Tiga Hati Untuk Carla

Tiga Hati Untuk Carla
episode 18


__ADS_3

Sampai di rumah Carla aku disambut ibu-ibu yang sedang duduk dan berbincang di teras depan rumah Carla.


"Assalamualaikum, permisi ibu-ibu, apakah Carla ada Bu?" Sapaku.


"Waalaikumsalam, eh ada mba Amanda." Jawab salah satu tetangga Carla.


"Ada dikamarnya Mba, masuk saja nggak dikunci kok." Jawab Ibu Carla memintaku untuk langsung masuk saja.


" Nggih Bu, terimakasih... Nuwun Sewu nggih numpang lewat."


" Nggih Monggo mba Amanda." Seru Ibu-ibu kompak.


Aku langsung menuju kamar Carla, dan mengetok pintu kamarnya.


"Carla... Car..."


"Masuk aja nggak aku kunci kok." Ku dengar Carla menyahut dari dalam. Setelah itu aku langsung masuk kedalam kamar Carla.


"Gimana keadaanmu La? apa masih sakit?


Tanyaku dengan khawatir.


"Udah mendingan, mungkin kemarin kecapean saja."


"Tapi aku ganggu apa nggak ini?"


"Nggak kok santai aja kali, aku justru seneng kamu main ke sini."


"Beneran ini aku nggak ganggu istirahat kamu? ya sudah sini aku pijitin saja."


"Aduh tumben banget besty ku mau mijitin aku."


"Idih, mau apa nggak ini... Kalau nggak ya sudah nggak jadi ini."


"Nggak usah Manda, kamu ada di sini nemenin aku ngobrol saja sudah seneng kok."


"Ya sudah kalau gitu, yang penting aku udah nawarin ya. Jangan sampai nanti aku dibilang nggak pengertian sama kawan."


"Ya elah gitu doang. Iya iya aku nggak bakalan gitu deh."


"Eh Carla, emang kamu nggak berisik ya tiap hari orang-orang pada ngrumpi didepan rumah." Bisikku ke Carla.


"Sebenarnya berisik, tapi mau gimana lagi, sudah menjadi kebiasaan orang sini."


"Iya juga si, yang penting jangan sampai ganggu privasi kita aja. Iya kan?"


" Iya Man, tapi nggak tau juga si namanya orang kumpul kaya gitu kita kan nggak tau apa yang di bahas. Mereka lagi bahas kita aja kan kita nggak tau. Tapi biarin aja lah urusan mereka juga."


Aku mengangguk membenarkan pendapat Carla.


"Ehm La gimana kemarin Randi?" Aku mengalihkan topik pembicaraan.


"Gimana apanya Mndaki cantik?" Jawab Carla bingung.

__ADS_1


"Iya elah, kemarin kan dia nganterin kamu. Kamu nggak ada rasa gimana gitu?"


"Ihh apaan si Manda!" Berpaling senyum dengan pipi merah.


"Ciee pipimu merah Lo Carla... Wah ada yang lagi kasmaran ni??"


Dari luar terdengar suara ibu Carla memanggil Carla.


"Carla tu ada temen temen kamu."


"Temen aku? siapa Bu?"


"Yang kemarin kesini, temui dulu gih."


"I...iya Bu...nanti Kami akan keluar."


"Hah siapa ya Man?? Apa Randi ya? Kan yang kemarin kesini Randi."


"Aku juga nggak tau La, Ya sudah ayo kita temui." Ajakku.


Saat kami keluar betapa kagetnya ternyata yang datang beneran Randi Cs.


Ya kalau teman teman OSIS nya Carla mungkin berniat untuk jenguk Carla. Tapi Randi sendiri ngapain dia kesini dan ada kak Rahman juga.


Kenapa aku jadi salah tingkah saat bertemu kak Rahman? Apalagi saat dia menyapaku dan menanyakan kabarku.


Namun Ku tepiskan perasaan itu. Ku coba bersikap biasa saja.


Kemudian Carla mempersilahkan teman temannya untuk masuk dan duduk diruang tamu.


Niat hati main kerumah Carla untuk ngobrol secara pribadi. Justru akhirnya ngobrol ramai-ramai. Tapi nggak ada ruginya juga si...


-------"--------


Rara


Pagi hari aku dan Amanda naik sepeda dengan kecepatan super. Bukan karena dikejar orang jahat tapi lebih tepatnya kare a dikejar waktu.


Ya pagi ini aku dan Amanda sudah jelas terlambat. Dan benar saja baru masuk gerbang sekolah saja sudah ada beberapa anak yang baris didepan guru piket.


Aku dan Amanda segera memarkirkan sepeda kami dan berlari menuju barisan.


Setelah mengisi form terlambat datang ke sekolah, kami harus menjalani hukuman terlebih dahulu.


Ya, disekolah kami jika terlambat masuk akan dihukum membersihkan ruang guru dan mushola.


Aku dan Amanda memilih membersihkan mushola. Nggak apa dihukum tapi selain itu dapat pahala juga.


Saat kami berdua sedang bersih-bersih sambil diselingi ngobrol, tiba-tiba ada yang ikut nyahut,


"Oh my God, ternyata siswi teladan di sekolah kita bisa kena hukum juga ya." Ucap salah satu siswi sambil memainkan ujung rambutnya


"Siswa teladan kan juga manusia, pasti ada khilafnya lah..." Ucap siswi lainnya sambil tersenyum mengejek.

__ADS_1


Kami masih diam dan tidak menanggapi mereka. Aku tau dia sedang mengejek Amanda. Mungkin ada yang dia tidak sukai dari Amanda


" Ih pura pura nggak denger lagi... apa memang budek ya?" Siswi pertama yang tadi ngejek duluan ngejek lagi sambil tertawa keras. Teman satu Genk nya juga ikut tertawa.


Kami masih diam, padahal di situ juga ada beberapa siswa yang sedang dihukum seperti kami.


Kemudian salah satu siswi di Genk tersebut ngajak mereka untuk pergi. Karena mapel olah raga sudah akan dimulai.


"Ayo pergi, ngapain si masih ngurusi mereka.


Temen temen yang lain juga sudah nunggu di lapangan."


"Iya udah ayo! Berjalan melewati kami sambil mengibaskan rambutnya."


"Idih sok cantik banget deh." Celetuk siswa laki-laki yang sedang dihukum bareng kami.


"Sependapat... Terlalu Percaya diri banget lagi. Sok dunia milik mereka satu Genk ya. Haha...'' Mereka tertawa bersama.


" Hushh ayo selesein. Kalo dibawa ngobrol nggak kelar-kelar." Ucap yang lain.


Amanda masih fokus dengan kerjaannya, kemudian aku mendekati dan bertanya,


" Tadi siapa Manda?" Sambil memegang pundak Amanda.


"Oh itu biasa si Wulan dan Genknya." Jawab Amanda cuek sambil mengelap kaca jendela.


"Emang ada masalah ya sama kamu?"


Tanyaku masih penasaran.


"Nggak tau tuh. Aku si biasa aja ya, aku juga nggak pernah ada urusan sama dia."


"Tapi kenapa tadi seakan akan dia lagi ngejek dan mojokin kamu? Nggak mungkin kan yang lain, disini kan siswa teladan nya cuma kamu."


"Beneran deh La aku nggak ngerti masalahku sama mereka apa. Aku sendiri bingung tiba tiba mereka kaya nggak suka gitu."


"Aneh aja iyakan? nggak ada masalah tapi ganggu."


"Mungkin gara-gara si Resya deket sama kita kali. Secara si Wulan suka sama Resya."


"Nah terus apa hubungannya sama kita? Kan mereka udah pada tau kalau aku sendiri nggak ngladenin si Resya."


"Iya tapi tetep aja pikiran mereka kenapa Aku sama kamu bisa deket sama Resya sedangkan mereka nggak bisa. Tau sendiri Resya itu orangnya cuek sama yang lain. Susah banget didekati sama cewek."


"Oh maksudnya dia itu lagi iri dan cemburu sama kita toh."


" Hemm nah itu tau. Ya udah lah ayo cepet selesein aja kerjaannya, terus langsung masuk kelas. Hufttt baru kali ini aku terlambat."


"Ini juga karena salah kamu sendiri bangun kesiangan. Aku jadi ikutan terlambat karena nungguin kamu kan?"


" Hehe iya...iya... maafin aku deh, nggak akan diulangi lagi. Makasih ya bestyku ...muach...muach... " Gemas Amanda mencium dan meluk aku.


"Ih apaan si, lagi disekolah juga. Malu tau diliatin sama yang lain."

__ADS_1


"Biarin biar mereka tau betapa dekat kita jadi sahabat."


"Idih ada-ada aja kamu. Yukk udah selesai kita lanjut ke kelas."


__ADS_2