
Vera langsung menghampiri Sonya ketika melihat Sonya begitu terkejut. Bahkan Sonya tidak mempedulikan ponselnya yang terjatuh.
"Ya ampun Sonya. Kamu apa-apaan sih ponsel dibanting-banting seperti ini" ujar Vera sambil mengambil ponsel Sonya.
Vera melihat ke arah ponsel Sonya sekilas yang kebetulan belum terkunci. Begitu terkejutnya Vera ketika melihat sebuah gambar seorang laki-laki hanya menggunakan celana pendek dan sebuah kaos polos di dalam sebuah kamar.
Ya. Laki-laki dalam foto tersebut adalah Arya. Laki-laki yang menghilang kabarnya 2 hari ini. Tapi anehnya ketika Vera mengirim pesan kepada Arya, pesan tersebut sempat terbaca meskipun tanpa balasan dari Arya.
"Sonya?" panggil Vera dengan suara bergetar.
Sonya sudah tidak mampu menjawab panggilan dari Vera. Ia masih terkejut dan tentu saja lagi-lagi air mata Sonya mengalir begitu saja.
Ting!
Sebuah pesan masuk menyusul gambar Arya tersebut.
"Kasihan yah 6 pesannya belum dibalas. Jangan dimarahin yah Mbak, kasihan Mas Arya baru pulang kehujanan" tulis akun tersebut.
Vera yang membaca pesan tersebut tidak ingin membuat Sonya semakin sedih. Biarkan Sonya mengetahuinya nanti, jangan sekarang. Bahkan tak segan Vera memblokir akun tersebut agar tidak bisa lagi meneror Sonya.
__ADS_1
Vera meletakkan ponsel Sonya di atas meja. Ia langsung mendekat dan memeluk Sonya. Vera tidak menyangka, kisah cinta sahabatnya menjadi seperti ini. Bahkan dulu Vera adalah orang yang sangat mendukung hubungan mereka.
"Aku kurang apa Ver?" ucap Sonya ditengah isak tangisnya.
Vera hanya mampu memeluk Sonya tanpa bisa menjawab pertanyaannya. Sudah hampir 3 bulan Sonya mendapat teror seperti ini dari Myra. Dan tentunya Sonya tidak bisa melakukan hal lebih. Karena hubungan mereka saja sudah ditentang perusahaan.
Sonya yang sekarang lebih terlihat seperti telah kehilangan motivasi hidup. Mungkin saja mentalnya sedikit terganggu karena masalah ini. Pola makannya tidak pernah teratur, pikirannya berkecamuk dalam 1 permasalahan. Tapi hebatnya, dia mampu profesional ketika bekerja.
"Sudah aku katakan, jangan hiraukan Myra. Sudah lebih baik kamu istirahat ya. Ini sudah malam, dan besok kita harus bekerja" ujar Vera sambil menuntun Sonya ke dalam kamar.
Vera merebahkan tubuh Sonya di atas kasur, kemudian ia pun berbaring di sebelahnya. Sonya memang memejamkan matanya, tapi justru air matanya semakin deras mengingat sebuah foto yang ia lihat tadi.
Vera yang berniat menemani Sonya malam ini justru sudah tertidur karena terlalu lelah. Ia juga ikut berpikir untuk jalan keluar antara hubungan Arya dan Sonya.
Sonya sudah berusaha memejamkan matanya, namun ia tetap tidak bisa tertidur. Beberapa cara telah ia lakukan. Hingga akhirnya ia menyerah dan pergi untuk mengambil wudhu.
Sonya membentangkan sajadah kemudian melakukan sholat sunnah agar hatinya sedikit tenang. Baru saja rakaat pertama, air mata Sonya sudah kembali berjatuhan. Sonya berusaha fokus pada sholatnya.
Setelah salam, tangis Sonya benar-benar pecah. Ia tidak tahu lagi kepada siapa akan mengadu. Harapan keluarganya juga begitu dalam kepada hubungannya dengan Arya.
__ADS_1
Flashback on
"Nak Arya, hubungan kalian kan sudah lama. Setiap bepergian juga selalu berdua. Kapan kamu akan mengikat Sonya? Setidaknya tunangan terlebih dahulu. Nanti bisa nikah beberapa tahun lagi" ucap Ranti pada Arya sore itu.
"Iya Nek, saya juga sudah memikirkan hal ini sudah lama. Dari awal memang saya meminta Sonya untuk menunggu saya selama 3 tahun untuk mengumpulkan modal" jawab Arya sopan.
Sonya memang tinggal bersama neneknya. Dia sudah ditinggal oleh kedua orang tuanya sejak kecil. Ayah dan Ibu Sonya sudah memiliki keluarga masing-masing, sedangkan Sonya dirawat oleh neneknya hingga sekarang. Sedari kecil Sonya sudah kehilangan sosok cinta pertamanya. Dengan kehadiran Arya, Sonya berharap ia mampu menggantikan rasa kasih sayang yang telah lama hilang.
"Setidaknya ada pengikat diantara kalian Nak Arya. Agar Nenek tenang ketika kalian pergi berdua, supaya tidak menjadi omongan tetangga" ujar Ranti dengan sedikit senyuman.
"Iya Nek, insya Allah setelah lebaran saya akan membawa kaluarga saya dan melamar Sonya" jawab Arya tegas.
Senyuman Sonya merekah indah saat mendengar kalimat tersebut keluar dari bibir Arya. Begitu juga dengan Ranti, akhirnya cucu kesayangannya mendapat kepastian dari kekasihnya tersebut.
Flashback off
Sonya semakin tergugu mengingat kalimat yang pernah Arya katakan beberapa bulan yang lalu. Akankah kalimat tersebut masih bisa ia pegang? Atau justru ikut runtuh seperti air matanya yang tak bisa berhenti jatuh?
'Tuhan, tunjukkanlah yang terbaik untukku' jerit Sonya dalam hati.
__ADS_1