Tiga Hati Untuk Carla

Tiga Hati Untuk Carla
Episode 11


__ADS_3

Bunyi ketokan pintu membuatku langsung terbangun dari tidur nyenyak ku. Sebenarnya aku masih ngantuk tetapi alarm alamiku juga sudah berbunyi. Siapa lagi kalau bukan Ibuku. Alarm alami tanpa perlu di atur lagi. Karena pastinya sudah paten.


"La... La... Ayo bangun sudah Adzan subuh, kamu kan harus belajar lagi." Panggil Ibu dari luar pintu kamarku.


"Iya Bu, sebentar lagi. Carla masih sedikit ngantuk." Jawabku.


"Tapi nanti kamu ketiduran lagi. Masa kamu kalah sama Ayam si? Ntar keburu rezekinya di patok ayam Lo."


"Iya... iya... Ini udah bangun." Kesalku membuka pintu dan mengucek mata sambil menguap.


"Ih anak gadis ibu kok tumben males-malesan gini si? Biasanya jam 3 aja sudah bangun."


"Nggak tau ni Bu, badan Carla tumben capek banget. Kepala Carla juga pusing Bu."


"Ya maklum lah La, kamu sekarang banyak kegiatan dan ditambah lagi sedang ujian kan?"


"Iya Bu, mungkin kecapean ya Bu?"


"Bisa jadi... Ya sudah sana sholat subuh dulu, habis itu langsung belajar lagi sebentar sebelum mandi. Ibu bikinkan teh jahe panas dulu buat kamu biar badan kamu enakan."


"Oke Bu siap. Makasih ya Bu, Ibu memang paling Ter the best deh pokoknya." Jawabku sambil berjalan menuju tempat wudhu dan kemudian melaksanakan sholat subuh."


Itulah Ibuku, beliau tidak pernah membeda-bedakan kasih sayang terhadap anak-anaknya.


Apapun yang di butuhkan oleh anaknya beliau langsung tanggap. Makanya kalau ada pesanan atau membuat kue untuk di jual di pasar, aku rela ikut bangun pagi buta demi bisa membantu Ibuku. Aku nggak mau Ibuku susah sendiri.


"La... Ayo sarapan, adikmu dipanggil sekalian biar bisa sarapan bersama." Bapak memanggilku untuk sarapan bersama.


"Iya pak, sepertinya Putra masih ganti baju."


"Oh ya sudah, kamu sarapan dulu aja. Kalau nunggu Putra nanti kamu terlambat ke sekolah." Ucap Bapak sambil meminum kopi dan memakan singkong goreng kesukaannya.


"Iya pak." Jawabku lagi sambil menaruh tas dan kemudian duduk di sebelah Bapak untuk sarapan nasi goreng buatan Ibu.


Setelah sarapan pagi, aku pamit ke Bapak dan Ibu untuk berangkat ke sekolah. Beruntung hari ini dagangan Ibu di ambil sama Bu Likku yang juga jualan macam-macam aneka kue basah.


Jadi aku bisa berangkat lebih pagi tanpa harus ngantar barang dagangan Ibuku dulu.


"Pak...Bu... Carla pamit berangkat ya, doakan ujian Rara hari ini diberi kemudahan dan kelancaran dalam mengerjakan." Itulah kebiasaanku jika mau melakukan sesuatu hal apa saja, pasti aku akan pamit dan minta restu sama bapak maupun ibu.


Hari ini aku berangkat sendiri lagi. Karena beberapa hari ini Amanda diantar oleh Ayahnya. Jadi aku selalu berangkat dan pulang sendiri. Ya walaupun sudah terbiasa, tapi tetap aja sepi karena nggak ada teman ngobrol.


Padahal hari ini sebenarnya aku juga mau curhat sama Amanda. Tapi ya sudahlah, nanti di sekolah juga bisa ketemu.


***

__ADS_1


"Hai Amanda..." Aku menyapa Amanda yang baru masuk gerbang sekolah.


"Eh kamu La." Jawabnya sambil menoleh ke arahku.


"Kamu diantar Ayah lagi ya?"


"Iya La, karena Ayah beberapa hari ini ada tugas di kabupaten jadi aku sering diajak berangkat bareng. Maaf ya La, kamu jadi berangkat sendirian..." Ucap Amanda sambil memegang tanganku.


"Iya Man nggak papa. Aku juga sudah biasa kali berangkat sendiri."


"Iya si tapi kamu kan jadi nggak ada temen ngobrol?"


"Iya nih Amanda, sebenarnya tadi aku pengin berangkat sama kamu, karena ada yang pengin aku curhatin." Ucapku sambil nunduk.


"Curhat? Curhat apa La? Kamu ada masalah La? Masalah apa La? Lama siapa?" Amanda memberondong pertanyaan kepadaku karena penasaran.


"Hish... Kalau nanya satu-satu ngapa."


Jawabku dengan agak sinis.


"Ya sorry... Ya sudah yuk cari tempat yang nyaman." Ajak Amanda sambil menggandeng tanganku dan aku mengekorinya dibelakang.


"Gimana Carla, ada masalah apa?" Amanda memulai percakapan.


" A-aku bingung Amanda ngomongnya dari mana?"


Aku menggeleng dan masih menutup rapat mulutku. Aku bingung mau mulai cerita darimana?


" Terus masalah sama siapa?"


" Ehmm Manda, aku mau tanya sesuatu sama kamu. Tapi kamu janji dulu jangan marah sama aku." Ucapku Ragu.


" Iya... iya... masalah apa si? Apa ada hubungannya sama aku?" Tanya Amanda khawatir.


" I-iya Man." Jawabku gugup.


" Hah emang masalah apa La? Sampai kamu kaya takut gitu mau ngomong sama aku."


" Aku cuma takut setelah aku cerita, kamu marah sama aku dan malah jauhin aku."


" Tapi kan aku belum tau duduk permasalahannya La, gimana aku bisa menyimpulkan. Makanya sekarang kamu cerita." Ucap Amanda tegas.


"Manda... Apa kamu ada hubungan sama Randi?"


Amanda menautkan kedua alisnya pertanda dia bingung dengan pertanyaanku.

__ADS_1


"Enggak" Jawabnya singkat.


"Beneran Man? Kamu lagi nggak bohongin aku kan?" Selidik ku sambil memajukan tubuh dan melihat mata Amanda.


"Ish apaan si La? Mana mungkin aku suka sama dia. Aku cuma temenan sama dia."


"Oooohhhh..." Aku sambil menganggukkan kepala.


"Kemarin aku sempat ngobrol sama dia di ruang OSIS. Dia banyak bercerita tentang kamu Man dan dia juga tau banyak tentangmu." Ucapku sambil menahan rasa sesak saat mengatakan semua kepada Amanda.


"Hah? Dia bilang apa aja tentang aku La?"


Amanda bertanya lagi kepadaku.


Eitss sebentar, tapi kenapa yang aku lihat dia nggak gugup dan lebih santai?


Kalau dia menyembunyikan sesuatu dariku, harusnya dia gugup dan nggak mau membahas juga kan? Batinku.


"Pokoknya dia banyak menceritakan soal kamu Man. Makanya jujur aja aku jadi bertanya tanya. Apakah kalian ada hubungan dan kamu nyembunyiin dari aku?" Ucapku lagi.


"Yaa ampun Carla, sampai segitunya kamu mikir? Iya nggak mungkin lah, sama siapa lagi aku curhat kalau nggak sama kamu. Nggak ada yang aku tutupi selama ini sama kamu La."


"Iya maafin aku Man, aku kemarin jujur galau. Aku takut kamu jauh sama aku."


"Iya nggak lah. Aku memang lagi suka sama seseorang. Tapi yang jelas bukan Randi La." Jelasnya kepadaku.


"Hah syukurlah." Jawabku tanpa sadar.


"Eh sebentar La, dari jawabanmu kenapa mengisyaratkan kalau kamu lagi suka sama Randi?" Selidik Amanda.


"Apaan si Manda..." Jawabku malu.


"Fix dah, makanya dari tadi kamu galau dan mikir aku punya hubungan sama Randi. Ternyata ada yang cemburu toh..." Ledek Amanda sambil tertawa.


"Nggak kok Man." Elakku.


"Carla, aku ini sahabatmu sejak lama, aku bisa membaca apa saja yang kamu rasakan dari raut wajahmu." Ucap Amanda


" Tapi Man..." Jawabku yang langsung dipotong oleh Manda.


"Udah kamu nggak usah ngelak lagi deh. Aku paham bagaimana perasaanmu."


"Kamu marah sama aku Man?"


"Iya aku marah banget sama kamu La!" Jawab Amanda ketus sambil melipat kedua tangannya di dada dan membalikkan tubuhnya untuk membelakangi ku.

__ADS_1


"Tu kan kamu marah... Katanya tadi janji nggak marah?" Sedihku.


"Aku marah karena kamu nggak jujur sama aku dari awal La!"


__ADS_2