Tiga Hati Untuk Carla

Tiga Hati Untuk Carla
episode 7


__ADS_3

"Sudah sabar La, nggak usah nangis lagi." Ucap Amanda sambil menenangkanku.


"Iya tapi kan aku malu Man." Jawabku masih sambil menangis karena kesal.


Ya sepulang sekolah aku langsung cerita semuanya ke Amanda betapa cerobohnya Rasya hari ini.


"Iya sudah sudah biar nanti aku tegur Rasya deh, biar jangan kaya gitu lagi." Amanda terus menghiburku.


"Beneran ya??" Ucapku sambil memelas.


"Iya... Iya... Aku janji deh pokoknya, demi sahabatku tercinta."


Handphone Amanda berbunyi menandakan ada yang mengirim pesan kepadanya.


Amanda membuka pesan tersebut kemudian menoleh ke arahku.


" Siapa Man? Pasti Rasya?"


Amanda tersenyum kikuk dan kemudian mengangguk.


" Dia bilang kalau tadi dia nggak sengaja keceplosan mengungkapkan perasaan sama kamu di tempat umum. Dia kira teman-teman kamu tu nggak denger pas dia ngobrol sama kamu. Awalnya dia hanya mau godain kamu aja. Dia bilang menyesal karena buat kamu malu di dapan teman-temanmu. Terus dia juga minta saran bagaimana bisa dekat lagi sama kamu, secara kamu pasti benci banget sama dia."


Amanda menjelaskan isi pesan Rasya kepadaku.


"Oh... Bodo amat lah dia mau menyesal kek, mau sengaja atau nggak kek, aku nggak peduli. Intinya aku sebel banget sama dia." Jawabku dengan ketus.


"Iya emang bener si, si Rasya juga aneh banget, nggak liat-liat tempat. Dia nggak tau aja telinga cewek tu kaya apa tajemnya. Bener La, kasih pelajaran aja tu bocah tengil." Amanda juga kesel sama sikap Rasya yang gegabah.


"Tapi sebenarnya kamu suka nggak si sama si Rasya?" Tanya Amanda.


"Amanda... !!! apaan si kamu, kamu kan tau aku gimana. Walaupun Rasya baik tapi hatiku belum bisa menerimanya. Aku nggak ada rasa sama dia."


Karena sebenarnya aku punya rasa sama cowok lain Man. Batinku


"Aku juga dah bilang ke Rasya kalau kamu tu susah dideketin." Amanda menambahkan.


"Lagian dia cepet dan to the point banget sama aku. Kenal juga nggak kan?" Sungutku.


"Iya aku paham kamu La, tapi dia bilang mau tetap memperjuangkan kamu."

__ADS_1


"Terus aku harus gimana dong?"


"Ya sudah cuek aja dan mengalir aja... Selanjutnya biar jadi urusanku." Jelas Amanda.


"Ehmm makasih ya Man, kamu jadi ikut repot jadinya. Maafin aku ya besty..." Ucapku sambil memeluknya.


"Ya udah jangan sedih lagi ya. Tersenyum dong biar cantik... Kalau cemberut jadi jelek lo??? nanti nggak ada yang lirik dong jadinya." Goda Amanda sambil tersenyum.


"Iya...iya... makasih ya buat semuanya." Sambil pura pura sewot tapi langsung tersenyum juga.


Saat aku sama Amanda masuk ke parkiran sepeda, aku melihat Rasya sedang berdiri tepat di tempat biasa kami parkir.


Setelah aku selesai parkir aku baru menyadari kalau Rasya berdiri di belakangku.


Setelah aku selesai memarkir sepeda, aku pamit ke Amanda untuk langsung masuk ke kelas terlebih dahulu. Namun pada saat aku mau berjalan keluar, tiba-tiba Rasya menghentikan aku dengan memegang tanganku.


Aku reflek melepaskan tanganku dari genggaman Rasya, ” Maaf “ Ucapku singkat kemudian melanjutkan langkahku.


“ Maafin aku La... Maaf kemarin aku nggak sengaja, aku nggak berniat bikin malu kamu.” Ucap Rasya dengan nada menyesal.


“ Ya” Jawabku singkat dan tetap melanjutkan langkah untuk masuk ke dalam sekolah.


“Iya Man, aku mengakui salah. Aku juga sangat menyesal karena sudah bikin kecewa dia saat kesan pertama. Aku benar benar menyesal.” Ucap Arsya kembali. Dia memang terlihat sangat menyesal.


“Ya sudah sementara jauhi dia dulu, biarkan dia nyaman dengan posisi dia saat ini. Jangan buat dia tambah kecewa sama kamu hanya karena sikapmu yang egois.


“Iya Man, makasih ya...”


“Iya sama-sama. Aku duluan ya.” Ucap Amanda menepuk bahu Rasya dan berlalu pergi.


“Iya. Aku masuk nanti soalnya masih nunggu Anton."


“Oh Oke!” Amanda kemudian meninggalkan Rasya sendirian di parkiran.


Hari ini aku sedikit bersemangat karena ada pengumuman dari Waka kesiswaan bagi para siswa yang ingin mendaftar sebagai pengurus OSIS bisa dimulai hari besok. Siapa saja yang ingin mendaftar bisa ambil form pendaftaran di ruang OSIS.


Aku senang dengan berita tersebut. Karena aku yakin, aku pasti bisa masuk dalam kepengurusan OSIS. Masalah dengan Rasya aku kesampingkan dulu.


Nggak tau kenapa aku merasa bahwa aku pasti diterima untuk bisa menjadi pengurus OSIS periode tahun ini.

__ADS_1


Rasanya aku terlalu bersemangat dan antusias mendengar berita tersebut.


Dian bertanya kepadaku "La, gimana kamu jadi ikut daftar pengurus OSIS nggak? Katanya kamu pengin ikut daftar kalau ada pendaftaran calon pengurus baru?"


"Jadi dong, kesempatan emas susah dilewatkan." Ucapku sambil tertawa


"Emang enaknya jadi pengurus OSIS apaan si? Nanti jadi repot sendiri Lo. Banyak pelajaran serta tugas yang tertinggal juga." Sambung Kiki ikut menghadap ke belakang.


"Iya tu bener kata Kiki, tapi kita memang perlu juga pengalaman si dengan ikut organisasi disekolah. Kalau Aku berniat ikut Pramuka saja." Sambung Dian.


"Amanda juga bilang gitu sama aku Ki, tapi aku butuh banyak pengalaman juga. Makanya aku bingung harus gimana." Tambahku.


"Iya kamu tinggal ikuti kata hatimu saja La, kamu pasti tau mana yang terbaik buat kamu. Yang penting jangan sampai kamu ketinggalan pelajaran."


Tambah Siti yang dari tadi menjadi pendengar setia kami.


"Nah betul itu, kamu tetap harus ingat apa tujuanmu sekolah. Jadi kamu harus tetap memprioritaskan kebutuhan kamu disekolah ini. Jangan jadikan hobi atau keinginan sesaat menjadi yang utama." Kiki juga ikut menasehatiku.


"Oke siap bestyku..." Aku mengangguk kepala sambil tersenyum kepada mereka.


Aku bersyukur memiliki banyak teman baik disekolah.


"Oh iya Ra gimana hubungan kamu sama Rasya?" Kiki mengalihkan pembicaraan.


"Eh iya... iya... Aku denger dari temen yang suka bergosip dikelas ini. Katanya Rasya menyatakan cinta sama kamu? Dan katanya mereka mendengar sendiri lo..." Sambung Dian yang juga ikut penasaran.


"Ih kalian apaan si, nggak ada hubungan apa apa kok. Kebetulan Rasya itu temen Amanda, kami sering jalan bertiga dari parkiran dan sebaliknya."


"Tapi kabarnya dia bilang suka sama kamu, dan minta kamu jadi pacarnya. Apa bener begitu?" Tanya Kiki.


"Nggak kok, kemarin dia cuma bercanda aja sama aku. Emang dasar si tukang gosip aja yang menyebarkan berita bohong. Kalian percaya amat sama mereka." Jawabku kembali.


"Nah makanya apa aku bilang, mending tanya langsung sama yang bersangkutan. Jadi nggak ke makan sama berita yang belum jelas." Sambung Siti menambahi.


"Iya maafin kami ya La, karena kami penasaran makanya aku tanya kamu si." Dian dan Kiki meminta maaf kepadaku.


"Iya lagian kalau dia pacar aku pasti udah aku kenalin ke kalian lah, untuk saat ini aku pengin fokus sama diri sendiri aja dulu. Soal pacar mengalir saja sambil jalan." Jawabku santai agar mereka percaya bahwa aku benar-benar nggak ada hubungan sama Rasya.


Emang dasar si Rasya tukang bikin onar! dan nambahin masalah buat aku! aku kesel sama dia!" Teriakku dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2