
Saat di luar tiara menatap kedua penjaga tadi.
Dia menyeringai.
"Hei kalian tahu aku sudah melaporkan kalian".
Mendengar hal itu tubuh mereka langsung mengigil.
"Nona tolong jangan laporkan kami kami mohon".
"Sayang sekali aku sudah lebih dahulu melaporkan kalian, tapi....".
Tiara menutup matanya menghela nafas pelan dan membuka matanya lalu melirik mereka.
"Aku bisa membantu kalian menarik kembali laporanku dengan satu syarat".
Nona, apa pun syarat yang kau minta kami akan melakukanya asalkan kau menarik kembali laporanmu
Tiara tersenyum dingin.
"Hump... Siapa suruh kalian menganguku inilah akibat dari bermacam macam denganku dan kalian juga kena tipu olehku".
Memikirkan hal itu tiara membuat tiara ingin tertawa bagaimana mungkin mereka dengan bodohnya tertipu.
"Berikan uang dan lahan yang kalian miliki saat ini".
Mereka kaget keduanya terdiam tentunya mereka berada dalam kebimbangan antara memilih dipecat dari kekaisaran atau memberikan harta yang selama ini mereka kumpulkan, pada akhirnya mereka memilih memberikan harta mereka.
__ADS_1
"Baik... Baiklah nona kami akan memberikan lahan dan uang yang kami miliki".
"Bagus aku akan menarik kembali laporanku".
Akhirnya setelah mereka mendatangani surat memberikan sebidang tanah dan uang yang mereka punya. Tiara langsung pergi meninggalkan mereka sebelum pergi tiara berhenti sebentar.
"Aku sudah menarik kembali laporanku sekarang kita impas".
Tiara langsung berjalan pergi, meninggalkan yang menganga tidak percaya.
Sedangkan bayangan yang mengikuti tiara tersenyum dan menghilang.
Saat dijalan tiara terdiam dia kembali mengingat kejadian tadi.
Sejak dia berubah kewujud aslinya dia merasa bayangan yang waktu itu kembali mengawasinya dia mulai merasa bayangan itu muncul jika dia kembali kewujud aslinya
Dan juga saat aku berubah kediriku yang dulu atau palsu, aku juga menyembunyikan level kultivasi ku jadi mungkin saja bayangan itu akan tahu itu aku jika aku mengeluarkan energi spituralku".
Tiara tersenyum dingin dia sedikit tidak menyangka karena akal akalanya dapat menipu orang.
Huaran yang melihat nonanya diam sedari tadi akhirnya menegurnya.
"Nona, apa nona baik baik saja? ".
Tiara menengok kearah huaran yang terlihat menatapnya khawatir, entah kenapa hatinya terasa hangat.
"Aku baik baik saja huaran kau tidak perlu khawatir lebih baik kita segera kembali ini sudah sangat malam".
__ADS_1
Huaran mengangguk mengerti
Keesokan harinya.
Tiara bangun dari tidur nyenyaknya tiba tiba terdengar suara berisik dari luar kamarnya , dia memakai topeng pengubah wujud dan menyembunyikan energi spituralnya dia langsung menuju pintu saat di luar dia melihat segerombolan dan penjaga kekaisaran seorang menteri dan pangeran hongli.
"Yang mulia ada apa berkunjung ke kediaman saya".
Tiara berbicara dengan nada dingin dan menusuk.
Hongli mengepal tanganya
"aku ingin membatalkan pertunangan kita".
"Oh.... Apa ada perihal lain kalau tidak ada silakan pangeran keluar".
Kepalan tangan hongli semakin kuat hingga memutih. Rahangnya mengeras.
"Beraninya kamu berbicara seperti itu".
Sebelum tiara menjawab menteri politik menyela pembicaraan mereka.
"Maaf putra mahkota saya tidak bermaksud menyela pembicaraan kalian tapi saya disini membawakan titah kaisar".
Ah.. Kalau begitu silakan lanjutkan menteri".
Tiara mencueki hongli dia melirik hongli yang terlihat sangat marah melihat dirinya mencueki Laki laki itu, dia menyeringai melihat nya.
__ADS_1