
Semakin hari komunikasi antara Sonya dan Arya semakin berkurang. Bahkan sering kali Arya memberikan alasan sibuk karena pekerjaan. Dan Sonya terus berusaha memaklumi hal tersebut.
Pertikaian antara Sonya dan Myra pun masih terus berlanjut. Sonya yang dengan tegas ingin mempertahankan hubungannya, dan Myra yang dengan terang-terangan ingin menghancurkan hubungan mereka.
"Kemarin foto boncengan motor, sekarang gandengan tangan. Tapi kenapa tangan ini benar-benar mirip dengan tangan Arya?" gumam Sonya pelan.
Vera yang tak jauh dari Sonya pun mendengar dengan jelas apa yang Sonya katakan. Vera membuang nafasnya kasar. Merasa jengah dengan sikap Sonya yang mudah overthinking.
"Berapa kali sih Nya aku harus ngomong? Sudah jangan dihiraukan si Myra. Dia memang berniat menghancurkan hubungamu dengan Arya. Semakin kamu menghiraukan dia, dia akan semakin merasa menang" ujar Vera kesal.
Bukan Sonya namanya kalau langsung menuruti ucapan Vera. Bahkan Sonya lebih memilih mengulik lebih dalam tentang kedekatan Arya dengan Myra.
Ting!
Sonya langsung menoleh pada ponselnya yang berbunyi. Sonya pikir itu dari Arya, ternyata sebuah pesan dari ulat bulu itu.
"Gimana nih Mbak? Masih aman hubungannya sama Mas Arya? Atau malah udah bubar? Ups!" tulis Myra tanpa basa-basi.
Sepertinya Myra mampu membuat emosi Sonya naik turun. Setelah beberapa hari tidak menampakkan dirinya, kini ia kembali dengan pertanyaan yang mampu membuat Sonya ingin menelan Myra hidup-hidup.
"Apa maksudmu? Sebenarnya apa yang kamu inginkan hah?" balas Sonya sedikit emosi.
__ADS_1
"Aduh Mbak, santai dong jangan marah-marah seperti itu" ejek Myra disertai banyak emotikon tertawa.
"Siapa yang marah? Paling juga kamu karena masih belum berhasil menggoda kekasih orang" cibir Sonya pedas.
"Sepertinya kemarin Mas Arya mengatakan kalau kalian sudah putus, atau Mbak ingatnya masih saja berpacaran ya? Aduh kasihan banget sih Mbak"
Sonya menyunggingkan senyuma smirk. Andai saja Myra ada di depannya saat ini, mungkin sudah Sonya maki-maki atau mungkin Sonya beri pelajaran agar tidak semakin gatal.
"Sudah tidak laku ya Mbak? Sampai-sampai ingin merebut milik orang lain" balas Sonya semakin pedas.
"Heh Mbak! Mbak tanya saja dengan Mas Arya. Punya tanggungan apa dia sama saya. Kita lihat saja siapa yang akan menjadi istrinya Mas Arya. Karena jika Mas Arya tidak mau bertanggung jawab, maka keluarganya yang akan menerima balasannya" balas Myra terlihat emosi.
Sonya sedikit tersentak dengan jawaban Myra. Entah kenapa perasaannya semakin tidak enak membaca kalimat demi kalimat yang Myra kirim.
Sonya lebih memilih mengabaikan pesan dari Myra. Bahkan Sonya sudah memblokir semua akses komunikasi dengan Myra. Sonya sudah tidak ingin hidup dalam bayang-bayang kecurigaan.
"Arya, aku harap kamu menepati semua janjimu. Aku telah mengorbankan begitu banyak hal untukmu. 3 tahun kan waktu yang kamu minta? Sebentar lagi Arya, sebentar lagi waktu itu tiba" ujar Sonya pelan sambil menatap fotonya saat bersama Arya.
Tanpa sadar air mata mulai membasahi kedua pipi Sonya. Sudah 2 tahun mereka bersama, baru ini pertama kali menghadapi masalah serumit ini. Dan seumur hidupnya, baru ini Sonya menghadapi wanita seperti Myra.
****
__ADS_1
"Ver aku kurang apa ya kepada Arya?" tanya Sonya tiba-tiba.
Vera yang mendapatkan pertanyaan seperti itu tentu saja mengernyitkan dahinya heran. Bagi sebagian laki-laki, Sonya adalah tipikal istri idaman. Ya memang dia tidak secantik Vera atau pun Myra, tapi Sonya sosok yang ramah, pintar masak, sayang anak kecil, bahkan sejak kecil namanya sudah dibangga-banggakan oleh tetangganya sebagai menantu idaman.
"Kamu sempurna di mata orang yang tepat Sonya. Sebuah hubungan itu untuk saling menyempurnakan. Jika memang benar Arya selingkuh, berarti Arya tidak bersyukur telah dititipkan wanita sebaik kamu" jawab Vera sambil mengelus tangan Sonya.
Sonya memang akhir-akhir ini sering menangis. Bagaimana tidak? Teror dari Myra terus ada meskipun semua akun Myra sudah Sonya blokir, tetapi akun baru terus bermunculan. Dan tentunya pemiliknya adalah Myra Oktriani.
Sonya terlihat sedang menghubungi Arya, tetapi tidak ada satu pun respon dari Arya. Entah itu pesan atau pun telepon.
"Ponsel Arya tidak aktif Nya?" tanya Vera heran. Tidak biasanya Arya tidak bisa dihubungi seperti ini.
"Iya, sudah 2 hari ini dia tidak memberi kabar. Pesan tidak dibalas, telepon pun tidak dia jawab. Padahal statusnya aktif" jawab Sonya lesu.
"Kita tunggu saja, siapa tahu memang Arya sedang sibuk. Atau mungkin ingin memberikan kejutan untukmu" ujar Vera sedikit memberikan harapan agar Sonya tersenyum.
Dan benar saja, Sonya tersenyum samar. Vera menjadi iba jika memang Arya benar-benar menghilang, pasti Sonya akan semakin terpuruk keadaanya.
Ting!
'Akun baru lagi' ujar Sonya dalam hati.
__ADS_1
Karena penasaran, akhirnya Sonya membuka pesan yang dikirim akun tersebut. Sonya menjerit hingga tanpa sadar ponsel yang Sonya pegang jatuh ke lantai.