
Sonya berjalan sendirian di sekitar taman. Hari ini adalah hari libur, jadi Sonya berinisiatif untuk sekedar jalan-jalan menyegarkan otak.
Setelah merasa lelah, Sonya mampir ke penjual mie ayam. Sonya ingat dengan Arya seketika. Ini adalah makanan kesukaan mereka, kemana pun mereka pergi pasti makanan yang dicari adalah mie ayam.
Selesai dengan urusan perutnya, Sonya pergi ke pusat perbelanjaan. Tiba-tiba seseorang melewati Sonya begitu saja. Dari belakang Sonya seperti mengenal orang tersebut, tapi entah siapa ia lupa.
Sonya mengikuti laki-laki tersebut. Betapa terkejutnya Sonya ketika berhasil melihat wajahnya, dia adalah Arya. Sonya berjalan dengan cepat ke arah Arya. Rasa rindu dalam hatinya kian membuncah ketika melihat Arya tengah tersenyum.
Ketika hampir sampai, Sonya melihat Myra mendekat ke arah Arya. Bukan hanya Myra, tetapi juga dengan seorang anak kecil perempuan. Hati Sonya semakin terkoyak ketika melihat Arya mencium kening Myra, bahkan bermain begitu asik dengan anak perempuan tersebut.
"Arya" panggil Sonya namun Arya tidak mendengarnya.
Sonya terus memanggil Arya, namun justru Arya semakin menjauh meninggalkan Sonya. Tangannya menggandeng Myra yang kini tengah menggendong anak kecil tadi.
Sonya tanpa sadar terisak dan mencoba mengejar Arya. Apakah Arya sudah benar-benar melupakannya? Secepat ini kah? Padahal sebelumnya mereka baik-baik saja.
"Aryaa" teriak Sonya masih mengejar hingga ia terjatuh dan enggan untuk bangun lagi.
"Sonya bangun Nya. Hey! Kamu kenapa ya ampun"
Vera menggoyang-goyangkan tubuh Sonya yang sudah penuh keringat. Sonya meringkuk di atas sajadah masih lengkap menggunakan mukenah. Tapi sedari tadi Sonya berteriak nama Arya.
"Sonya ya ampun, kamu tidak apa-apa?" tanya Vera ketika melihat Sonya sudah membuka matanya.
Vera langsung bergegas mengambil air minum untuk Sonya. Ia begitu khawatir dengan kondisi mental Sonya. Vera takut Sonya tidak sekuat apa yang ia lihat selama ini.
Setelah menghabiskan minum 1 gelas, Sonya terlihat mengatur nafasnya. Tiba-tiba ia memeluk Vera dengan kencang. Tangis Sonya kembali terdengar. Tubuh Sonya bergetar karena tangisnya begitu meledak malam ini.
Vera hanya bisa mengelus pelan punggung Sonya yang masih terbalut mukenah. Perlahan Vera melepaskan mukenah yang masih Sonya pakai. Melipatnya dengan rapih, dan menyimpannya kembali.
"Sudah jangan menangis terus. Kamu mimpi apa barusan hmm?" tanya Vera pelan, seperti seorang ibu kepada anaknya.
"Aku tadi mimpi bertemu Arya. Saat aku akan mendekat ke arahnya, tiba-tiba Myra mendekat dan menggandeng anak kecil perempuan. Arya mencium kening Myra mesra" jelas Sonya masih diiringi isakannya.
__ADS_1
"Itu hanya mimpi. Jangan terlalu dipikirkan ya. Ayo tidur lagi, ini masih jam 3 pagi" ujar Vera menuntun Sonya ke atas ranjang.
"Terima kasih"
Sonya begitu bersyukur masih ada Vera yang menguatkannya. Sonya bertekad untuk ikhlas mulai detik ini. Lebih baik ia anggap semuanya sudah selesai, dari pada menyiksa batinnya seperti ini.
***
Ting!
Sebuah pesan masuk ke ponsel Sonya. Sonya menjadi malas pegang ponsel semenjak Myra terus-terusan menerornya. Entah terbuat dari apa hati Myra, seperti tidak ada rasa empati dalam dirinya.
Ting!
Pesan kembali masuk, padahal pesan yang tadi saja belum Sonya buka. Akhirnya Sonya membuka ponselnya karena penasaran siapa pengirim pesan tersebut.
"Pagi sayang"
Sonya terkejut ketika membaca pesan tersebut. Nomor ponsel Arya memang sudah Sonya hapus sejak semalam. Tapi tiba-tiba pagi ini Arya mengirim pesan seperti ini dengan nomor yang sama.
Sonya mengabaikan pesan tersebut. Sonya masih ingat dengan tekadnya semalam, ia tidak boleh goyah hanya karena pesan seperti ini.
Merasa tidak ada balasan dari Sonya, Arya mengirim pesan kepada Vera. Dengan alasan yang sama dan meminta Vera untuk membujuk Sonya agar mau membalas pesannya.
"Sonya, ini ada pesan dari Arya" ujar Vera pelan.
"Biarkan saja" jawab Sonya dingin.
"Tapi dia begitu ingin kamu membalas pesannya. Dia hanya ingin menjelaskan mengapa kemarin dia menghilang" jelas Vera sedikit ngeyel.
"Kamu saja yang tanyakan alasan dia kenapa menghilang. Lalu tiba-tiba perempuan gatal itu mengirim fotonya sedang di kamar" jawab Sonya masih begitu kesal.
Amarah Sonya hadir begitu saja ketika mengingat Myra mengirimkan foto Arya sedang berada di kamar.
__ADS_1
Vera hanya mengangguk dan tak lama kemudian Vera tengah sibuk berbalas pesan dengan Arya. Setelah semua informasi Vera dapat, Vera menyerahkan ponselnya kepada Sonya agar Sonya membacanya sendiri.
"Kemarin ponselku tercebur ke kolam renang, dan sialnya ponselku langsung blank tidak bisa disentuh sama sekali"
"Tolong sampaikan kepada Sonya, aku masih di sini menunggunya pulang. Jangan memikirkan banyak hal yang tidak penting"
Sonya langsung melihat apa yang Vera tulis sebagai balasan pesan Arya.
"Lalu dengan foto ini? Apa maksudnya itu Arya?"
"Jika memang ponselmu tidak bisa disentuh sama sekali, kenapa pesanku bisa kamu baca? Juga kenapa akun facebookmu bisa online?"
Sonya menyunggingkan senyum membaca balasan pesan Vera pada Arya. Vera juga kecewa pada Arya, itu terlihat jelas dari setiap kalimat yang ia tulis.
"Ya ampun itu foto lama. Saat masih banyak anak baru dan aku ditugaskan untuk mengontrol mereka malam itu sambil sedikit sharing tentang pekerjaan. Aku pun tidak tahu kalau Myra mengambil foto tersebut"
"Bukankah facebook bisa aktif selama paket data kita menyala? Aku tidak pernah menon-aktifkan ponselku"
"Apakah kemarin Sonya menangis? Ah sudah pasti iya. Aku jadi mengkhawatirkannya, bahkan aku ingin sekali menyusulnya ke Solo"
Sonya terlihat bimbang setelah membaca semuanya. Apakah ia harus percaya lagi? Tapi Sonya takut akan terulang dikecewakan kembali.
Ting!
Sebuah pesan kembali masuk ke ponsel Vera yang masih Sonya pegang.
"Tolong katakan pada Sonya, jangan dengarkan berita buruk yang mampu menghancurkan hubunganku dengannya. Dan tolong, jangan pernah percaya dengan apa yang Myra katakan. Dia wanita busuk"
Hati dan logika Sonya berperang saat ini. Ia ingin mempercayai kekasihnya lagi. Tetapi ia juga takut sakit lagi.
Sonya membalas pesan Arya dengan ponsel Vera.
"Hubungan antara kamu dan Sonya ada di tanganmu. Kamu yang memulai pertama. Dan jika memang benar kamu ada hubungan dengan Myra, lebih baik kamu lepas Sonya sekarang juga. Sonya juga berhak bahagia, Sonya sudah pasrah dengan hubungan kalian. Terserah kamu saja Arya" tulis Sonya seakan-akan yang mengirim pesan tersebut adalah Vera.
__ADS_1
Sonya menghembuskan nafasnya pelan. Entah apa yang akan terjadi selanjutnya setelah ini.
'Aku berserah diri kepada-Mu Tuhan. Berikan yang terbaik untukku' ujar Sonya dalam hati.