Titisan Avalokitesvara Bodhisatva

Titisan Avalokitesvara Bodhisatva
Rumah Obat


__ADS_3

Seulas senyum terpancar dari bibir Guan Yin. Raut wajah kegembiraan muncul sesaat setelah tangga ke enam muncul di pojok aula pagoda 7 warna.


Perjuangannya selama ini telah terlihat dan membentuk diri Nya menjadi lebih kuat.


Guan Yin berjalan kembali menuju ke arah tangga, dan mulai membayangkan ujian apa kali ini yang akan muncul saat menuju ke lantai ke enam pagoda 7 warna.


Sampai di anak tangga, Guan Yin kembali menenangkan diri Nya terlebih dahulu, sebelum ia mulai melangkahkan kakinya naik ke lantai ke enam.


Anak tangga pertama di daki, tidak muncul sesuatu. Anak tangga ke dua kembali di daki, tidak ada apa pun yang muncul.


Rasa penasaran mulai keluar dari dalam diri Guan Yin.


" Apakah tidak ada ujian kali ini..?? "


" Aneh.."


Pikir Guan Yin dalam hati.


Baru saja Guan Yin melangkahkan kakinya kembali, kabut hitam beracun tiba - tiba muncul di seputaran tangga.


Kabut hitam mengeluarkan bau amis yang menyengat keluar dan mengelilingi ruang sekitar tangga.


Terlambat menyadari, kabut hitam terhisap oleh Guan Yin, lalu ia segera menahan nafasnya dan terus berusaha memaksakan diri naik ke atas.


Semakin naik ke atas, semakin lemah tubuh Guan Yin, kabut hitam beracun semakin padat dan menyengat muncul terus menerus mengelilingi tubuhnya.


Guan Yin terus melangkah memaksakan diri, tubuhnya terasa lemas tak bertenaga, hampir saja ia terjatuh seolah hawa racun di dalam tubuhnya mulai bekerja.


Matanya mulai samar- samar memandang, untung tangannya sempat memegang pembatas tangga dan dapat menahan tubuhnya agar tidak jatuh.

__ADS_1


Guan Yin kembali memaksakan diri melangkah, hingga akhirnya kabut hitam mulai memudar dan menghilang.


Anak tangga terakhir terlihat, segera ia melangkah naik. Suara pintu berderit kembali terdengar, lalu pintu lantai ke enam kembali terbuka secara otomatis.


Guan Yin segera terjatuh saat masuk ke dalam pagoda lantai ke enam, tubuhnya lemah terpengaruh oleh hawa racun, matanya sayu terlihat menatap ke arah dalam aula pagoda.


Tapi kali ini bukan aula ruangan kosong yang terlihat, tetapi hamparan tanaman obat terlihat mengelilingi sebuah rumah kecil di tengah - tengah taman obat.


Bau tanaman obat menyengat keluar dari tumbuhan obat dan rumah kecil yang berada di tengah - tengah taman obat kemudian mengalir mengelilingi tubuh Guan Yin.


Nafas Guan Yin mulai meresap udara aura obat di sekitarnya dengan perasaan nyaman, lalu perlahan - lahan ia mulai merasakan kekuatannya kembali.


Hawa racun yang terserap ketika ia naik ke lantai ke enam kemudian mulai pudar dan menghilang lalu menyatu dan di gantikan dengan hawa obat di dalam tubuhnya.


Semakin padat udara obat terserap di dalam tubuhnya. Hawa obat dan racun kemudian terus berproses menyatu di dalam tubuh dan memadat, lalu tiba - tiba terdengar sebuah ledakan kecil dari tubuhnya.


" Boooom... "


Guan Yin segera duduk bersila menstabilkan kondisi tubuhnya.


Energi Yin dan Yang terlihat semakin padat dari dalam tubuhnya memancar keluar. Aura Api dan Es muncul , lalu kemudian di susul oleh hawa racun dan obat seakan keluar memancar dari tubuhnya.


Setelah tubuhnya merasa nyaman, segera Guan Yin bangkit berdiri. Mata nya mulai memandang ke arah rumah kecil di depan Nya, seakan memindai keadaan di dalam rumah itu.


Guan Yin mulai berjalan ke arah rumah obat setelah ia merasakan keberadaan seseorang di halaman belakang rumah.


Di belakang rumah obat, terlihat seorang tabib tua sedang menyangrai tanaman obat yang sedang di jemur. Hawa obat - obatan terasa padat memenuhi udara di sekitar halaman belakang rumah.


Guan Yin yang baru tiba melihat sang tabib segera melangkah mendekat, lalu dalam sikap soja ( kedua tangan di kepal ) lalu membungkukkan badan memberi salam hormat.

__ADS_1


Guan Yin memberi " Salam Hormat Kakek Tabib "


Ucap Guan Yin lembut menyapa sambil mengenalkan diri Nya.


Haa.. haaa.. haaa..


Suara tawa sang tabib terdengar, lalu tersenyum sambil mengusap - usap jenggot panjang Nya.


" Selamat datang Dewi Kecil, "


Aku mengira akan cukup lama berada di sini menunggu kedatangan Mu, Ucap sang tabib. Tapi ternyata....


Haa.. haa. haa..


Kakek Tabib tidak menyelesaikan ucapan Nya, hanya memandang ke arah Guan Yin.


Masuk lah ke dalam, bersihkan dahulu hawa racun dan obat yang masih tersisa di dalam tubuh Mu sampai bersih sempurna.


Ucap kakek tabib kepada Guan Yin.


Tangan nya segera bergerak mengayun, kemudian pintu rumah terbuka dengan sendirinya.


Melihat pintu terbuka dengan segera Guan Yin berucap,


" Terima kasih Kakek Tabib, "


Ucap Guan Yin sambil tersenyum senang, seakan - akan sang kakek tabib menyambut kedatangannya, kemudian tanpa sungkan Guan Yin segera masuk ke dalam rumah.


Kakek Tabib memandang Guan Yin, sambil mengelus - elus jenggotnya kembali.

__ADS_1


Seruas senyum kemudian muncul dari bibirnya, lalu akhirnya ia ikut masuk ke dalam rumah sambil membawa sekeranjang tanaman obat yang sudah di keringkan nya.


Siapakah kakek tabib di dalam Pagoda lantai ke enam ini..??


__ADS_2