
"Uhuuk" Sonya tersedak ketika melihat sebuah gambar pada beranda facebooknya.
Vera yang melihat hal tersebut secara spontan memberikan air putih kepada Sonya.
"Duh Nya, makan pelan-pelan dong" omel Vera khawatir.
Sonya masih diam, tidak percaya dengan apa yang terpampang pada ponselnya. Vera yang penasaran dengan apa yang dilihat oleh Sonya, merebut ponsel yang berada ditangannya.
"Ini akun facebooknya Myra? Wah dia ngepost siapa nih. Kok cuma gambar tangan saja ya?" tanya Vera polos.
"Bukankah itu jaket milik Arya? Bukankah itu juga tangan Arya? Aku sangat hafal dengan tangan itu" jawab Sonya lemas.
"Bisa saja kan ada orang lain yang memiliki jaket yang sama seperti Arya. Sudah kamu jangan overthinking terus. Percaya saja dengan Arya, dia pasti setia kok sama kamu" ucap Vera menenangkan Sonya.
Selera makan Sonya mendadak menguap entah kemana. Pikirannya terus tertuju kepada foto tersebut.
'Sebenarnya apa tujuan Myra mengunggah foto seperti ini' ujar Sonya dalam hati.
__ADS_1
Ternyata bukan hanya dalam aplikasi facebook, foto tersebut juga terlihat diunggah dalam instagram. Lagi-lagi Sonya membuang nafasnya kasar ketika melihat foto tersebut. Tapi dia tak tinggal diam, Sonya menscreenshot foto tersebut sebagai bukti jika nanti perselingkuhan mereka terungkap.
"Sudahlah Nya, jangan terlalu dipikirkan. Jika memang dia mengkhianati kamu, jangan lupakan bahwa hukum tabur tuai itu ada" ujar Vera sambil memeluk Sonya menyalurkan semangat.
"Ayo kembali kerja. Aku sudah kenyang" ujar Sonya lalu pergi tanpa menunggu Vera terlebih dahulu.
Vera memaklumi sikap Sonya yang seperti ini. Sonya memang tipikal wanita yang gampang cemburu, overthinking, dan gampang terpancing emosi.
Vera langsung menyusul Sonya yang sudah kembali ke ruangannya. Bahkan Sonya sudah terlihat kembali ke mode fokus ketika sudah berhadapan dengan pekerjaannya.
Waktu terus berjalan, dan Myra masih terus mengunggah kedekatannya dengan Arya. Bahkan tak segan-segan Myra menampakkan wajahnya dengan wajah Arya dalam sebuah Video. Tentu saja itu ditujukan hanya untuk Sonya dan membuat hubungan Sonya dengan Arya hancur berantakan.
Emosi Sonya sudah ia tahan sedari tadi. Semakin hari, Myra semakin berani menunjukan siapa dirinya. Bahkan sudah banyak foto mereka yang Sonya kumpulkan. Dan setiap ia tanyakan kepada Arya, maka jawaban Arya masih sama. Hanya salah paham.
"Kalau mau ambil saja mbak, tidak usah capek-capek pinjam punya orang" balas Sonya kepada video yang Myra unggah.
Ting!
__ADS_1
"Pinjam? Siapa yang pinjam sih mbak" jawab Myra yang sukses membuat emosi Sonya semakin memuncak.
"Kenapa kamu sering mengunggah foto bersama Arya?" tanya Sonya tanpa basa-basi.
"Ya ampun mbak, kamu baru pacar loh. Bukan calon istri. Kenapa mengatur-ngatur saya"
'Brengsek' umpat Sonya dalam hati.
"Lebih mending saya mbak pacarnya, dari pada kamu cuma pelakor" jawab Sonya makin emosi.
"Hah pelakor? Kamu tanya sendiri saja deh mbak sama Mas Arya" balas Myra masih tidak tahu malu.
"Dasar perempuan gatal" umpat Sonya kepada Myra.
Myra sepertinya memang sengaja memancing kemarahan Sonya. Dan mungkin terang-terangan ingin merebut Arya dari Sonya.
Sonya yang semakin emosi ingin sekali kembali ke kantor sebelumnya. Ingin menjambak atau mungkin mencakar wajah sok polos Myra. Sonya menyesal dulu sempat memuji Myra ada perempuan baik dan ramah. Ternyata Myra tak lebih dari ulat bulu berwujud manusia.
__ADS_1