
Hubungan Sonya dan Arya kembali membaik. Tentu saja Sonya tidak ingin kehilangan seseorang yang telah ia berikan segalanya. Juga dengan bujuk rayu Arya, hati Sonya yang semula sudah mulai membeku kini menghangat kembali.
"Dia bukan wanita baik, aku juga akan berpikir 1000 kali jika harus menikahinya. Yang aku harapkan untuk menjadi istriku hanya kamu Sonya"
Kalimat tersebut yang membuat Sonya kembali percaya bahwa Arya tidak mungkin berkhianat di belakangnya. Untuk kesekian kalinya Sonya memberikan kesempatan untuk Arya.
Bagaimana dengan Myra? Tentu saja masih menggunakan 1001 caranya. Sonya bahkan tidak habis pikir dengan tingkah laku Myra. Jarak jauh saja sudah bikin emosi, bagaimana kalau dekat? Mungkin sudah saling cakar dan saling jambak.
"Sudah berapa foto si yang Myra unggah tentang kemesraan mereka. Apa Myra tidak malu merebut kekasih orang lain" gumam Sonya kesal.
"Blokir lagi saja Nya, dari pada menjadi beban pikiran. Lihat tuh badan kamu! Kurus banget jadi tidak terawat gitu" jawab Vera ngedumel.
"Menurut kamu, apa benar Myra punya kakak Ver? Tapi setahuku dia itu anak pertama"
"Kamu tahu kan liciknya Myra. Kita tidak bisa percaya begitu saja Nya" jawab Vera datar.
"Tapi apa yang dikatakan Arya juga bisa dipercaya Ver? Aku takut dikecewakan lagi. Apa lagi setelah aku bermimpi buruk kemarin"
Vera menatap sendu mata Sonya. Lingkaran hitam terlihat jelas di bawah matanya. Vera tidak tahu terbuat dari apa mental dan hati Sonya. Mungkin jika Vera yang menjadi Sonya, ia sudah memaksa pulang dan menghajar habis-habisan sosok Myra itu.
"Tapi aku rasa Arya bisa dipercaya Nya. Kamu yang kekasihnya selama ini. Pastinya lebih tahu tentang karakternya, tentang sikap dia" jawab Vera yakin.
"Ya karena aku sudah tahu karakternya selama ini, justru aku ragu Ver. Dia seakan-akan tidak ingin aku pergi. Tapi sikapnya sekarang seperti tengah menutupi sesuatu. Dia selalu beralasan sibuk akhir-akhir ini" jelas Sonya.
__ADS_1
Tatapannya kosong menatap langit. Langit terlihat mendung sedari tadi, tetapi tak kunjung turun hujan.
"Percaya padaku Nya, Arya pasti akan mempertahankan hubungan kalian. Kunci sebuah hubungan kan saling percaya"
Sonya hanya tersenyum mendengar perkataan Vera. Ya, Vera benar. Akhir-akhir ini Sonya selalu curiga kepada Arya. Padahal Arya sudah mengingatkan untuk tidak percaya dan terkecoh dengan tingkah Myra, tetapi tetap saja Sonya terkadang kepikiran dan berfikiran macam-macam.
"Apa lagi aku dengar katanya kamu mau lamaran kan sama Arya sehabis lebaran ini. Tinggal hitungan hari saja sudah puasa. Mungkin ini hanya ujian dalam hubungan kamu" lanjut Vera menasihati Sonya.
Senyuman tak lepas dari wajah Sonya ketika mengingat Arya mengatakan akan melamarnya dalam waktu dekat ini. Setidaknya penantiannya selama ini tidak sia-sia. Sonya juga tidak menyesal pernah menolak Mustofa beberapa waktu lalu.
Bagaimana kabar Mustofa saat ini? Entahlah, Sonya juga tidak terlalu memikirkannya. Bagaimana pun yang selalu menjadi prioritas Sonya adalah Arya. Sekarang yang ada di fikirannya adalah bagaimana caranya membuat Myra bosan dengan tingkah lakunya sendiri.
****
"Sonyaaa!"
Teriakan Vera sungguh sangat memekik mengusik gendang telinga Sonya. Mungkin bagi Vera, kantor ini adalah alam bebas. Jadi dia bebas berteriak seperti itu.
"Berisik" jawab Sonya ketus.
"Kamu kenapa? Lagi PMS? Kok ketus begini?" tanya Vera terheran-heran.
"Ah aku tidak tahu" jawab Sonya malas.
__ADS_1
"Dasar aneh"
Sonya hanya mendelikkan matanya ketika mendengar perkataan Vera. Moodnya begitu berantakan hari ini, bahkan bersama Vera yang agak gila saja dia enggan tertawa.
"Arya menghilang lagi" ujar Sonya lesu.
"Lagi?" tanya Vera tidak percaya.
Sonya hanya mengangguk lemas. Sejak semalam Arya tidak bisa dihubungi kembali. Entah kemana lagi ia saat ini.
"Sibuk mungkin" ujar Vera masih positif thinking.
"Sesibuk apa si dia. Selama ini perasaan biasa saja. Semenjak ada si ulat gatal itu jadi serba sibuk" jawab Vanya sedikit kesal.
"Itu sih karena kamu aja yang gampang curigaan. Makanya overthinkingnya di.."
Sonya semakin kesal mendengar jawaban dari Vera. Sonya langsung pergi meninggalkan Vera sendiri sebelum Vera melanjutkan kata-katanya.
Ting!
"Arya selama ini sering pergi berdua dengan Myra. Banyak yang sudah menegurnya, bahkan Myra sudah resign dari kantor. Tetapi Arya sekarang susah diatur, bahkan sering tidak masuk kantor dan memilih pergi ke rumah Myra"
Nafas Sonya terasa tercekat membaca pesan tersebut. Entah kenapa dunia seperti tengah becanda dengannya saat ini.
__ADS_1
'Apa lagi ini ya Tuhan' batin Sonya tak menyangka.