Titisan Avalokitesvara Bodhisatva

Titisan Avalokitesvara Bodhisatva
Kelahiran Guan Yin


__ADS_3

Kembali ke kediaman Patriak Guan.


Suara tangisan bayi kembali terdengar.


"Owe... Oee.. oee.."


Segera bibi Fei memberikan si bayi setelah dibersihkan olehnya kepada Cia Sun Ling.


Seketika bayi itu berhenti menangis dalam pelukan Cia Sun Ling dan tersenyum dalam damai menatap ke wajah sang Ibu.


Derit pintu kamar terdengar lalu pintu terbuka lebar, Guan Lu dan putri Nya beserta keluarga besar Guan dan para tetua yang menantinya di depan kamar segera berhamburan masuk ke dalam ruangan.


" Selamat tuan Guan..."


Putri anda terlihat sehat dan kuat, ucap bibi Fei sambil tersenyum melihat ke arah semua orang yang berada di dalam ruangan.


Seraut wajah yang sulit untuk di tebak, antara rasa gembira dan kecewa terpapar di raut wajah Guan Lu.


Harapan besar akan lahir nya seorang putra yang akan mewarisi garis keturunan keluarga besar Guan pupus ketika mendengar ucapan bibi Fei.


Meski kaki terasa berat, ia tetap berjalan melangkah menuju ke arah sang isteri, sambil mengarahkan kedua tangannya ke arah si bayi untuk mengendong nya.


" Haa.. haa.. haa.. "


Tertawa Guan Lu sambil melepas dan menghapus sedikit rasa kecewa di dalam hatinya.


Anak cantik... anak cantik.. " ucapnya. "

__ADS_1


Wajah tersenyum seolah terlihat dari sang bayi, seakan menatap ke arah mata Guan Lu.


Sebersit aura sinar putih seperti terpancar keluar dari sang bayi, seketika itu juga perasaan teduh dan nyaman dapat di rasakan oleh Guan Lu.


" Sayang.. "


Guan Lu berucap mesra kepada Cia Sun Ling istriNya..


Lihatlah, betapa mirip wajahnya dengan diriMu. Hidung, mata, mulut, alis mata seakan sesempurna diri Mu, kelakar Guan Lu seolah menggoda sang istri.


" Koko.." kau menggodaKu..


Tersenyum tersipu malu Cia Sun Ling mendengar kelakar dan cumbuan Guan Lu.


Ketawa kecil ikut terdengar di iringi dengan senyum dan tawa bahagia terlihat dari orang - orang yang berada di dalam ruangan tersebut.


" Sayang.. "


Seulas senyum terlukis di wajah Guan Lu sambil menatap Cia Sun Ling istri Nya.


Berpikir sejenak lalu Cia Sun Ling menjawab,


bagaimana jika ku berikan nama " Guan Yin " Koko.


" Guan Yin "


Yang berarti Welas Asih, atau nama lengkap nya Guan Shi Yin.

__ADS_1


Aku berharap, semoga putri kita ini menjadi orang yang bijak, yang berhati bersih dan baik sesuai dengan arti nama Nya, ucap Cia Sun Ling.


Suara ramai mulai terdengar,


" Selamat Kakak.."


" Selamat Ketua... "


Ucapan bahagia atas kelahiran Putri Nya terus mengalir dari para tetua dan keluarga besar.


" Kakak.."


Selamat atas kelahiran Putri Guan Yin.


Semoga keluarga Guan kita menjadi semakin besar dan Kuat.." ucap Guan Fei dan Guan Shan sang adik serempak..


Suasana riang gembira memenuhi ruangan setelah kelahiran Putri Guan Yin dengan lancar dan selamat.


Tak lama kemudian para anggota keluarga dan para tetua mulai meninggalkan ruangan, seolah - olah memberikan waktu dan kesempatan kepada sang Ketua dan keluarga besar melepas kegembiraan mereka.


CATATAN :


Kwan Im ( Hanzi : 觀音; Pinyin : Guān Yīn ) adalah terjemahan dari Avalokitesvara Bodhisattva, merupakan Bodhisatva Welas Asih. ( Hanzi : 大慈大悲;Pinyin : Da Ci Da Bei ) Kwan Im adalah lafal bahasa Hokkian yang merupakan mayoritas penduduk Tionghoa di Indonesia .


Nama lengkap dari Kwan Im adalah Kwan She Im Phosat yang di Indonesia di kenal sebagai Dewi Kwan Im. (Hanzi: 觀世音菩薩, pinyin: Guan Shi Yin Pu Sa ) yang merupakan terjemahan dari nama aslinya dalam bahasa Sanskerta , Avalokiteśvara yang berarti Boddhisatva Welas Asih.


Cerita Novel Fantasi ( Fiksi ) ini di dasarkan kepada SEJARAH DEWI KWAN IM, Jika ada kesalahan dalam penulisan tentang sejarah, sebelumnya " Writer " Memohon Maaf..

__ADS_1


Segala saran dan kritik yang membangun akan saya terima dengan senang hati.


Demikian sedikit catatan untuk berbagi wawasan kepada sesama reader.


__ADS_2