
"Upz! Denger ya Han Tu. Lo tuh di sekolah ini udah terkenal sebagai orang yang suka ngutang sana sini. Jadi gue tahu bener dong, siapa saja orang yang pernah Lo utangin karena itu bukan lagi rahasia tapi konsumsi publik." elak Hapsari yang ada di tubuh Dira agar tidak menimbulkan kecurigaan pada Hans.
"Sialan, Lo ya cok yang kasih tahu dia kalau gue pernah punya hutang sama almarhum Hapsari," tuduhan begitu saja pada Dika.
Dika langsung mandiri ke arah kesal sekali dengan tuduhan yang dilayangkan kepadanya.
"Bego Lo! Kalau mo fitnah sama orang yang tepat bukan ke gue ngapain gue kepoin hal-hal kayak gitu kuker amat sih." bantah Dika geram.
"Dah, Yang jangan ladenin orang yang otaknya sama malunya setengah. mending kita cepat keluar yuk Yang ke taman belakang." ajak Hapsari langsung beranjak dari duduknya berjalan pergi keluar kelas.
"Bayar tuh utang Lo, sebelum arwahnya bikin perhitungan sama lu ntar malam." ucap Dika menakuti Hans sebelum pergi keluar mengikuti Hapsari.
Nisa dan Sasha yang sedari tadi perhatikan Dika dan Hapsari benar-benar merasa geram dan hanya bisa mengepalkan tangannya sambil meninju di udara.
__ADS_1
"Huhhh! pengen gue tabok tuh rasanya si arwah bucin!" geram Nisa menunjuk telapak tangannya sendiri.
"Astaghfirullah! gue juga heran kok ada ya arwah kayak gitu. Ckckck, masa kita manusia kalah sama arwah Bucinnya." tak kalah kesal Sasha ngedumel.
***
Seperti yang Leo sepakati dengan Selena mulai hari ini Leo mengatur rencananya untuk mencelakai Dira.
"Len, Gue tahu lo nggak pernah punya rasa sama Gue. But it's okay, i want your body." gumam Leo kembali.
Obsesi Leo akan Selena membuat dia berubah menjadi seorang yang sangat menakutkan mengarah kepada psikopat, apapun akan dilakukan Leo untuk memenuhi semua keinginan gila Selena yang semuanya tak masuk akal.
Leo adalah seorang pemuda yang sejak kecil diasuh oleh Bramantyo papa Selena, Leo yang dibuang oleh orang tuanya di sebuah panti asuhan dan selalu mendapat perlakuan buruk dari pengurus panti menjadikan dia sosok mati hatinya tak punya empati pada orang-orang di sekitarnya.
__ADS_1
Sampai Leo remaja bertemu dengan Bramantyo dan dibawa pulang ke rumahnya untuk dijadikan salah satu tukang kebun di rumahnya. Pertemuannya dengan Selena setiap hari menumbuhkan rasa suka dan juga cinta luar biasa pada diri Leo.
Selena yang manja, cantik tapi sekaligus egois membuat Leo begitu mencintainya, jalinan simbiosis mutualisme pun terjadi di antara mereka. Selena selalu mengandalkan Leo untuk banyak hal, ketergantungan Selena kepada Leo membuat Selena tak pernah bisa lepas dari Leo. Bagi Selena Leo bukan hanya tukang kebun di rumahnya tapi dia juga penjaga untuk dirinya.
Leo lalu menekan salah satu nomor di hp-nya, tak lama kemudian pembicaraan telepon itu pun tersambung.
"Lo, awasi cewek yang Gue kirim fotonya 24 jam, dan kasih laporan lengkap apapun yang dilakukan. Paham Lo!" perintah leo pada seseorang di seberang telepon.
Leo langsung menutup teleponnya dan mengirimkan foto Dira ke nomor tersebut lewat WA. Wajah Bengisnya tersenyum menyeringai, ingatannya kembali pada kejadian saat dia dipukuli oleh Dira di saat sebelum pemakaman di rumah Hapsari.
"Rasa sakit hati Gue ternyata sehaluan dengan niat jahat Lena, sekali dayung 3 atau 2 pulau terlampaui. Kunyuk yang sudah bikin Gue cacat akan Gue bikin akhir hidupnya seperti di neraka. Cuih!" dengus Leo sambil meludah.
Sorot mata kebencian tampak jelas dari tatapan Leo, dingin dan angker dengan kilauan kebencian bagai pedang yang bagus tanpa ampun pada siapa yang menjadi targetnya.
__ADS_1