Tiara Gadis Dingin.

Tiara Gadis Dingin.
Episode 35


__ADS_3

Thank you very much😘 untuk para readers ku tersayang yang selalu support dari awal sampai sekarang aku harap jika kalian punya saran atau kritikan boleh langsung ditulis dikolam komentar dari pada kalian stres sendiri tolong tetap dukung aku 1 like kalian sangat berarti untuk aku.


Tanpa lama lama kita kembali kecerita


Enjoy the novel~


Tiara memasuki tubuh laki laki bayangan itu


Dan tiara sendiri merasa bodoh karena lupa menanyakan nama laki laki ini.


Laki laki tersebut memasuki sebuah hutan yang setahu tiara ini adalah hutan darah.


Konon dahulu kala hutan darah adalah sebuah hutan yang dipenuhi siluman, iblis, dan makhluk makhluk menakutkan yang ga kala anehnya menghuni tempat ini disebut hutan darah bukan berarti dipenuhi darah bukan tapi karena disini banyak sekali kultivator yang sudah tidak bernyawa lagi dan tubuh mereka pun sudah tidak wajar lagi, disini banyak sekali hantu yang bergentayangan, mereka yang tidak mau bereinkarnasi akan menjadi hantu disini, berbagai macam kutukan menakutkan ada disini membuat tempat ini semakin mencekam, konon pula disini ada seorang penguasa katanya laki laki itu tidak berbentuk seperti roh ada pula yang berkata bahwa itu bukan wujud asli laki laki itu, wujud asli laki laki itu sangat tampan melebihi raja roh, dan raja neraka.


Tiara memperhatikan sekitar dan melihat banyak makhluk memperhatikan mereka dengan rupa rupa yang berbeda hantu hantu disini pun juga bermacam macam.


Saat laki laki yang tubuhnya dimasuki tiara terus masuk hingga lapisan ketiga tiba tiba didepan mereka muncul sosok hantu yang sangat familiar dimata tiara.


Dorr


Muncul sosok bernama pocong dihadapan mereka"Buset disini juga ada hantu dari indonesia pantas saja tempat ini dikata kan tempat yang sangat menakutkan melebihi

__ADS_1


Kerajaan hantu".


Krik krik krik.


"Hey kenapa kau tidak takut".


Laki laki itu menepuk dahinya


" bagaimana kau bisa menakut kau saja dan dan seperti bencong".


"Dasar menyebalkan bisa tidak sih pura pura terkejut sedikit, kau tahu aku sudah berdiri diatas pohon kaki ku jadi kesemutan dan sekarang saat mengagetkan mu aku.malah nyangkut begini".


"Woy tolongin woy".


"Kasian banget ni pocong ditakut takutin ga mempan sekarang nyangkut pun ga ditolongin".


Laki laki itu langsung melanjutkan perjalanan tanpa memperdulikan sipocong yang lagi ditolongin teman temannya.


Mereka sampai disebuah kastil yang sangat menyeramkan begitu banyak bercak darah dan dinding yang sudah tua dan rapuh, tengkorak 💀 tergeletak dimana mana aura kesepian terasa sangat mencekam membuat bulu kudu berdiri satu kata yang mengambarkan tempat ini adalah menakutkan. Terlihat beberapa pelayan yang berjalan melewati laki laki itu.


"Sepertinya yang mulia sedang mood buruk".

__ADS_1


"Iya ini sangat menakutkan lebih baik jangan menganggunya kalau mau kita selamat".


Laki laki bayangan ini terus masuk kedalam kastil aura yang semakin mencekam menyelimuti mereka hingga tiara disuguhkan dengan pandangan yang menakutkan.


Sosok laki laki yang tampan tengah duduk disingasana bagian muka nya tertutup topeng hingga tidak terlalu terlihat wajahnya hanya bibir yang cantik dan hidung yang mancung terekspor keluar. Sayangnya laki laki itu seperti tengah memakan sebuah benda berbentuk jantung yang membuat dia terlihat menakutkan


"Bagaimana apa yang kau dapat dari pengawasan mu".


Sebelum laki laki ini menjawab tiara langsung mengambil kesempatan ini untuk berbicara


"Tuan tidak ada yang sepesial dia hanya seorang perempuan yang terobsesi dengan uang".


"Hem menarik


Lalu apa kau mendapat sesuatu yang sepesial seperti cara dia memasuki tubuhmu".


Tiara kaget dia tidak menyangka bahwa laki laki ini mengetahui dirinya memasuki tubuh anak buahnya ini, dia sekarang menjadi sangat was was, melihat hal itu laki laki itu tersenyum dan mengangkat dagu nya tatapan mereka saling tertuju laki laki itu tersenyum menyeringai dan mendekatkan bibirnya pada kuping anak buahnya.


"Aku tahu kau disana sayang".


Lalu meniup kuping anak buahnya.

__ADS_1


__ADS_2