Titisan Avalokitesvara Bodhisatva

Titisan Avalokitesvara Bodhisatva
2. Biksu Gundharva


__ADS_3

Sambil meloncat ke arah sang bocah, biksu itu melancarkan sebuah pukulan ringan ke arah dada.


Dengan sekejap sang bocah terjengkang puluhan langkah dan berhenti setelah menabrak sebuah pohon kecil di belakangnya.


Terlihat darah mengalir dari sela - sela bibir sang bocah dan dengan susah payah ia berdiri dan bersiap untuk berlari kembali.


Melihat gelagat tersebut sang biksu segera melancarkan pukulan jarak jauhnya ke arah dada sang bocah, seolah tidak memberikan kesempatan untuk melarikan diri lagi. Namun tiba - tiba sebuah angin kencang memotong arah pukulan tersebut.


" Duaar "


Dua pukulan jarak jauh saling beradu di udara, debu dan asap berterbangan di sekitarnya. Dua wajar tiba - tiba saling berpandangan, saling tatap menatap seakan - akan saling mengukur kekuatan lawannya.


" Bukankah itu pukulan Pali Canon dari kuil Therapada ...?? "


" Apakah kamu berasal dari Alam Nirvana ....?? "


Tiba - tiba sang kakek misterius itu bertanya kepada sang biksu.


" Siapakah kamu ..?? "


" Mengapa kamu tahu kalau aku dari Kuil Therapada di Alam Nirvana ..?? "


Kembali sang biksu bertanya balik kepada sang kakek dalam keterkejutannya.


" Apa gerangan yang membuat seorang biksu dari Alam Nirvana turun ke Bumi ini..?? "


Kembali sang kakek balik bertanya tanpa memperdulikan pertanyaan sang biksu.


Suatu keanehan melawan kehendak semesta, turun ke dunia rendah di bumi ini, tanpa suatu hal yang bisa membuat keajaiban dunia.


Seraut wajah keanehan terpancar jelas di wajah sang kakek yang kembali menatap tajam sang biksu.


Tergetar hati tiba - tiba sang biksu melihat tatapan tajam kakek Miao Zhuan, terlihat jelas pancaran aura yang keluar merembes dari dalam tubuhnya.


" Lalu dia berkata "

__ADS_1


Aku adalah Biksu Gundharva, utusan khusus dari Sang Arahat, Penguasa kuil Therapada di dunia Alam Nirvana.


Bocah itu telah mengambil fragmen bunga lotus suci, sambil menunjuk ke arah sang bocah. Bunga Lotus suci merupakan salah satu pusaka Dewi Avalokitesvara, dan sekarang fragmen itu telah masuk menyatu di dalam jiwanya.


Berbulan - bulan aku menunggu bunga lotus itu bermekaran hingga mencapai 33 daun teratai putih itu bersinar, dan tugas ku adalah membawa kembali pusaka bunga lotus putih ke alam Nirvana.


Tiba - tiba sang kakek beralih menatap tajam si bocah. Sesaat kemudian kembali mengalihkan perhatiannya kepada sang biksu dan berkata..


" Kembalilah ke kuil Therapada ",


Bumi ini terlalu sempit, bukan untuk di huni oleh orang - orang dari alam nirvana.


" Aku akan kembali ke Kuil Therapada, cepat ataupun lambat, akan tetapi aku akan pergi dengan bocah itu hidup ataupun mati. Tidak peduli jika kau ingin melarangnya."


Kalau sudah begini, seperti biasa, kekuatan adalah jawaban nya.


" Yang Kuat dialah Yang Berkuasa "


" Aku akan memukulmu supaya kau kembali ke kuil Therapada ".


" Baik, jika itu keinginanmu.."


Terimalah pukulan ini, sambil menerjang sang biksu melancarkan pukulannya.


" Tinju Naga "


Sebuah pukulan lurus ke depan menerjang kakek Miao Zhuan, dan dengan tenangnya ia menangkis pukulan itu.


" Tapak Arahat "


Kembali biksu Gundharva melancarkan serangannya.


Sebuah telapak tangan membesar seukuran tubuh manusia keluar dari telapak tangannya meluncur deras ke arah kakek Miao Zhuan. Dengan sigap sang kakek membalas dengan pukulannya.


Benturan tapak dan pukulan saling beradu mengeluarkan suara beradu..

__ADS_1


Duk.. Duk...


Kembali sang biksu Gundharva melancarkan serangannya, jual beli pukulan kembali lagi terjadi. kali ini sang kakek Miao Zhuan berusaha menghindari adu pukulan dengan menggunakan tehnik langkah bayangan dewa nya..


Setelah beberapa kali beradu pukulan dan merasakan kekuatan tenaga yang berimbang. Biar bagaimana pun ia sadar bahwa usianya tidak dapat membohonginya di dalam pertarungan ini . Semakin panjang, semakin sulit ia akan bertahan dan memenangi lawan. Stamina dan kondisi tubuhnya bukan lagi seperti kekuatan di masa - masa puncaknya.


Tak terasa puluhan jurus sudah berlalu, tiba - tiba sebuah pukulan jarak dekat memaksa kakek Miao Zhuan untuk menahannya. Dengan kekuatan kedua tangan menahan gerakan sang lawan, Cepat - cepat kakek Miao Zhuan mengalirkan tenaga dalam ke arah kedua tangannya.


" Duaar... Boom.. "


Kembali ledakan besar terdengar. Debu dan asap berterbangan memaksa keduanya kembali mundur sambil mengambil langkah bersiap. Saling tatap kembali terjadi.


" Apa hubungan Mu dengan kekaisaran Zhou di Alam Nirvana...?? "


Tiba - tiba sang biksu menahan serangannya sambil berkata lantang, terlihat tatapan tajam terus mengamati pergerakan kakek Miao Zhuan dengan lebih jelas lagi, setelah ia merasakan dan mengenali beberapa jurus yang digunakan oleh sang kakek.


Kesempatan sudah ku berikan, Anjing yang akan ku pukul pulang tidak layak bertanya kepada tuan Nya. Sebaiknya kau lekas pergi dari tempat ini. Kembalilah ke Kuil Therapada di Alam Nirvana dan jadilah biksu yang baik.


Biarkan takdir yang berjalan sesuai dengan kehendak sang semesta. Bumi ini bukanlah tempat untuk Mu berpijak.


" Kau bukanlah Tuan Ku. "


Hanya kepada Sang Arahat aku bersumpah. jiwa dan ragaku bersumpah dan rela mati demi melaksanakan tugas Nya.


" Baiklah... Kau memaksaKu untuk terus bertarung. " meskipun aku merasakan kau adalah bagian dari kekaisaran Zhou dari Dunia Alam Nirvana.


" Siapa pun engkau, aku tidak akan mundur selangkah pun, kecuali kau membiarkan Ku membawa pergi bocah itu.."


" Peduli Setan "


Tidak akan ku biarkan kau membawa pergi siapa pun dari hadapan Ku...


Aku tidak takut kepada Mu...


" Terimalah serangan Ku ini..."

__ADS_1


__ADS_2