Tiga Hati Untuk Carla

Tiga Hati Untuk Carla
episode 9


__ADS_3

Hari ini adalah pengumuman bagi para calon kandidat pengurus OSIS baru yang akan diterima atau tidaknya menjadi pengurus. Setelah dua hari yang lalu dilaksanakan serangkaian test oleh pengurus senior. Test dilakukan bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak wawasan serta jiwa kepimimpinan yang dimiliki oleh para calon kandidat.


Sepulang sekolah siswa yang kemarin sudah mengikuti test, diminta untuk berkumpul di ruang OSIS. Kemudian para pengurus OSIS yang periode sebelumnya dan pengurus senior yang akan purna tugas juga semua diminta untuk berkumpul.


Sebelum ke ruang OSIS, aku menemui Amanda terlebih dahulu, Meminta maaf karena hari ini nggak bisa pulang bareng.


Aku menunggunya didepan kelas, kebetulan hari ini kelasku jam terakhir kosong. Jadi bisa keluar kelas lebih awal dari kelas lainnya.


“Manda...” Ku panggil Amanda yang masih mengobrol dengan teman sebangkunya.


“Eh kamu La, kok tumben kamu yang nyamperin aku?”


“Iya. Kebetulan tadi jamkos jadi langsung kesini, lagian sekali kali boleh kan?” sambil mengangkat kedua alisku.


“Iya... Iya... Boleh banget dong, ya udah ayo pulang." Amanda berjalan sambil menggandeng tanganku.


“ Tunggu... tunggu... Tujuanku nyamperin kamu karena aku mau minta maaf nggak bisa pulang bareng hari ini”.


Ucapku


“ Emang kamu mau kemana?”


tanya Amanda.


“ Hari ini aku diminta untuk kumpul di ruang OSIS, karena hari ini pengumuman untuk menentukan siapa saja yang terpilih menjadi pengurus OSIS di periode ini."


“ Oh...Ya sudah kalau gitu. Berarti aku pulang duluan saja atau nungguin kamu?”


“ Lebih baik kamu pulang dulu saja Man, takutnya ntar rapatnya lama. Kasihan kamu juga keburu cacing di perutmu pada demo." Ucapku sambil tertawa.


"Ih dasar! ya nggak lah, aku kan emang makannya sedikit. Emang kamu yang nggak bisa diem kalau lihat makanan." Ejek Amanda.

__ADS_1


Aku hanya tersenyum malu. Karena memang benar apa yang di bilang Amanda.


“Oh ya sudah. Kalau gitu aku pulang dulu ya La? terus kamu jangan lupa makan siang. Dan satu lagi nanti kamu pulangnya juga harus hati hati ya... oke?!"


“Oke...oke... kamu emang kayaknya sudah jadi pengganti Ibukku deh... Tapi, Makasih ya Man. Kamu selalu perhatian dan bisa ngerti aku. Kamu juga hati hati di jalan ya..." Ucapku sambil memegang kedua tangannya.


“Iya... Sama-sama. Ya sudah ayo sekalian jalan bareng sampai depan ruang OSIS."


“Ayo... Sekali lagi maafin aku ya Amanda, kamu jadi pulang sendiri” Ucapku nggak enak sama Amanda.


“ Apaan si La?! iya nggak papa. Santai aja kali.'' Ucap Amanda lalu tersenyum hangat kepadaku.


Aku dan Amanda berjalan bersama, kebetulan ruang OSIS dan parkiran sepeda satu arah. dan setelah sampai depan ruang OSIS aku dan Amanda berpisah.


Kak Setya yang menjabat sebagai ketua OSIS sebelumnya memulai rapat pada siang hari ini.


Sebelum hasil test kemarin di umumkan, kak Setya memaparkan tentang visi misi dari organisasi tersebut terlebih dahulu Serta menjelaskan banyak hal yang perlu di ketahui oleh para calon kandidat tentang organisasi OSIS di sekolah menengah atas ini.


Sebenarnya aku nggak terlalu berharap banget untuk bisa diterima jadi pengurus OSIS. Tapi hatiku mengatakan sebaliknya. Bahwa aku harus bisa masuk dalam salah satu kandidat yang diterima.


Seperti yang ku ceritakan sebelumnya, ntah kenapa aku tu semangat banget untuk bisa masuk menjadi pengurus. Dan anehnya aku selalu deg degan kalau jalan lewat ruangan tersebut.


Ehmmm apakah karena aku hanya ingin dikenal banyak orang? atau hanya sebuah ambisi dan balas dendam? ehm atau yang lebih menarik lagi bahwa aku menyukai seseorang yang sering berada di ruangan itu?? dannn Apa ini hanya perasaanku saja? aku sendiri bingung.


Aaaaaaaa...!!! kenapa aku jadi seperti ini. batinku.


Sudah beberapa siswa yang disebut namanya dan di terima menjadi pengurus. Sebenarnya Aku sudah pesimis karena tinggal 1 orang yang belum di sebut sedangkan calon kandidat masih sekitar 20 siswa.


Tetapi entah kenapa hatiku begitu yakin bahwa aku diterima.


Dan pada saat nama yang terakhir akan dibaca oleh kak Satya, aku hanya bisa diam dan menunduk saja.

__ADS_1


Kak Satya melanjutkan lagi ucapannya,


" Untuk nama kandidat terakhir yang bisa masuk dalam kepengurusan OSIS periode ini adalah..." Kak Satya sengaja membuat kami gelisah untuk menunggu keputusan.


" Carla... Mohon maaf karena kamu tidak bisa untuk... Langsung pulang bersama teman temanmu, karena kamu diterima menjadi pengurus OSIS periode ini! Selamat Carla..."


Semua yang ada di dalam ruangan tepuk tangan dan memberikan selamat kepadaku karena di buat sport jantung dulu.


"Hah...? A- aaku masuk? aku diterima?" Aku dengan muka yang masih nggak percaya.


"Vina teman sebelahku yang juga diterima mengangguk sambil tersenyum senang."


Aku menggelengkan kepala sambil menutup mulut karena jujur aku masih belum percaya si. Namun setelah itu aku tersenyum puas.


"Untuk teman teman yang belum beruntung, kami mohon maaf karena sudah menyita banyak waktu kalian. Bukan kami menganggap kalian bodoh atau tidak mampu, tapi kami mencari yang sesuai dengan kriteria.


Namun kakak yakin walaupun kalian tidak berhasil di organisasi ini, barangkali kalian bisa masuk dalam organisasi lain yang lebih baik dan cocok dengan kriteria kalian. Terimakasih atas waktunya dan setelah ini bagi yang tidak di terima bisa pulang dan para kandidat yang di terima untuk bisa tetap di ruangan sebentar dan jangan pulang dulu, karena setelah ini kami akan memperkenalkan proker proker untuk periode ini kepada kalian semua." Ucap Kak Satya tegas


Pada saat kak Satya berbicara didepan, banyak dari teman kami yang curi pandang terhadapnya. Memang kalau melihat kak Satya siapa si yang nggak pengin Deket sama dia, udah ganteng, pintar, religius, humoris, tegas pula ditambah dia menjabat Ketua OSIS lagi... apalagi jabatan ketua OSIS adalah salah satu jabatan bergengsi di sekolah kami.


Tapi sayang hati ini sudah terisi oleh seseorang yang sebenarnya aku sendiri belum mengenalnya. Namanya saja aku nggak tau.


Tapi yang aku tau sekilas tentang dia, dia adalah teman satu kelas Rasya dan dia salah satu anak band yang ada di sekolahku.


Ehmm apakah kira-kira aku bisa mendapatkan hatinya? Yang selalu mengganggu pikiranku adalah, apakah dia sudah punya cewek? Banyak pertanyaan yang masih aku pendam tentang dia. Jujur saja sebenarnya semua itu buat aku tambah galau.


Terkadang karena terlalu fokusnya aku dengan cowok itu, sampai sampai aku lalai melakukan kewajibanku sendiri sebagai pelajar.


Aku lebih banyak melamun memikirkan hal hal yang seharusnya belum saatnya aku pikirkan.


Kadang aku sendiri bingung kenapa sekarang aku jadi melenceng dari tujuan awalku? Aku nggak mau sampai orang tuaku dan sahabatku kecewa karena kecerobohanku yang terlalu egois memikirkan perasaanku sendiri.

__ADS_1


__ADS_2