
Hahaha kalian sangat semangat aku senang sekali bahwa kalian terus mendukung aku tapi jangan lupa ya dukung aku terus dengan cara klik tombol like, vote dan favorite kan karna semua itu gratis ~kata frosdiamond~.
Enjoy the novel~.
"Kyaaa kau jangan membuat ku kaget, bagaimana kau tahu aku memasuki anak buah mu, atau kau adalah gay".
Pertanyaan tiara yang penuh selidik itu membuat laki laki didepan tiara menghela nafas panjang.
"Bagaimana mungkin aku seorang gay".
Banyak pelayan yang berlalu lalang mendengarkan apa yang mereka bicarakan hal itu membuat laki laki didepanya menahan malu dengan marah laki laki di depanya mengomeli para pelayan.
"Hey pergi dari sini kalau kalian masih ingin nyawa kalian selamat. ".
"Ih yang mulia seram apa benar jangan jangan yang mulia punya hubungan terlarang".
"Puft ini balasan karena kamu berani macam macam dengan ku".
dengan perasaan tidak karuan laki laki itu membentak para pelayan hingga membuat para pelayan langsung pergi dari sana tentu hal itu membuat tiara tidak tahan untuk tidak tertawa.
"Hahaha kau benar benar diangap gay oleh pelayan mu sepertinya reputasimu akan memburuk".
Melihat tawa lepas yang di keluarkan tiara membuat laki laki itu tersenyum lembut, "karena kau sudah membuat ku malu aku akan menghukum kamu".
Tanpa menunggu tiara menjawab laki laki itu menarik tangan tiara untuk ikut dengannya.
"Ini adalah hewan spiritual tingkat tinggi kau harus menaklukannya jika kau ingin selamat ".
__ADS_1
"Kau yakin".
Laki laki itu tertawa dan tersenyum menyeringai
"Apa kau takut".
"Tidak tapi aku boleh melakukan caraku sendiri untuk menaklukannya".
"Boleh saja".
Tiara berjalan mendekati hewan spiritual setelah berhadapan dengannya setengah jiwa tiara itu keluar dari tubuh anak buah laki laki itu, anak buah laki laki itu langsung berlari menjauh kearah tuannya.
"Yang mulia apa kau yakin dengan apa yang kau lakukan dia bisa dalam bahaya".
"Aku tahu gadisku tidak akan semudah itu kalah lagi pula jika hewan rendahan itu berani melukai gadisku berarti itu adalah hari terakhirnya untuk hidup".
Tiara tahu hydra atau hidra adalah merupakan monster berbentuk ular atau naga berkepala sembilan jika salah satu kepalanya dipotong, maka kepala tersebut akan tumbuh/membentuk lagi dua kepala baru, dia mengeluarkan nafas beracun mematikan pada setiap kali bernafas.
"Menurut cerita tentang hydra, hydra memiliki kelemahan yaitu hydra hanya memiliki satu dari kepalanya yang abadi. Dan itu juga membutuhkan waktu yang lama untuk menemukannya sekali pun menemukannya aku juga harus berhadapan dengan kepala kepala hydra yang lain yang jelas aku tahu bahwa hydra yang berhadapan dengan ku tidak sebodoh hydra lain jadi apa yang harus. Aku lakukan".
Tiba tiba tiara merasakan pukulan di bagian tubuhnya dia terlepar cukup jauh dan mengeluarkan seteguk darah segar hal itu membuat laki laki itu marah dia hampir melukai hydra itu tapi dihentikan oleh tiara.
"Bukan kah kau menyuruh ku bertarung sampai aku dapat menaklukan hydra ini kenapa kau menganggu ".
"Mana mungkin aku membiarkan kau terluka".
__ADS_1
"Jangan mengangguku kalaupun aku mati kau harus menjaga keluarga ku".
Laki laki itu terdiam dia menatap kosong ke bawah.
Tiara sudah menemukan cara untuk menaklukan hydra ini.
"Tuan hydra yang hebat aku tahu aku tidak dapat. Mengalahkan mu dari segi kekuatan tapi bagaimana kita melakukan taruhan dari segi kepintaran. ".
"Baiklah apa yang kau inginkan"
"Jika aku menang kau harus menjadi tunganganku bagaimana".
"Hemp baik saja tapi jika aku yang menang berikan dirimu untuk aku makan".
Deg.
Laki laki itu menekuk tangannya aura yang di keluarkannya begitu menakutkan membuat siapa saja merinding. Tapi laki laki itu merasa sentuhan yang menenangkan dipundaknya dia menenggok kesamping dan melihat tiara tersenyum manis.
"Kau tenang saja aku akan menang jika kau yakin denganku".
Laki laki itu. Mengangguk pelan.
Tiara mendekati kembali hydra itu.
"Baiklah kita mulai aku akan memberi teka teki kau yang menjawab kita akan di beri tiga kesempatan jika kau berhasil menjawab ketiga teka teki ku kau yang menang tapi jika tidak aku yang menang bagaimana".
"Baiklah lakukan".
__ADS_1