Tiga Hati Untuk Carla

Tiga Hati Untuk Carla
episode 16


__ADS_3

" Cinta akan tumbuh jika terus bersama "


Ya ungkapan itu menggambarkan perasaanku hari ini.


Sejak awal aku mengaguminya, bertemu dengannya bahkan satu bangku ujian dengannya dan sekarang perlakuan dia kepadaku, Menggambarkan betapa dia peduli kepadaku.


Dia baik, pengertian, perhatian, dan mungkin inilah gambaran orang kalau sedang jatuh cinta. Semua akan terlihat baik dan luar biasa.


Aku menyadari jika aku salah, salah bahwa aku terlalu cepat mengambil kesimpulan, terlalu cepat memaknai hati, terlalu cepat dalam mengartikan semua hal yang datang secara tiba-tiba.


Apa inikah ciri orang yang sedang di landa cinta? Dia sering lupa dengan tujuan serta niat dari awal.


Randi mengantarku sampai kerumah. Sebenarnya aku malu membawa seorang pria ke rumah. Karena aku tak terbiasa dan malu juga si jika terlihat oleh para tetangga.


Dikira nanti baru masuk sekolah udah mikir pacaran.


Tapi mau gimana lagi kondisiku tidak memungkinkan jika aku harus pulang mengendarai sepeda sendirian. Apalagi dengan cuaca yang panas kaya gini.


"Loh Carla kenapa?" Ibuku membuka pintu dan kaget karena melihatku pulang dipapah oleh Randi.


"Tadi Carla pingsan di sekolah Bu." Jawab Randi sambil membantuku duduk di sofa ruang tamu.


"Ya Allah... Makanya kalau dinasehati Ibu untuk sarapan dengerin Ra, apalagi badanmu beberapa hari ini terlihat kurang sehat. Ya sudah sekarang makan dulu ya?" Ucap Ibu dengan khawatir.


"Alhamdulillah Carla sudah makan Bu, tadi di belikan sama kak Randi." Ucapku sambil melihat ke arah Randi.


"Owalah makasih ya nak Randi. Carla jadi ngrepotin ya?"


"Nggak kok Bu, Randi justru seneng bisa bantu Carla."


"Terus sepedamu mana La?" Ibu beralih tanya kepadaku.


"Nanti mau dibawa Amanda Bu. Tadi Amanda nglarang Carla untuk pulang naik sepeda sendirian. Makanya jadi kak Randi yang nganterin aku pulang."


"Oh gitu. Ya sudah ibu tinggal buatkan teh dulu ke dalam ya?''


"Terimakasih Bu." Jawab Randi dengan senyumnya yang manis.

__ADS_1


Sepeninggal ibu, kita masih saling diam. Randi yang biasanya cerewet aja, ini tumben nggak ada suaranya sama sekali. Agar tidak canggung, akhirnya aku mengawali obrolan.


"Kak maafin aku ya jadi ngrepoti kakak buat nganterin aku pulang."


"Kamu kaya sama siapa aja si, aku tulus kok bantu kamu."


"Iya tapi rumahku jauh Lo dari sekolah.


"Iya nggak papa dong, kan aku jadi tau rumahmu. Besok-besok kalo pengin main jadi udah nggak akan kesasar lagi.


"Emang punya niat mau main lagi ke sini? Tanyaku dengan selidik dan menaikkan satu alisku.


"Hehe iya kalo boleh." Randi tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Sok aja kalau main mah, Ibu seneng kalau Carla ada yang ngajak main". Ucap ibu tiba tiba muncul dari dalam membawa nampan berisi teh dan beberapa cemilan.


"Beneran Bu?" Tanya Randi antusias.


"Iya, yang penting sambil belajar. Jangan cuma main saja."


"Iya dong Bu pasti kalau itu. Wah tapi boleh bawa temen kan Bu?"


"Asiapp Bu." Kemudian disusul tawa olehku dan Ibu.


Ya beginilah Randi selalu bisa mengambil hati orang-orang di sekitarku dengan perhatian dan kebaikan yang dia berikan.


***


POV Randi


Namaku Randi, aku sekarang duduk di kelas XI Sekolah Menengah Atas, Aku mempunyai hobi bermusik. Disekolah aku mempunyai grup band yang kudirikan bersama kawan seangkatanku. Sudah banyak piala penghargaan yang kami raih. Kami juga sering mendapat kejuaraan dalam perlombaan tingkat kabupaten bahkan sampai provinsi. Jadi kualitas band sekolah kami sudah tidak diragukan lagi.


Hari ini adalah hari penerimaan siswa baru di sekolahku. Setelah libur panjang akhirnya bisa cuci mata lagi, hahaha hadeh pikiran ini kenapa malah jadi mikirin cewek...


Ku parkir sepeda motor di tempat biasa aku parkir, kemudian aku berjalan keluar dari parkiran melewati gerbang depan untuk menyalami para guru piket yang sedang bertugas.


Rahman menepuk pundak ku, entah dari mana dia datang, Kami akhirnya jalan berdua.

__ADS_1


Tak sengaja kami berpapasan dengan Amanda dan temannya. Sudah terlihat bahwa teman Amanda adalah salah satu anak baru di sekolah kami. " CANTIK" ya, satu kata yang cukup menggambarkan wajah cewek yang datang bersama Amanda.


Selain wajahnya yang Cantik, aku juga suka dengan rambutnya yang panjang, hitam dan lurus serta tertata rapi. Menandakan jika dia sangat merawat diri.


Awal hari yang baik buatku, senyumku melengkung indah hari ini.


Hari-hari ku lewati dengan selalu mengintainya dari jarak jauh. Yang pasti tanpa sepengetahuan dia.


Hingga pada suatu hari aku melihatnya berlari kedalam kelasnya.


" Carla" Nama yang cantik juga. Sangat mudah bagiku untuk tau namanya. Karena kebetulan ada tetanggaku yang satu kelas dengannya.


Awalnya aku melihat Rasya duduk didekat Carla.


Sangat terlihat Carla tidak nyaman ketika Rasya duduk didekatnya. Aku ingin datang dan mengusirnya, Tapi tidak mungkin. Karena aku tidak ada hubungan apapun dengan Carla.


Tidak lama kemudian, aku mendengar anak anak bersorak dan melihat Carla masuk ke kelas dengan berlari sambil menutup muka dengan kedua tangannya.


Sampai akhirnya aku mendengar bisik-bisik dari para siswa.


"Oh ternyata Rasya sudah melangkah jauh didepanku." Batinku.


Sampai dikelas aku melihat Rasya yang sedang digoda oleh teman-temanku.


Jujur saja aku cemburu melihat kedekatan Carla dan Rasya. Walaupun aku tau kedekatan mereka berdua juga karena adanya perantara dari Amanda.


Pulang sekolah aku sengaja duduk didepan ruang musik, aku ingin melihat wajah Carla.


Entah apa yang membuat aku sangat tertarik dengan Carla. Senyumnya yang sangat tulus ketika bertemu dengan orang yang bahkan belum dikenalnya.


Aku tau kalau Rasya sangat menyukai Carla, dan Rasya adalah teman satu kelasku. Pasti akan sangat susah untuk kami bisa menerima pilihan Carla nantinya. Apalagi Rasya dari awal yang ngejar Carla. Aku paham pasti tidak mudah untuk Rasya melepaskan Carla begitu saja, sebelum dia mendapatkannya. Aku sangat yakin itu karena selama ini Rasya adalah tipe cowok yang susah didekati cewek.


Tapi apa iya hanya karena tidak enak dengan Rasya aku harus mengorbankan hati aku?


Oh tidak mungkin, walaupun kami teman satu kelas tapi tidak menutup kemungkinan Carla akan memilih aku. Karena aku melihat sendiri bagaimana Carla tidak menyukai Rasya.


Tapi walaupun begitu aku juga tidak mau terlalu percaya diri kalau Carla juga menyukaiku, karena aku belum mencoba juga. Dan lagi aku belum tau alasan apa yang membuat Carla tidak menyukai Rasya.

__ADS_1


Tetapi paling tidak aku mempunyai kesempatan untuk bisa mendekati Carla. Walau nantinya pasti akan dimusuhi Rasya. Bahkan bukan hanya Rasya tapi bisa saja teman satu kelasku. Karena dianggap aku sudah nikung teman sendiri. Dan pastinya Rasya akan mengira bahwa aku sengaja memanfatkan kesempatan mendekati Carla setelah tau Carla menolaknya.


__ADS_2