
"Cobalah menjadi pelangi di awan seseorang".
Changyi kembali dengan membawa huaran ditanganya tiara menghampiri mereka dan tersenyum melihat huaran dan changyi baik baik saja.
"Syukurlah kalian baik baik saja".
"Aku tidak akan membiarkan kalian semua terluka aku tidak ingin kehilangan orang orang yang aku sayangi lagi". Batin tiara.
Mereka melanjutkan perjalanan ke pangoda lereng disana mereka dikejutkan dengan sosok naga yang sangat menyeramkan
Naga itu menyadari keberadaan mereka dan langsung menyerang mereka tanpa aba aba tiara menghindar dan langsung menaiki punggung naga itu naga itu mengoyang goyangkan ekornya tiara terus berpegangan kuat pada punggung naga itu dia beranjak naik keatas kepala naga itu tiara mengeluarkan giok azura dan menunjukannya ke naga itu, naga itu kaget saat melihat giok azura dan langsung menjatuhkan dirinya hormat kearah tiara tiara turun dari atas kepala naga itu dan mengusap kepala naga itu tampak terlihat bahwa naga itu ketakutan hingga tubuhnya gemetaran.
"Nona maafkan aku karena hampir melukai nona".
"Tidak perlu aku tahu kau waspada karena kamu merasa kami memasuki wilayah mu seenaknya".
"terima kasih banyak nona".
Tiara tersenyum dan mengganguk huaran dan yang lain mendekati mereka tiara menatap naga itu dia berniat meminta tolong mengenai pil seribu guna tapi dia merasa ada yang ganjal dengan sang naga dia memutuskan untuk membicarakanya.
"Naga ada yang ingin aku bicarakan".
__ADS_1
"Ada apa nona apa yang ingin kau sampaikan".
Tiara tersenyum lalu mulai berbicara.
"Kenapa aku merasa kamu sudah lama tidak berlatih".
Tatapan naga itu menjadi sendu dia mengangguk.
"Maaf nona saya tidak berlatih lagi karena saya hanya monster tua yang menjaga gunung ini".
Tiara menutup matanya dan tersenyum. Dia kembali membuka matanya.
"Menurutku tidak begitu menurut ku kau tidak selemah yang kau lihat dimata ku kau lebih dari itu , buktinya banyak kultivator iblis dan lainya takut pada mu dan hormat pada mu lagi pula kau tidak pernah terlalu tua untuk menentukan tujuan lain atau memimpikan impian baru asalkan kau berusaha untuk mencapai impian mu maka tidak ada yang bisa menghalangi mu dalam mencapai impian mu".
Naga itu tersenyum untuk pertama kalinya ada seseorang sebaik gadis ini mengucapkan kata kata yang membuatnya semangat kembali.
"nona sekali lagi terima kasih gara gara kamu aku kembali semangat untuk mencapai tujuan ku".
"Bagus kamu kembali bangkit tapi ngomong ngomong aku kemari mau bertanya soal pil seribu guna apa kau tahu letak tempat pil seribu guna".
"Aku mempunyainya nona kamu dapat mengambilnya".
"Terima kasih banyak aku akan kembali, ingat pesan ku tadi".
__ADS_1
Naga itu mengangguk tiara dan yang lain pergi dari lereng itu mereka melanjutkan perjalanan untuk membunuh ular darah yang berada di lembah kematian.
Mereka sampai di dekat lembah kematian disana banyak sekali mayat yang sudah membusuk karena tidak diurus.
Mereka memasuki lebuh jauh lembah kematian bau busuk semakin menyengat hidung mereka, mereka melihat sosok ular yang menyeramkan tengah memakan seorang kultivator , teman teman kultivator itu tengah dikurung disebuah kurungan emas.
Ular itu menyerang tiara dan yang lain dengan ganas dia sangat agresif hingga sulit menghindarinya tiara meloncat tinggi kebelakang dia berdiri disalah satu batu yang menjulang tinggi.
Ular itu dikelilinggi oleh ular ular kecil lainnya.
Tiara merasa ada yang salah ular yang dikatakan suruh dibunuh adalah ular level rendah tingkat lima tapi yang dia lihat sekarang mungkin ular yang sudah sampai tahap bumi. Dia merasa mungkin yang dia lawan seharusnya adalah ular ular yang berada di sisi ular itu tapi dia justru bertemu langsung dengan sang bosnya.
Tiara mengerakan tangannya muncul sebuah granat ditangannya dia melempar granat itu dan ledakan besar terjadi .
Bommm.
debu debu bertebaran kemana membuat mereka yang ada disana terbatuk batuk
Saat ular itu lengah tiara mengunakan katananya yang sangat tipis dan tajam memotong ular ular yang berada disekitar ular besar itu.
Granat adalah bom yang digengam dan dilemparkan mengunakan tangan.
__ADS_1