Titisan Avalokitesvara Bodhisatva

Titisan Avalokitesvara Bodhisatva
Klan Guan


__ADS_3

" Ibu... ibu... "


Teriakan Guan Shu dan Guan Lie terdengar bersahutan menyongsong sang ibu yang berdiri menunggu kedua putrinya di depan rumah.


" Anak Nakal .. "


" Dari mana saja kalian berdua, dari tadi ibu sudah menunggu kalian untuk makan..?? "


Suara halus dan lembut terdengar menegur kedua puteri Nya.


Cia Sun Ling adalah ibu dari kedua anak ini dan tak lain juga seorang istri dari patriak Guan Lu.


Ia adalah putri sulung dari penguasa kota bei an, sebuah kota kecil di daerah heihe provinsi heilongjiang yang tidak terlalu jauh dari kota Suzhou.


Perut besar bulat terlihat di tubuh Cia Sun Ling, saat ini sedang memasuki usia 9 bulan kehamilan. Hanya menunggu waktu untuk kelahiran anak nya yang ke tiga.


" Ayo lekas masuk.."


Ayah Sudah menunggu kalian di ruang makan, segera Cia Sun Ling berkata kepada kedua puteri Nya.


" Ayah... Ayah.. "


Teriak kedua Nya serempak memanggil sang ayah..


" Hhmm.."


Jawab sang ayah singkat..


Guan Lu, patriak klan Guan adalah ayah kedua puteri ini... Keinginan akan seorang anak laki - laki yang di harapkan sebagai penerus klan Guan nya menyebabkan sedikit sikap acuh tak acuh kepada kedua puteri Nya.


Sudah cukup lama ia menantikan seorang anak laki - laki lahir dari sang istri. Harapan besar sebagai penerus klan Guan yang merupakan bagian dari 7 klan kuno tetap harus di pertahankan.


Pikiran ini yang menyebabkan ia cukup lama berharap bahwa suatu saat istrinya akan memberikan seorang putera yang sehat, kuat dan berbakat langit.


" Bagaimana Latihan Kalian.."


Guan Lu bertanya sambil memberikan mangkok nasi kepada ke dua putriNya.


" Baik ayah.."


Guan Shu menjawab pertanyaan sang ayah.


Kemarin adik Guan Lie berhasil naik ke tahap Pondasi tingkat 5 ayah, raut wajah gembira terpancar di wajahNya ketika mengabarkan kenaikan tingkat sang adik.


Bibi Fei, melatih kami seminggu ini secara khusus dan memberikan pil pondasi untuk meningkatkan Kultivasi kami berdua, ucap Guan Lie senang.


" Bagus.. bagus.. "


Berlatihlah lebih serius lagi, jangan kecewakan bibi kalian yang susah payah melatih kalian dan jangan sia - sia kan sumber daya yang di berikan bibi Fei, ucap Guan Lu kepada putri Nya.


" Ibu.., makan sayur pok cay ini ucap Guan Lie.. sambil menyumpit secuil sayur ke dalam mangkok Cia Sun Ling.


Tersenyum dan senang hatiNya melihat perhatian ke dua putriNya.


Tiba - tiba suara teriakan terdengar lantang, merusak suasana gembira di meja makan.


" Guan Lu..,"


" Keluar Kau.."


Hadapi aku sekarang juga...


Teriakan tantangan bergema di sekitar kawasan klan Guan menyebabkan beberapa anggota klan dan tetua segera melompat keluar berlari ke arah suara itu.


Di halaman depan aula utama klan Guan, berdiri seorang pria menatap ke arah anggota klan yang berlarian menuju arahNya.


" Siapa Kau... ??"


Ucap Guan Hung, salah seorang tetua di klan Guan sambil menatap tajam pria di depannya.


" Guan Lu.. "

__ADS_1


" Keluar Kau.. "


ucapnya lagi tanpa memperdulikan pertanyaan tetua Guan Hung yang berdiri di depan nya.


Merah muka Guan Hung seketika, pertanyaan nya malah di jawab dengan teriakan keras pria di depan Nya seolah mengacuhkan dirinya begitu saja.


" Kurang ajar kau, "


Teriak Guan Hung marah membentak pria di depanNya.


" Pergi kau dari sini, jangan buat keributan di tempat ini."


ucap Guan Hung sambil menekan rasa amarahNya.


" Sialan Kau.. , menggangu saja "


ucap sang pria sambil menendang sebuah batu di depan nya yang segera meluncur ke arah Guan Hung.


Segera Guan Hung memiringkan tubuh nya ke samping menghindar luncuran batu yang menyerang ke arah nya. Suara teriakan terdengar kemudian,


" Aaakh... "


Luncuran batu tepat mengenai seorang murid yang berdiri di belakang Guan Hung. Terlambat menyadari bahwa di belakangnya telah berdiri beberapa murid dan anggota klan, jika tadi ia tahu, tentunya ia akan menangkis luncuran batu tersebut. Seketika terbakar amarah Guan Hung,


" Bangsat.. berani kau membuat keributan di sini.. "


Teriaknya, sambil menerjang ke arah pria itu. Sebuah pukulan melayang menyerang ke arah kepala, dan dengan mudah di hindari. Serangan susulan kembali menyusul ke arah tubuh pria itu, kembali dapat di elak dengan cepat dan mudah.


Rasa penasaran terlihat di wajah Guan Hung, ketika dengan mudahnya pria itu mengelak serangan Nya, ia lalu mempercepat gerakan tubuhnya menyerang kembali.


Sebuah tendangan meluncur ke depan , kembali dengan mudah dapat di hindari, tendang memutar kembali menyusul menyerang, segera pria itu menundukkan sedikit kepala nya sambil tangannya memukul ke arah perut Guan Hung.


Pukulan telak masuk mengenai dada Guan Hung , seketika terjengkang terbang lalu jatuh ke tanah. Guan Hung segera bangkit, sambil menarik pedang di punggungnya..


" Hentikan..!! "


Tiba - tiba terdengar teriakan suara patriak Guan Lu untuk menghentikan pertarungan..


" Gao Yang.. !!" haa..haa.. haa..haa..


Sambil berkata, Guan Lu mengukur kekuatan lawan nya. Saat ini Kultivasi nya berada di tahap kaisar tingkat ke 5. Setelah memindai kekhawatiran nya sedikit lepas...


" Apa Kabar Sobat lama??"


Berkata Guan Lu sambil tersenyum sinis.


" Cuuih... "


Terdengar suara lepehan keluar dari mulut Gao Yang... aku datang untuk membalas kekalahan 10 tahun yang lalu ucapnya lantang.


10 tahun yang lalu, pertempuran antara Guan Lu dan Gao Yang terjadi di kota Bei an, ujung pangkal masalah apalagi kalau bukan masalah wanita.


Rasa cemburu Gao Yang terhadap Guan Lu telah membakar amarahnya di karenakan Cia Sun Ling lebih memilih Guan Lu sebagai lelakinya.


Gao Yang adalah salah seorang putra dari keluarga Patriak Gao. Salah satu bagian dari 7 keluarga klan kuno yang berada di kota Bei an. Keluarga Gao, Guan, Cang, Beng, Lu, Xiao, dan Ling merupakan bagian dari 7 keluarga Klan kuno.


Persaingan ke tujuh klan ini tidak hanya tentang dunia Kultivasi, bahkan masalah perjodohan dan cinta pun kerap kali menimbulkan masalah, seperti saat ini misalnya.


" Haa... haa...haa.. "


Kembali terdengar suara tawa Guan Lu...


" Tidak bisakah kau lupakan masalah lama itu sobat."


Ucap Guan Lu sambil menatap ke arah Gao Yang.


Kekalahan dan peristiwa 10 tahun yang lalu itu masih membekas di dalam hidup ku ini dan tidak akan pernah ku lupakan seumur hidup..


" Guan Lu.. "


Bersiaplah, ucap Gao Yang.

__ADS_1


Pedang api biru di tarik, terlihat pedang pusaka kualitas kaisar memancarkan aura panas berwarna biru, meluncur langsung menyerang ke arah Guan Lu.


Sebuah suling bambu berwarna coklat tua berusia ratusan tahun keluar dari pinggang Guan Lu dan menahan laju pedang Gao Yang.


Dua senjata saling beradu.. seakan - akan saling menguji kekuatan tenaga dan senjata masing - masing setelah lama tidak bertemu.


" Trak.. Trak.. "


Suara adu senjata berulang kali terdengar, serangan demi serangan terus bergantian saling menyerang dan bertahan, semakin lama semakin cepat hingga sulit terlihat oleh mata.


Desir angin terdengar keluar dari suling dan pedang yang saling beradu, gelombang energi semakin menekan udara di sekitarnya.


" Mundur dan atur jarak, sebuah teriakan Guan Hung terdengar jelas oleh para anggota klan di sekitar nya yang segera mundur mengambil jarak aman."


Pertarungan mulai memanas, tak kala kedua senjata saling beradu di udara. Sebuah goresan pedang mengenai lengan Guan Lu, demikian pula Gao Yang juga menerima tusukan suling di dadanya. Kedua nya kembali mundur mengambil posisi.


Gao Yang, lumayan juga kau, kali ini kau memberi sedikit kejutan kepada Ku..


Hee... Hee..Hee..


Sedikit pancingan emosi keluar dari mulut Guan Lu, meledek Gao Yang memancing konsentrasi sang lawan.


" Keparat Kau Guang Lu.. "


Ucap Gao Yang yang kemudian segera menarik Qi dalam - dalam meningkat kan energi di seluruh tubuhNya.


" Boom... "


Kekuatan nya terlihat meningkat 1 tingkat dan sekarang sama dengan Guan Lu pada tahap kaisar tingkat 5.


Sebuah kertas jimat keluar dari cincin penyimpanan Nya, segera di tempelkan ke sisi pedang. Sambil merapal mantra kemudian pedang di lemparkan ke udara.


" Jurus 1000 pedang.. " teriak nya..


Pedang memancarkan cahaya mengeluarkan 1000 bayangan pedang melayang di udara.


Kaget seketika Guan Lu begitu melihat dengan mudahnya Gao Yang naik ke tingkatan 5.


Segera dia fokus mengalirkan seluruh tenaga dalamnya dan merapalkan sebuah mantra..


" Tehnik Bayangan Dewa " ucapnya..


10 bayangan tubuh terlihat menyebar, mengikuti gerak tubuh Guan Lu.


" Meluncur, serang..."


teriak Gao Yang..


1000 pedang segera turun menyerang dari atas, mengalir bagai air menyerang ke arah sepuluh bayangan Guan Lu..


Sambil menghindar dan menangkis pedang - pedang yang meluncur, Guan Lu tetap berusaha tenang..


Matanya menatap sebuah bayangan pedang, sambil bertahan dari serangan Gao Yang, matanya terus memindai bayangan pedang yang di tempel kertas jimat itu.


Pedang meluncur ke arahnya, segera ia menangkis sambil mengarahkan ke sisi pedang yang di tempel kertas jimat tersebut.


Seketika bayangan pedang menghilang dari pandangan Guan Lu.


" Haa.. haa.. haa.."


Kembali suara tawa Guan Lu terdengar memancing emosi lawan. Gao Yang, ayo keluarkan semuanya.. ucap Guan Lu.


Melihat seranganNya gagal total, kecut hati Gao Yang seketika. Teringat kenangan 10 tahun yang lalu ketika betapa mudahnya ia di kalahkan oleh Guan Lu.


Segera ia meloncat menjauh angkat kaki, kabur meninggalkan klan Guan sambil berteriak, Guan Lu aku akan kembali membalas hutang ini, ucapnya.


Melihat Gao Yang melarikan diri, para murid dan anggota seketika bergerak ingin mengejar.


" Hentikan.. " teriak Guan Lu.


Terlalu bahaya mengejarnya, Orang ini terlalu licik, kembalilah ke tempat kalian masing - masing , ucap Guan Lu..

__ADS_1


" Baik.. patriak.. "


ucap mereka yang segera membubarkan diri.


__ADS_2