yang dapat membuat orang lain merasa hebat jauh lebih hebat".
Tiara telah mengantar adik adiknya ke markas
miliknya Tiara berniat membeli makanan bersama dengan huaran mereka pergi ke pasar dan menuju sebuah kedai mereka memesan dimsum.dan memakannya
(dimsum adalah kudapan khas tiangkok yang jenisnya beragam mulai dari Hakau ,mantau hingga bakpao dimsum disajikan dalam wadah kukusan bambu agar tetap hangat)
aktivitas makan mereka berhenti karena mendengar keributan dari kejauhan Tiara bangun dan menatap huaran Tiara meminta huaran untuk membayar dimsum yang mereka makan dan membeli beberapa untuk dibawa pulang.tiara menghampiri tempat keributan itu berada sesampainya di sana Tiara melihat para bandit bandit pasar memukuli keluarga kecil yang berada di sana
dan meminta uang mereka .
para bandit itu pergi dari sana dengan membawa uang keluarga kecil itu tapi tentu saja Tiara tidak membiarkannya Tiara menjentikkan kukunya .
tiba tiba angin besar menerjang para bandit itu para bandit itu terlempar keberbagai arah
bruk,brukkk
salah seorang bandit yang memukuli keluarga tadi terlempar kearah sebuah kedai dan wajahnya terkena air panas hingga melepuh
dia berteriak keras meminta pertolongan.
"argh tolong".
kawan kawan bandit itu langsung berdiri dan membantu bandit tersebut tapi Tiara lagi lagi menjentikkan kukunya muncul beberapa batu kecil yang membuat mereka tersandung ada yang tersandung dan mukanya langsung mengenai kotoran sapi ,Ada yang tangannya terlindas roda kereta yang lewat dan ada juga yang tubuhnya masuk ke kuali minyak panas
__ADS_1
"hump....ini hukuman karena kalian menyakiti orang orang yang tidak bersalah ".
Tiara menghampiri keluarga itu dan memberikan kembali uang yang diambil bandit bandit itu dan juga memberikan uang kepada mereka.
"nona... ini makasih karena telah membantu kami".
"aku tidak sedang membantu kalian aku hanya memberikan karma kepada mereka dan untuk uang itu kalian bisa menyimpannya dan ingat meskipun kalian adalah orang kecil tapi jangan biarkan orang orang itu merendahkan kalian karena menurutku semua orang sama yang membedakan mereka adalah perbuatan mereka kalian boleh merendah tapi jangan sampai kalian direndahkan".
"nona terima kasih sebanyak banyaknya kami tidak akan melupakan kebaikan nona".
Tiara mengangguk dan berjalan pergi bersama huaran dari sana
ditengah perjalanan dia dihadang oleh sekelompok bandit lainya para bandit itu membully seorang pemuda yang terlihat sakit sakitan Tiara meminta huaran membawa pemuda itu menjauh sekarang Tiara tengah dikepung oleh para bandit itu
"serahkan uang yang kau miliki dan juga tubuhmu untuk kami.".
"ah tentu saja aku akan melayani kalian tapi tolong biarkan pelayan ku dan pemuda itu pergi dari sini" .
Tiara sebenarnya merasa muak dengan akting ini tapi dia ingin sedikit bermain main dengan bandit bandit ini.
"hahaha....bagus akhirnya kau sadar akan posisimu karena kau telah membuat ku senang maka aku akan melepaskan mereka".
Tiara tersenyum sembari menjawab"terima kasih tuan tuan sekalian atas kemurahan hati kalian".
yongheng yang sejak awal mengikuti Tiara benar benar kesal melihat gadis kesukaan nya di goda seperti itu dia ingin turun tangan tapi dihentikan oleh bawahannya Tiara mengangkat rok hanfu nya membuat para bandit itu menurunkan celana hantu mereka disaat itu juga Tiara langsung lari dari sana membuat mereka yang ada di sana kaget mereka menganga melihat Tiara pergi menjauh dari sana sedangkan yongheng yang melihat hal itu tertawa bersama bawahannya bagaimana tidak para bandit itu ditipu dengan tidak elegannya padahal para bandit itu terlihat sudah tidak sabaran sampai milik mereka menegang tapi Tiara justru menipu mereka dengan cara itu.
__ADS_1
Tiara menghampiri huaran dan juga pemuda itu terlihat sekali huaran menatap Tiara dengan pandangan khawatir
"nona...kau tidak apa apa ,ada yang terluka tidak".
Tiara tersenyum dan mengeleng "tentu saja tidak ada aku kan gadis logika kau tahu tidak huaran tadi kan para bandit itu mereka sudah terlihat tidak tahan hingga milik mereka menegang tapi aku berhasil membuat mereka kecewa dengan cara lari dari sana".
"nona bukankah sulit untuk lari dari sana".
"tentu saja tidak kau tahu kan seorang perempuan yang mengangkat roknya dengan seorang laki laki yang menurunkan celananya kan lebih cepat perempuan yang lari dari pada laki laki tentu saja mereka ketinggalan jauh kalau mau mengejar ku".
huaran tersenyum mendengar hal itu dia hanya bisa mengeleng gelengkan kepalanya melihat kelucuan nona nya .
"anu ...makasih telah menolongku kalau tidak ada nona nona mungkin aku akan mati tadi".
ucap pemuda yang membawa kuas itu dengan pipi memerah ya bisa dibilang laki laki itu terlihat cukup tampan meskipun dia sakit sakitan .
"apa perkerjaan mu ".
"itu .... saya berkerja di sebuah tempat melukis meskipun ini terlihat murahan tapi ini cita cita saya untuk menjadi seorang yang terkenal dalam melukis tapi terkadang saya merasa perkerjaan saya terlalu rendahan".
"menurut ku itu bukan pekerjaan rendahan justru menurutku perkerjaan itu cukup bagus kau dapat menjual lukisan lukisan mu kepada para pembeli dan mendapatkan uang dan juga aku suka orang yang berusaha untuk mencapai cita citanya sekecil apapun usahamu itu jauh lebih baik dari pada tidak mempunyai usaha apapun dan juga sebaiknya kau jangan mendengar apapun yang dibicarakan orang lain jadilah diri mu sendiri itu yang terpenting".
"itu.....terima kasih banyak saya merasa semangat lagi setelah mendengar perkataan anda saya harap kita dapat bertemu lagi dan juga saya janji akan menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya" .
__ADS_1
Tiara tersenyum dan pergi menjauh bersama huaran.