
Minggu siang ku sempatkan kerumah Ana bersama Amanda. Amanda sudah janji mau nemenin aku untuk kerumah Ana. Karena rumah Ana jaraknya lumayan jauh jadi aku dan Amanda mengendarai sepeda motor.
Beruntungnya aku punya sahabat baik yang selalu ada di saat aku membutuhkan. Dari awal Kami memang sudah membuat komitmen untuk selalu bersama dalam kondisi apapun dan selalu ada jika salah satu membutuhkan. Kami sudah bersahabat dari SD, jadi kami sudah saling memahami karakter serta kelebihan dan kekurangan masing masing.
"Hari ini panas banget ya La." Keluh Amanda.
"Iya beberapa hari ini memang lagi panas banget, harusnya tadi pagi ya kita ke rumah Ana. Jam segini enaknya dipake tidur siang."
"Kalau tadi pagi aku nggak bisa lah, biasa punya adik kecil jadi sudah pasti disuruh jagain. Kamu sendiri pasti juga bantu bantu Ibumu dulu kan biar diijinkan keluar rumah?" Tebak Amanda.
"Haha tebakanmu selalu tepat, lagian Ana jam segitu juga pasti lagi bantu bantu Ibunya kan? Masa iya kita bertamu pagi-pagi. Kan kurang sopan..." Imbuhku.
"Mana ada Ana bantuin Ibunya. Dia mah anak mami... Paling juga jam segini baru bangun karena semalam begadang nonton Drakor. Ucap Amanda sambil tertawa.
"Andai Ana satu sekolah sama kita ya Man, pasti nggak perlu menyita waktu kita kaya gini. Hufttt bener-bener dia nambahin kerjaanku aja. Padahal aku udah melupakan Jonan lo, ehh dia malah nongol lagi sejak dikasih tau Ana." Ceritaku dengan geram.
"Ya elah La... La...Ku bilangin ya, ini terlepas dari kesalahan Ana loh. Tanpa Ana kasih tahupun, kalau sudah waktunya kamu bertemu Jonan pasti bakal bertemu.
Apalagi kita satu sekolah dan kamu juga anak OSIS. Siapa si yang nggak kenal anak OSIS selalu ada di event apapun. Jadi nggak mungkin kan kalau kamu mau menghindar dari kenyataan tersebut. Udah lah terima kenyataan aja kalau kamu sekarang diposisi berat karena banyak fansnya." Jelas Amanda menasehatiku
"Fans Apaan si! aneh kamu Manda... Tapi Iya juga si, hah pusing aku, terus ini gimana dong, kita lanjut apa nggak?" Ucapku galau.
"Lanjut aja lah, sekalian refresing. Sumpek dirumah seharian." Justru sekarang Amanda yang semangat.
"Ya udah kalau gitu, Oke lanjuttt...."
***
Baru kami parkir motor di halaman rumah Ana, dari arah sebrang jalan Ana memanggil kami.
"Kak Amanda... Carla... Udah aku tungguin lo dari tadi." Sapa Ana sambil salaman dan berpelukan.
"Ih kangen ni lama nggak ketemu sejak lulus sekolah.." Ucap Amanda.
__ADS_1
"Berarti sudah hampir 2 tahun nggak ketemu dong? " Imbuhku.
"Iya ya sudah hampir 2 tahun. Lama juga ya kak." Tambah Ana.
"Iya ni, kalau sama Carka kan tiap hari ketemu. Sampai bosen tau."
"Beneran bosen? Aku ngambek loh..?"
Ucapku pura-pura ngambek.
"Nggak... Nggak... bercanda La ..." Ucap Amanda sambil memegang lenganku dan kami tertawa bersama.
"Ayo masuk... Masa didepan rumah si?" Ajak Ana.
"Tumben kamarmu rapi An? biasanya kaya kapal pecah." Sindir Amanda dengan jujur.
"Yaa ampun kak jujur banget si, jadi malu deh..." Ucap Ana dengan menutup mukanya
"Nah emang nyata kan? Dulu waktu kita sering main kesini kamarmu nggak pernah ada rapinya."
"Wah bijak kali ni anak baru juga beberapa bulan pisah... Lagi nggak konslet kan ni otak?" Tambahku sambil mengejek.
"Wah teman apaan kamu, masa teman sendiri diejek gitu, bukannya seneng kek?" Ucap Ana dengan wajah cemberut.
"Iya iya seneng banget malahan. Akhirnya temen kita yang satu ini tobat. Berarti lingkungan sekolah di sana membawa dampak bagus untuk kamu. Iya kan La?" Puji Amanda
"Iyaps betul sekali." Aku membenarkan ucapan Amanda.
"Jangan kaya Carla, baru aja masuk sekolah bukannya tambah pinter malah tambah fansnya." Sindir Amanda.
"Apaan si kamu Manda!!!" Kesalku.
"Hah??? Yang bener kak? Gimana ceritanya?" Tanya Ana serius.
__ADS_1
"Tanya sendiri sama orangnya?"
Kenapa jadi aku yang suruh jawab? Wah ini anak kayaknya punya dendam ke aku deh.
"Gimana ceritanya La?" Ana balik tanya ke Aku.
"Alah itu ntar aja deh ceritanya. Aku mau bahas yang lain dulu. Inti dari kedatanganku kesini." Aku sengaja mengalihkan pembicaraan.
"Emang inti kedatanganmu kesini apaan La? Bukannya cuma main? Apa ada masalah serius?" Tanya ana serius.
"Nggak cuma serius Ana tapi dua rius." Jelasku dengan menggebu-gebu.
"Emang ada masalah apa?" Tanya Ana lagi.
"Yaa ampun Ana, kamu tanya masalahnya apa? kamu tau nggak An, kemarin Jonan datengin aku di kelas." Ucapku geram.
"Ya terus kenapa gitu aja jadi masalah?" Ana masih belum mudeng.
"Iya gimana caranya Jonan tau aku ada dikelas itu kalo nggak ada yang kasih tau Ana!!!" Ucapku dengan masih menggebu gebu karena kesal.
Sepertinya Ana baru menyadari kesalahannya
"Hehe maaf ya La, Aku yang kasih tahu Jonan kalo kamu satu sekolah dengannya dan dikelas mananya. Maaf La kemarin aku keceplosan karena dia nanyain kamu terus." Jelas Ana seperti tidak enak sama aku.
"Iya nggak papa si karena sudah terjadi. Tapi harusnya kamu kasih kabar kek ke aku, biar aku nggak kaget."
" Aku lupa La. Karena pas Jonan tanya, aku lagi ngerjain tugas sekolah. Makanya nggak fokus." Ana menjelaskan.
"Kaya nggak tau aja An, dia itu lagi khawatir karena pertama dia lagi banyak fans dan yang ke dua hatinya sudah kecantol sama yang lain walaupun belum resmi." Tambah Amanda sambil tertawa.
"Kamu ni ada ada aja deh Man, nggak gitu juga kali."
" Iya juga nggak papa kok La, selama dia baik kami akan mendukungmu. Iya nggak kak?
__ADS_1
" Iyaps betul sekali."
Setelah meng-clear-kan masalah kami ngobrol ngobrol mengenang masa bersama dulu.