
Saat di dalam tiara mengeluarkan kantung ciankun emas (kantung ciankun emas adalah kantung penyimpan kantung ini termasuk sebagai alat penyimpan level tinggi kantung ini juga memiliki tiga tingkat tingkat rendah sedang dan tinggi untuk mengetahui tingkat berapa kantung itu maka akan ada tulisan muncul di kantung itu menunjukan tingkatan kantung ciankun emas itu).
Tiara mengeluarkan cermin dari kantung itu dan memperlihatkanya kepada huaran.
Seketika huaran kaget melihat cermin yang begitu jernih seolah kita melihat sendiri kembaran kita.
"Nona bagaimana anda mendapatkan cermin ini cermin ini pasti sangat mahal".
"Tidak aku yang membuat nya dan mungkin jika aku melelangkanya harganya akan murah".
"Tidak mungkin nona mungkin harga cermin ini bisa mencapai 10 juta koin emas".
"Jangan membuat ku tertawa huaran".
"Nona saya tidak sedang bercanda, anda tahu bukan yang mulia ibu suri".
"Ya aku tahu".
"Harga cermin Yang mulia ibu suri saja berharga 1 juta koin emas itu pun tidak tampak sejernih ini".
Tiara kaget mendengar hal itu dia hanya terdiam, dia memikirkan apa yang di ucapkan huaran dia berpikir jika dia mendapatkan uang sebanyak itu maka dia akan bisa menyelamatkan orang tuanya.
Sesaat kemudian dia menyeringai sekarang dia tahu apa yang harus dilakukanya.
"Huaran tolong kamu jaga kediaman ini aku akan pergi sebentar".
"Nona kau baru saja kembali tidak bisakah kau istirahat".
__ADS_1
"Ada beberapa hal yang harus aku lakukan kau jaga lah kediaman ini".
Tapi meskipun tiara membujuk huaran, itu tidak membuat huaran goyah kepercayaanya.
Tiara berusaha berpikir keras untuk dapat membujuk pelayan setianya ini agar mau membiarkanya pergi . tiba Tiba tiara mendapatkan ide agar bisa keluar dari kediamanya
tiara melancarkan jurus pupueyes kepada huaran hingga huaran tidak berdaya
"Baiklah nona Tapi harus segera pulang".
"Baiklah aku janji".
Tiara kembali pergi Dari kediamanya dia sesampainya di pelelangan dia memasuki tempat itu disana terdapat banyak orang yang datang di lantai pertama adalah lantai untuk orang orang biasa.
Lantai kedua Dan ketiga untuk tamu khusus.
Beberapa menit kemudian seseorang pelayan perempuan cantik Menghampirinya.
"Nona terhormat Ada yang bisa saya bantu? ".
"Aku ingin melelangkan cermin ini! ".
Tiara mengeluarkan sebuah cermin berukuran besar Dari kantung ciankun.
Pelayan itu melihat cermin tersebut dengan pandangan kaget pelayan itu seperti melihat bayanganya sendiri.
Melihat pelayan itu terlihat kaget dengan mulut menganga membuatnya tersenyum.
__ADS_1
"Hai kenapa Kau hanya diam? ".
"Ah ma... Maaf nona atas kelalayan saya".
Pelayan perempuan itu tampak merona sepertinya dia canggung atas apa yang dia lakukan
"Tidak apa apa tolong panggil pemilik tempat ini".
"Baik nona terhormat".
Beberapa menit kemudian.
Pelayan itu datang dengan seorang pria yang tampak masih muda.
Tiara Dan pemilik tempat ini membicarakan harga yang pantas untuk cermin milik tiara.
Beberapa menit kemudian.
Pelelangan dimulai ditengah tengah tempat itu berdiri seorang gadis yang membawa sebuah nampan berisi botol porselin Dan botol ramuan.
Perempuan itu Mulai berbicara.
"Disini saya membawa nampan berisi botol porselin Dan botol ramuan botol porselin yang pertama berisi pil arwah pil arwah adalah pil yang digunakan untuk membangkitkan arwah Dari alam atas pil ini akan dilelangkan dengan harga 100 koin emas".
Mendengar hal itu mereka berbondong bondong ingin mendapatkanya.
Tiara terdiam dia tahu kegunaan pil ini.
__ADS_1