Tiga Hati Untuk Carla

Tiga Hati Untuk Carla
episode 22


__ADS_3

POV Arsya


Sejak awal aku masuk sekolah, ku mengenal satu cewek yang sudah ku anggap sebagai teman dekatku. Aku menyukai dia bukan karena hati tapi menyukai akan kesederhanaan dan kepintarannya. Dia adalah Amanda, cewek yang banyak diidamkan banyak pria. Tapi sayangnya kami hanya berteman dekat saja tidak lebih dari itu.


Sebenarnya aku adalah salah satu siswa yang sangat susah didekati. Buatku kebanyakan cewek deketin aku hanya karena aku punya apa yang mereka butuhkan. Jadi bukan ketulusan seperti yang aku butuhkan.


Tahun ini aku naik ke kelas 11 IPS, ehm gimana ya? walaupun kebanyakan teman temanku di kelas IPA tapi ntah kenapa aku tidak tertarik mengikuti jejak mereka masuk jurusan IPA.


Bukan karena aku bodoh, Tapi memang karena aku tidak tertarik dengan mapel yang ada di jurusan IPA. Dan salah satu yang membuatku tertarik untuk masuk ke jurusan IPS adalah cita-cita ku yang ingin menjadi banker serta pengusaha.


3 Minggu setelah libur panjang semester dan kenaikan kelas, ahirnya bisa masuk sekolah lagi untuk bisa bertemu dengan sahabat.


Pagi hari yang sangat cerah di hari pertama masuk sekolah membuatku lebih semangat untuk berangkat ke sekolah.


Kuparkirkan motor kesayanganku bersebelahan dengan motor teman satu kelas. Iya karena parkir di sekolahku itu diatur masing masing per kelas untuk memudahkan siswa mencari dan menemukan kendaraannya.


Aku melihat Amanda berjalan dengan siswa baru disekolah ini. Mungkin dia temannya, ahirnya Kusapalah Amanda,

__ADS_1


"Amanda... Amanda... Tunggu!" Sapaku.


Kemudian Amanda menengok ke arahku berdiri dan dia tersenyum sambil menjawab,


"Oke aku tunggu, ayo cepat lari. Kalau nggak lari aku tinggal beneran loh. Oke, aku hitung ya, satu... dua... tig... " Jawab Amanda keras.


"Iya... Iya... Cerewet. Kataku sambil mencubit hidung Amanda dengan gemas setelah berhasil menyusulnya."


"Iiihhh... Apaan si kamu Rasya, nyebelin deh lagian sakit tau." Ucap Amanda dengan muka cueknya. Inilah yang ku suka dari Amanda. Berbeda dengan siswa lain yang biasa mendekatiku.


Aku sebenarnya penasaran dan tertarik dengan siswi baru yang bersama Amanda. Tapi aku malu jika harus menyapanya terlebih dahulu. Dikira sok kenal sok deket lagi. Lebih baik tanya sama Amanda saja.


Saat pulang sekolah sengaja ku tunggu Amanda di parkiran sepeda tempat biasa di parkir. Tujuanku untuk mencari informasi tentang siswi yang berjalan dengan Amanda.


Aku melihat Amanda berjalan ke arah parkiran. Tapi... Eittss tunggu... Dia bukannya siswi yang tadi pagi juga bareng Amanda.


Aduh gimana ini nggak mungkin kan bertanya didepan dia.

__ADS_1


Saat Amanda mendekat aku langsung menyerang Amanda dan sempat menyalahkan juga.


Lho kenapa jadi aku yang menyalahkan Amanda? Aduh karena efek gerogi ini jadi salah deh pasti habis ini Amanda marah.


Dan benar prediksiku. Baru saja aku selesai ngomong, dia langsung jawab panjang kali lebar.


Kesan pertama kok gini. Aku jadi nggak enak sama teman Amanda. Hah bodohnya aku. Ucapku dalam hati sambil menepuk jidat.


Akhirnya aku meminta maaf pada Amanda dan mengutarakan maksud serta tujuanku. Tapi kenapa tumben banget seorang Rasya sampai gugup menghadapi seorang Amanda.


Aku meminta berbicara empat mata dengan Amanda. Namun, Amanda menolak. Karena dia menghargai temannya itu.


Amanda memang nggak peka sama kawan sendiri. Tujuanku bicara empat mata dengannya justru ingin mencari informasi tentang temannya. Kenapa dia mau mengajak temannya untuk berbicara juga.


Tetapi sepertinya temannya itu paham dengan maksudku. Dia akan pergi terlebih dahulu dan membiarkan aku berbicara dulu dengan Amanda.


Tapi emang nggak pekanya Amanda aja. Justru dia melarang temannya untuk pergi.

__ADS_1


Ya sudah, akhirnya aku menyerah dan mengatakan untuk berbicara lain waktu saja atau ku ceritakan lewat inbok.


__ADS_2