
Di dalam pagoda 7 warna, Setelah kembali menenangkan hati dan pikiran Nya, Guan Yin mulai berjalan menuju ke arah tangga dan naik menuju ke lantai ke empat.
Kaki nya mulai menapak anak tangga, kali in hawa panas seperti bara api muncul di setiap anak tangga. Makin melangkah naik, semakin panas hawa yang keluar.
Dari dalam tubuh Guan Yin, energi inti api keluar memancar ke seluruh tubuh, kemudian mulai menyerap hawa panas yang keluar dari anak tangga.
Inti api di dalam tubuhnya seolah gembira dan terus menyerap hawa panas. Warna api merah lalu terlihat berubah menjadi warna biru. Pancaran api terlihat menguat berubah dari api warna merah menjadi api warna biru.
Hawa panas yang di serap oleh inti api, menyebabkan Guan Yin dengan mudah dan cepat melangkah ke atas.
Derit suara pintu kembali terdengar ketika Guan Yin mencapai anak tangga terakhir. Lalu pintu kembali terbuka secara otomatis.
Guan Yin kembali menatap ke dalam aula pagoda lantai ke empat dan kemudian kembali menghela kan nafasnya. Wajah keterkejutan masih terlihat jelas di matanya.
Hampir terlihat sama seperti lantai sebelumnya, ruangan aula pagoda lantai ke empat juga terlihat kosong.
Mata Guan Yin berputar terus seakan - akan memindai semua ruangan aula pagoda lantai ke empat.
Kali ini hanya terlihat ada sebuah lukisan dari potongan bambu kecil yang di ikat dan dapat di gulung seperti kertas terpasang di tengah - tengah dinding aula pagoda ke empat.
Sebuah lukisan Gambar Dewi Kwan Im yang sedang duduk di atas teratai suci dalam posisi lotus, dimana tangan kanan nya memegang sebuah Botol Suci yang berisi embun kehidupan , sementara tangan kirinya memegang Dahan Pohon Yang Liu.
Guan Yin memandang lukisan Dewi Kwan Im, hati Nya tersentuh seketika, berbagai rasa muncul dalam hati, jiwa dan pikiran Nya, seakan - akan dirinya memiliki koneksi atau keterikatan dengan Dewi Kwan Im.
Kembali Guan Yin teringat salah satu jurus dari 8 wujud Dewi Kwan Im. Jurus mantra doa penyembuh, lalu pikiran melayang kembali.
Wujud yang muncul dalam gambar lukisan terlihat sama persis dengan wujud yang keluar dari batu panjang giok hijau.
Guan Yin terus mengamati lukisan Dewi Kwan Im itu. Sebuah titik merah di dahi dalam lukisan bambu terlihat menarik perhatiannya.
Sebuah titik merah terlihat di tengah - tengah dahi lukisan Dewi Kwan Im, tanda kesucian yang melambangkan keperawanan seorang Dewi menarik perhatian Guan Yin.
Kemudian ia terus mengigat kembali gambaran 8 Wujud Dewi Kwan Im, terutama jurus ke enam, jurus mantra doa penyembuh.
Sepertinya aku tidak melihat titik merah di dahi dalam wujud Dewi Kwan Im yang keluar dari batu giok hijau saat berada di lantai pagoda ke dua, ucap Guan Yin.
Tangan bergerak tanpa dia sadari, lalu menyentuh titik merah di tengah dahi lukisan Dewi Kwan Im itu. Sesaat kemudian titik merah menerangi ruangan, mengeluarkan sinar dan kemudian muncul sebuah cahaya terang berupa gulungan kertas melayang di depan Guan Yin.
Gulungan kertas itu terbang ke arah Guan Yin, kemudian gulungan kertas terbuka dan memancarkan cahaya serta mengeluarkan tulisan besar yang dapat di baca dengan jelas.
20 Ajaran Welas Asih Kwan She Im Pho Sat
Jika orang lain membuatmu susah, anggaplah itu tumpukan rejeki.
Mulai hari ini belajarlah menyenangkan hati orang lain.
__ADS_1
Jika kamu merasa pahit dalam hidupmu dengan suatu tujuan, itulah bahagia.
Lari dan berlarilah untuk mengejar hari esok.
Setiap hari kamu sudah harus merasa puas dengan apa yang kamu miliki saat ini.
Setiap kali ada orang memberimu satu kebaikan, kamu harus mengembalikannya sepuluh kali lipat.
Nilai Lah kebaikan orang lain kepadamu, tetapi hapuskanlah jasa yang pernah kamu berikan pada orang lain.
Dalam keadaan benar kamu difitnah, dipersalahkan dan dihukum, maka kamu akan mendapatkan pahala.
Orang yang benar kita bela tetapi yang salah kita beri nasihat.
Jika perbuatan kamu benar, kamu difitnah dan dipersalahkan, tetapi kamu menerimanya, maka akan datang kepadamu rezeki yang berlimpah-ruah.
Jangan selalu melihat/mengecam kesalahan orang lain, tetapi selalu melihat diri sendiri itulah kebenaran.
__ADS_1
Orang yang baik diajak bergaul, tetapi yang jahat dikasihani.
Kalau wajahmu senyum hatimu senang, pasti kamu akan aku terima.
Dua orang saling mengakui kesalahan masing-masing, maka dua orang itu akan bersahabat sepanjang masa.
Saling salah menyalahkan, maka akan mengakibatkan putus hubungan.
Kalau kamu rela dan tulus menolong orang yang dalam keadaan susah, maka jangan sampai diketahui bahwa kamu sebagai penolongnya.
Jangan membicarakan sedikitpun kejelekan orang lain dibelakangnya, sebab kamu akan dinilai jelek oleh si pendengar.
Kalau kamu mengetahui seseorang berbuat salah, maka tegurlah langsung dengan kata-kata yang lemah lembut hingga orang itu insaf.
Doamu akan diterima, apabila kamu bisa sabar dan menuruti jalanku.
Guan Yin lalu mulai membaca 20 Ajaran Welas Asih Dewi Kwan She Im Pho Sat dan meresapi ajaran Dewi Kwan Im ke dalam pikiran dan jiwaNya.
Baru saja ia selesai membaca dan memahami 20 Ajaran Welas Asih Dewi Kwan She Im Pho Sat, Gulungan kertas itu tiba - tiba mengecil kemudian berubah membentuk satu titik sinar cahaya dan kemudian masuk menebus ke arah dahi Guan Yin.
" Boooom.."
Ledakan kecil terdengar,
Aura jiwa dari tubuh Guan Yin mengeluarkan sinar cahaya putih memancar terang di tubuhnya. Guan Yin kembali naik tingkatan. Tahap penyempurnaan Qi tingkat ke 2.
__ADS_1
Dari pojok aula muncul kembali sebuah portal yang menutupi tangga. Cahaya portal lalu samar - samar kembali mulai meredup, kemudian hilang.
Tangga kembali terlihat dengan jelas, seakan membuka jalan bagi Guan Yin untuk melangkah ke lantai berikutnya lantai ke lima Pagoda 7 warna.