Titisan Avalokitesvara Bodhisatva

Titisan Avalokitesvara Bodhisatva
Gelang Giok Hijau


__ADS_3

Pacaran sinar cahaya terang yang keluar dari Pagoda 7 warna memancing banyak orang datang menuju ke arah Pagoda.


" Ammitaba.."


Buddha maha besar,


Maha Kasih dan Penyayang...


Suara lembut terdengar keluar dari seorang biksuni yang baru saja tiba.


Biksuni Cheng Yen namanya. Di kota Suzhou ia lebih di kenal sebagai Master Cheng Yen, karena keahlian nya dalam ilmu pengobatan dan pembuatan pil kultivasi.


Master Cheng Yen adalah ketua kelenteng Xian Shan Xi. Jarang sekali terlihat keluar bila tidak ada hal yang terasa mendesak.


Biasanya hanya seminggu sekali ia muncul di dalam ruang pengobatan kelenteng Xian Shan Xi. Balai pengobatan Tzu Chi namanya, karena kelenteng selalu membuka pengobatan gratis bagi semua penduduk yang kurang mampu.


Selain itu, Pil kultivasi dan obat - obatan yang biasa di jual menara lelang Suzhou sebagian besar juga di pasok dari kelenteng Xian Shan Xi.


Guan Lu yang tiba lebih dahulu di depan pagoda segera menyambut sang biksuni, setelah lama tidak pernah berjumpa.


" Salam.. Master Cheng Yen.."


" Salam.. Patriak Guan.."


Dari arah belakang, Guan Shu, Guan Lie dan Cia Sun Ling terlihat berjalan ke arah Guan Lu.


" Koko..."


Apakah kau menemukan Guan Yin..?? tanya Cia Sun Ling yang terlihat gelisah.


Guan Lu berdiri diam memandang wajah sang istri yang terlihat resah, lalu kepalanya berpaling melihat ke arah pagoda 7 warna sebelum ia kemudian memandang ke arah master Cheng Yen.


" Ammitaba.."


Buddha maha besar,


Maha Kasih dan Penyayang...


Kembali ucapan Dharma terucap keluar dari mulut master Cheng Yen, segera setelah Guan Lu menatapnya.


Mohon maaf sebelumnya Patriak Guan, pintu pagoda ini hanya bisa terbuka sekali dalam 10 tahun.

__ADS_1


Sepanjang sejarah yang saya tahu, hal seperti ini tidak pernah terjadi di pagoda 7 warna. Pintu pagoda ini baru 3 tahun yang lalu terbuka untuk ujian para biksuni.


Mungkin ini adalah kehendak sang Buddha, ucap master Cheng Yen.


" Ammitaba.. "


Buddha maha besar,


Maha Kasih dan Penyayang...


Kembali lantunan Dharma terucap keluar.


Apakah tidak ada jalan lain untuk membuka pintu pagoda ini master Cheng Yen, tanya Guan Shu tiba - tiba.. ?? Bukankah itu hanya sebuah pintu yang dapat kita buka kapan saja..??


Pagoda ini di lindungi oleh array tembus pandang yang di buat oleh para leluluh. Di dalam pagoda terdapat Jam waktu yang di buat dari Batu meteor langit yang dapat membuka pintu pagoda sekali dalam setiap 10 tahun.


Tetapi jika Buddha berkehendak, pintu pagoda lantai teratas terbuka maka dengan sendirinya adik Mu akan keluar dari dalam pagoda 7 warna, ucap Master Cheng Yen.


" Koko.."


Huu.. huu.. hu... anak Ku...


Bagaimana ini Koko...


Suara isak tangis terdengar keluar dari Cia Sun Ling , wajah - wajah sedih terlihat di raut wajah mereka.


" Bersabarlah Patriak Guan.."


Ini adalah berkat dari langit..


Biarkanlah takdir berjalan, mengikuti kehendak sang semesta.


Aku yakin anak Mu di dalam baik - baik saja. Percayalah, sesuatu yang besar sedang terjadi dan putri mu akan baik - baik saja.


Sebaiknya, anda sekeluarga kembali, biarlah aku yang membantu mengawasi di sini. Jika ada kabar mengenai putri Mu, akan segera ku sampaikan ke padaMu, ucap Master Cheng Yen.


Seruan nafas kembali terdengar ,..


Baiklah Master Cheng Yen, kami segera kembali.. Maaf menyusahkan anda dan sekali lagi mohon bantuan Mu.. ucap Guan Lu segera pamit bersama keluarganya, lalu meninggalkan kelenteng Xian Shan Xi, dengan wajah muram.


--------- \+\+\+\+\+\+\+ -----------

__ADS_1


Sementara itu di dalam pagoda 7 warna, seperti tertarik oleh Medan magnet sesaat setelah array yang menutupi tangga menghilang. Guan Yin mulai berjalan naik ke lantai ke 2.


Gerak langkah kaki mulai bergerak naik menapak anak tangga, 1 langkah, 2 langkah dan seterusnya, makin jauh melangkah, beban kaki Guan Yin mulai terasa semakin berat.


Terus memaksa dirinya, Guan Yin kecil akhirnya tiba di ujung anak tangga lalu pintu kemudian terbuka. Segera Guan Yin masuk ke dalam pagoda lantai ke 2.


Baru saja masuk, kembali di sana terlihat aula ruangan kosong, hanya terlihat hamparan batu. 33 buah batu panjang berwarna hijau seperti giok terhampar di pojok - pojok ruang aula pagoda lantai 2.


Dari 33 Batu panjang berwarna hijau seperti batu giok , terlihat cahaya hijau keluar memancarkan aura dingin.


Kebingungan terpancar di raut wajah Guan Yin, tak tahu harus melakukan apa setelah melihat seluruh aula pagoda di lantai 2 yang hanya berisikan 33 batu panjang berwarna hijau giok.


Guan Yin kembali menatap ke sekeliling aula memandang batu hijau giok satu persatu, seakan - akan ia sedang memindai dan ingin merasakan sesuatu.


Guan Yin lalu berjalan ke arah sebuah batu di sudut ruang aula, kemudian tangan nya menempelkan ke arah batu panjang giok hijau, dan ia mulai merasakan hawa dingin yang keluar dari batu giok hijau perlahan - lahan masuk ke dalam tubuhnya.


Rasa dingin yang keluar dari batu terasa nyaman di dalam tubuhnya. Lalu dia naik duduk di atas batu panjang giok hijau, dan mengambil posisi lotus kemudian mulai melakukan semedi.


Suara alunan muyi mulai terdengar kembali melantunkan Dharma doa dalam pikirannya. Segera ia merasakan ketenangan dan keheningan dalam hati, jiwa dan pikiran Nya.


Tak terasa hari berlalu demikian cepat, seminggu berlalu lewat begitu saja. Guan Yin kecil masih terlihat tetap duduk tenang di atas batu panjang giok hijau dalam posisi semedi.


Dua minggu kembali lagi berlalu lewat begitu saja. Semakin hari, hawa dingin yang keluar dari batu panjang giok hijau terasa semakin kuat dan semakin padat. Energi dingin dalam tubuh Guan Yin juga terlihat semakin padat, butiran cahaya halus seperti kapas atau salju seakan terpancar dari tubuhnya.


Kemudian, ....


" Boooom.... Boooom..."


Ledakan kecil terdengar 2 kali.


Sungguh mengejutkan, keajaiban yang jarang terjadi di dalam pagoda 7 Warna berturut - turut terjadi seakan - akan memberkahi Guan Yin kecil.


Baru 1 bulan semenjak dirinya mulai berkultivasi, Guan Yin kecil kini sudah mencapai tahap Pondasi tingkat 8. Sebuah keajaiban yang sulit terjadi, bahkan seorang sin tong ( anak ajaib ) sekalipun akan sulit menyamai prestasi ini, apalagi hanya anak berbakat.


Guan Yin kecil masih terlihat duduk di


atas batu panjang giok hijau dengan sikap Semedi Nya, kemudian sebuah cahaya hijau terang kemudian muncul dari dalam batu giok hijau.


Sebuah gelang giok hijau muda melayang di depan Guan Yin kecil, memancarkan sinar terang keluar dan kemudian terbang ke arah lengan tangan Guan Yin.


Gelang giok terus bergerak melingkar di lengan kiri Guan Yin. Tak lama kemudian cahaya hijau terang mulai meredup, gelang giok di lengan Guan Yin mengecil, seakan - akan mengikuti ukuran bentuk lengan Guan Yin kecil.

__ADS_1


Guan Yin membuka kedua mata nya, lalu memandang ke arah lengan. Seutas senyum terlihat di bibir Nya. Baru saja ia kehilangan gelang giok nya yang ia berikan ke pengemis tua, kini sebuah giok yang jauh lebih indah sudah terpasang kembali di lengan kirinya.


Baru saja Guan Yin hendak bangun, kembali sebuah keanehan terjadi.


__ADS_2