Tiga Tahun Penantian

Tiga Tahun Penantian
Bab 1


__ADS_3

Seorang wanita berlari tergesa menuju kantornya. Ia bangun terlambat pagi ini, padahal ia sedang dipercaya untuk mengajari anak trainingi di kantornya.


"Duh udah telat nih" gerutunya sambil melirik jam yang ada di pergelangan tangannya.


"Sonya!"


Sonya menoleh ke arah sumber suara. Ia dapat melihat manager tempatnya bekerja sudah berdiri berkacak pinggang dan menatap Sonya tajam.


"Ini jam berapa hah? Kenapa baru berangkat?" tanya Deni dingin.


"Emm, maaf Pak. Saya terlambat" jawab Sonya dengan suara sedikit bergetar.


Sonya merasa takut saat ini, karena sebelumnya ia belum pernah melihat managernya semarah ini kepadanya.


"Seperti ini nih kelakuan kamu semenjak pacaran dengan Arya. Sudah tahu perusahaan melarang pacaran sesama karyawan, tapi masih kamu lakukan. Dan sekarang kamu sudah 3 kali terlambat dalam bulan ini. Kamu sudah bosan bekerja dengan saya?"


Sonya memejamkan matanya takut. Ya, dia memang melanggar salah satu aturan kantor tempat ia bekerja. Sudah 2 tahun Sonya pacaran dengan Arya, dan baru minggu kemarin hubungan mereka terbongkar.


"Maaf Pak. Saya janji tidak akan mengulanginya lagi" jawab Sonya takut.


Deni hanya membuang nafasnya kasar lalu melenggang pergi meninggalkan Sonya yang masih menunduk ketakutan.


Suara langkah terdengar menjauh, Sonya baru berani mengangkat kepalanya dan melihat sekitar. Ternyata banyak pasang telinga yang mendengar Sonya dibentak oleh Deni barusan.


Sonya berjalan pelan menuju meja kerjanya. Dia membuka ponselnya sebentar untuk mengecek pesan. Ternyata sebuah pesan masuk ke ponselnya 5 menit yang lalu.


"Sayang, maafkan aku tidak bisa membelamu. Kamu tahu kita ini berbeda manager" isi pesan tersebut.


Ya. Pengirim pesan tersebut adalah Arya, kekasih Sonya.


"Tidak apa" balas Sonya lalu menyimpan ponselnya ke laci dan fokus untuk bekerja.


Semua orang kimi tengah berfokus dengan pekerjaan masing-masing. Sonya yang berada pada divisi pemasaran pun tengah mengontrol data penjualan dan barang retur. Sejauh ini pekerjaan Sonya dapat diandalkan, oleh sebab itu Deni menyayangkan sikap Sonya yang melanggar salah satu peraturan kantor.


"Setelah jam istirahat ke ruangan saya" ujar Deni yang kini berada di sebelah meja Sonya.

__ADS_1


Sonya terhenyak kaget saat melihat managernya tiba-tiba berada di sana. Tanpa menunggu jawaban Sonya, Deni langsung beranjak pergi ke ruangannya kembali


"Baik Pak" jawab Sonya sambil menganggukkan kepalanya meskipun ia tahu bahwa managernya tidak melihatnya.


***


"Permisi Pak" ujar Sonya saat membuka pintu ruangan managernya.


Deni hanya berdehem sambil menunjuk kursi agar Sonya segera duduk di depannya.


"Sonya, berita tentang kamu dan Arya sudah menyebar ke semua divisi di perusahaan ini. Saya dan managernya Arya menyayangkan sikap kalian selama ini. Maka dari itu kamu saya pindahkan ke kantor cabang Solo. Biar Arya yang berada di sini" ucap Deni to the point.


Sonya hanya menatap Deni dengan sorot mata terkejut. Sonya tidak menyangka semua akan menjadi seperti ini. Apa lagi menjalani hubungan jarak jauh dengan Arya. Ya meskipun saat di kantor mereka tidak pernah bertegur sapa karena profesionalitas.


"Kenapa? Kamu keberatan?" tanya Deni seolah paham dengan apa yang Sonya pikirkan.


"Ti-tidak Pak. Baik saya akan urus segera kepindahan saya ke kantor cabang Solo" jawab Sonya pasrah.


"Bagus. Kamu akan pindah mulai minggu besok. Sekarang kamu boleh keluar"


"Terima kasih Pak" ujar Vanya lalu melangkah keluar dari ruangan managernya.


****


Sudah 3 bulan Sonya berada di kantor cabang Solo. Dan hubungannya dengan Arya baik-baik saja selama ini. Pekerjaannya pun sedikit membaik dari sebelumnya.


Hanya saja satu bulan yang lalu, ada laki-laki yang berniat melamar Sonya. Laki-laki tersebut lulusan pesantren pondok, usianya pun hanya selisih beberapa hari dengan Sonya. Laki-laki tersebut tanpa basa-basi ingin bertemu dengan orang tua Sonya, dan meminang Sonya untuk jadi istrinya.


Tentu saja Sonya menolaknya secara halus. Karena Sonya sudah memiliki kekasih dan juga Sonya merasa tidak pantas untuk laki-laki sesoleh dan sebaik dia. Sedangkan Sonya adalah wanita yang mahkotanya sudah direnggut paksa oleh Arya dengan dalih agar Sonya tidak pernah meninggalkannya. Karena itulah Sonya sangat menjaga hubungan mereka.


Ting!


Sebuah notifikasi pesan masuk ke ponsel Sonya membuyarkan lamunannya. Sonya yang sedang bersantai langsung membuka pesan tersebut. Dahinya mengernyit heran karena yang mengirim pesan adalah nomor tidak dikenal.


"Sonya, ini saya Bayu manager Arya. Bisakah saya menelepon sebentar. Ada yang ingin saya tanyakan" isi pesan tersebut.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang Sonya langsung membalas pesan tersebut. Karena mungkin itu hal penting, fikirnya.


"Hallo, iya Pak ada apa?" sapa Sonya sopan.


"Ah ini Sonya, saya hanya ingin bertanya. Apakah kamu masih berhubungan dengan Arya?" tanya Bayu pelan.


"Memangnya kenapa ya Pak?" Sonya terheran dengan pertanyaan Bayu.


"Jawab saja Sonya. Saya hanya memastikan" tegas Bayu tidak ingin bertele-tele.


Sonya bingung akan menjawab apa. Jika ia menjawab masih, tentu saja ia harus menahan malu karena melanggar aturan. Mungkin harus main aman lagi, pikirnya.


"Tidak Pak" jawab Sonya akhirnya.


"Benarkah?" tanya Bayu memastikan kembali.


"Iya benar Pak"


"Soalnya Arya sedang dekat dengan Myra, karyawan baru di kantor sini"


Sonya tercengang mendengar perkataan Bayu, ada gejolak marah dalam hatinya.


"Maksud Bapak?" tanya Sonya memastikan apa yang barusan ia dengar. Sonya berharap bahwa tadi ia hanya salah dengar saja.


"Ya, Arya dan Myra sedang dekat saat ini. Ah bukan hanya dekat, tapi lebih dari itu. Banyak yang membicarakan mereka akhir-akhir ini. Karena itulah saya menelepon kamu"


Deg


Sonya mematung mendengar hal tersebut. Persendiannya seakan lemas tak berdaya. Sonya terdiam seribu bahasa. Pikirannya melayang jauh mengingat apa yang telah ia korbankan untuk menjaga hubungannya. Lalu sekarang?


"Sonya? Hallo? Apakah kamu masih mendengarkan saya?" tanya Bayu heran karena tidak ada jawaban apa pun dari Sonya.


"Ah iya Pak, maaf" jawab Sonya masih shock.


"Jika memang benar Arya sudah tidak berhubungan lagi denganmu, maka memang sikap Arya yang suka sekali berpacaran dengan sesama karyawan di sini. Padahal saya sudah merestui hubungan kalian jika memang kalian serius. Tapi ternyata sekarang kekasih Arya bukan kamu, tapi Myra" jelas Bayu tanpa jeda.

__ADS_1


Tanpa sadar air mata Sonya tiba-tiba mengalir. Entah apa yang akan dia katakan dengan keluarganya nanti. Padahal mereka sudah mendambakan Arya sebagai calon menantu.


"Kamu masih mengingat Myra bukan? Dia masuk 1 minggu sebelum kamu dipindahkan ke Solo" lanjut Bayu yang masih direspon dengan diam oleh Sonya.


__ADS_2