
Sesuai dengan kesepakatan kemarin antara aku dan Amanda, kalau hari ini kita berangkat lebih pagi dari hari biasanya.
Kebetulan hari ini Ibuku ada pesanan kue untuk arisan di tempat tetanggaku. Jadi untuk hari ini Ibu tidak membuat kue untuk dibawa ke pasar dan aku bisa fokus mengurus urusanku sendiri serta bisa berangkat lebih pagi.
Jam 05.30 aku sudah bersiap untuk berangkat dan pamit terhadap kedua orang tuaku.
Sebelumnya aku sudah kirim pesan ke Amanda kalau aku sudah mau keluar dari rumah. Biar nggak nunggu terlalu lama.
Aku mengambil sepedaku yang ku taruh di samping rumah dan langsung berangkat.
Sampai depan masjid tempat kami berdua janjian , ternyata Amanda sudah duduk dan menungguku disana.
" Hai Man, sudah lama?" Sapaku.
" Belum La, baru aja sampai. Ayo jalan sekarang."
" Ayo..." Aku merasa Amanda berbeda, lebih dingin dari hari biasanya. Apa dia marah? Aduh gimana kalau dia marah, aku kan cuma cerita ke dia karena dia sahabatku dan aku juga nggak ngerti kalau Rasya tiba-tiba kirimin aku cokelat ke rumah. Ucapku dalam hati.
Setelah saling diam, akhirnya Amanda bertanya kepada ku,
"Sudah dibawa suratnya La?"
"Sudah Man." Kemudian kami berhenti di tempat yang sepi, dengan gesit aku langsung mengambil suratnya didalam tas untuk diserahkan ke Amanda.
Amanda membuka dan membaca surat yang tadi ku berikan. Setelah itu dia membuang nafas kasar dan memberikan kembali surat itu kepadaku sambil berkata dengan lirih,
"Dia cepat juga ya, sudah mengambil satu langkah dariku."
Aku bingung dengan yang diucapkan Amanda, maksud Amanda kalau Rasya mengambil satu langkah dari dirinya itu apa?
Sepertinya Amanda tahu kalau aku bingung, kemudian dia mengajakku untuk melanjutkan perjalanan kembali agar tidak terlambat.
__ADS_1
" La, sejujurnya aku sudah tahu ini dari awal." Dalam perjalanan Amanda mengawali pembicaraan.
Aku yang awalnya takut kalau Amanda marah, justru sebaliknya aku lebih dibuat syok dengan pengakuannya.
Aku hanya bisa diam karena sejujurnya masih kaget dan bingung.
"Sejujurnya waktu Rasya minta ngobrol sama aku, dia nanyain tentang kamu. Dia juga jujur sama aku,kalau dia suka sama kamu."
Awalnya ku kira dia bercanda. Karena selama ini banyak cewek yang mendekati dia tapi nggak direspon sama dia. Apalagi dia juga belum mengenalmu kan?" Lanjut Amanda.
Aku masih belum menjawab. Untuk yang ke dua kalinya Amanda membuat aku syok. Ternyata Amanda sudah tau semua. Ditambah setelah Amanda membaca surat dari Rasya yang berisi tentang perasaan isi hatinya terhadapku. Hahh aku semakin nggak ngerti dengan semua ini.
"Dia banyak bertanya tentangmu La, dia memintaku untuk membantunya agar bisa mendapatkanmu. Tapi aku langsung menjelaskan kepadanya kalau kamu susah untuk didekati dan aku juga bilang nggak bisa janji bisa bantu dia untuk mendapatkan kamu. Ya Karena aku juga tahu gimana kamu." Tambah Amanda.
"Maaf ya La, aku belum jujur sama kamu. Aku hanya cari waktu yang tepat saja." Sambung Amanda dengan rasa bersalah.
"Iya Man, nggak papa kok. Aku tau kamu, kamu pasti lebih pentingin perasaanku. Makasih ya selama ini sudah jadi sahabat terbaikku." Ucapku sambil tersenyum.
" Iya La, makasih ya sudah percaya sama aku, dan maafin aku juga nggak jujur dari awal sama kamu."
Dia tersenyum kepadaku dan berucap, "Iya La bener banget. Maafin aku ya La."
"Owh gitu... Dasar sahabat macam apa kamu yang nggak percaya sama sahabatnya sendiri hah...!" Aku pura-pura marah tapi sejurus kemudian langsung tersenyum ke arahnya.
"Hehe iya iya sorry, nggak bakal diulangi lagi deh." Ucapnya sambil tersenyum juga kepadaku.
Hari ini cuaca sangat panas ditambah suara teriakan dari beberapa temanku yang sedang bermain bola dari kertas, menambah susana semakin panas dan buat aku kurang nyaman.
Aku keluar kelas dan duduk di bangku yang terdapat di depan kelasku. Disana sudah duduk beberapa temanku yang sedang bergosip ria. Biasa lah apalagi kalau bukan bahas tentang cowok mereka. Yang ku dengar sekilas mereka saling memuji pasangannya masing masing.
Aku hanya tersenyum dan sesekali mendengarkan, tidak mau ikut terlalu dalam pembicaraan mereka.
__ADS_1
Pada saat aku sedang melamun, tiba-tiba ada yang duduk di sebelahku. Awalnya aku belum sadar karena ku kira temanku, tetapi pada saat ada yang menepuk bahuku, aku langsung menoleh dan kemudian aku langsung bergeser karena kaget. Ternyata dia adalah Rasya. Jantungku berdetak cepat. Bukan karena aku suka sama dia tapi lebih tepatnya syok dengan kedatangannya tanpa permisi terlebih dahulu langsung duduk disebelaku.
"Hai Ra, Gimana suka dengan hadiahnya?" tanya Rasya kepadaku.
"Aku tidak menjawab dan hanya tersenyum." Nggak mungkin kan aku bilang kalau aku kasihkan semua cokelatnya ke adikku, bisa bisa dia tersinggung.
"Oh iya suratnya sudah di baca?" Tanyanya lagi.
"Sudah" Jawabku singkat.
"Terus gimana jawabannya? kira-kira kamu mau nggak jadi pacarku?" Ucap Rasya to the point.
Ternyata teman temanku yang tadi sedang bergosip, dari tadi menyimak pembicaraan kami berdua.
" Ciee... Carla ditembak senior!" Ucap mereka serempak.
Teman teman dari kelas lain yang sedang berada disekitar situ menoleh ke arah kami. Akhirnya kami jadi salah tingkah karena menjadi bahan tontontan.
" Ih apaan si?? nggak kok kami cuma ngobrol biasa saja. Udah lah aku mau masuk kekelas dulu." Sambil berlari menuju kelas karena menahan malu.
Aku masih mendengar gelak tawa teman temanku di luar menertawakan tingkah aku dan Rasya.
Rasya pun pergi menuju kelasnya. Mungkin dia juga malu karena dilihat banyak siswa lain.
Jam istirahat pun selesai. Kami semua sudah masuk kelas. Aku masih jadi bahan ledekan teman temanku karena perbuatan Rasya yang ceroboh.
Aku benar benar jengkel banget sama cowok yang satu ini. Aku dibuat malu karenanya dihadapan banyak siswa. Lagian dia juga nggak lihat tempat, tau tempat umum masa menyatakan cinta si? paling tidak apa nggak bisa nanti nunggu nggak banyak siswa. Pikirku sambil mengepalkan tanganku karena kesal dengan sikapnya kali ini. Hahhh!!! emang dasar cowok nyebelin... !!!" Teriakku dalam hati.
Teman temanku juga sama ni, kayaknya mereka memang sengaja deh ngerjain aku, apalagi mereka tau kalau aku jomblo. Batinku
Yaa ampun rasanya aku pengin dikurung saja deh, biar nggak ketemu dan terus di tertawakan mereka.
__ADS_1
Aku yang notabennya cewek nggak pernah kenal pacaran sama sekali, hari ini di hadapkan dengan sesuatu yang sangat menjengkelkan karena ada cowok yang dateng menyatakan cinta di depan kelasku.
Pokoknya habis ini aku bakal ngajak Hestia langsung pulang dan curhat semua ke dia.