Titisan Avalokitesvara Bodhisatva

Titisan Avalokitesvara Bodhisatva
Portal Dimensi 7 warna


__ADS_3

Siang ini, Di luar pagoda 7 warna kembali memancarkan sinar cahaya terang yang menyilaukan seluruh area kelenteng Xian Shan Xi.


Di belakang kelenteng Xian Shan Xi , terlihat Master Cheng Yen dan beberapa biksuni sedang berlatih mengolah tubuh.


Segera mereka menghentikan latihan nya memandangi keanehan yang kembali terjadi di pagoda 7 warna.


Sebuah cahaya terang berwarna - warni kembali menyinari pagoda di lantai ke dua, menandakan seseorang telah lulus dengan sempurna melewati ujian di lantai tersebut.


" Ammitaba.."


Buddha Maha Besar,


Maha Kasih dan Penyayang.


Ucap Master Cheng Yen dan para biksuni terdengar hampir berbarengan.


Senyum kegembiraan terlihat di wajah Master Cheng Yen. Pancaran sinar cahaya warna warni dari pagoda lantai ke 2 seiring waktu mulai meredup dan kemudian menghilang.


Tanpa menunggu, segera ia meloncat pergi meninggalkan kelenteng Xian Shan Xi menuju ke arah kediaman Patriak Guan.


Suara ramai dan raut wajah gembira akhirnya terpancar di seluruh wajah Patriak Guan ketika mereka mendengar kabar baik dari pagoda 7 warna.


Siang ini Master Cheng Yen telah tiba di kediaman Patriak Guan. Meskipun belum dapat di pastikan kebenaran Nya, apakah putri mereka berada di dalam Pagoda , berita tentang bersinar nya pagoda di lantai ke 2 yang menandakan kelulusan seseorang dalam ujian di pagoda membuat harapan Patriak Guan dan keluarga timbul kembali.


4 bulan sudah mereka menantikan kabar. Berharap berita baik akan datang. Suasana yang selama ini di dera kesedihan mulai berubah.


Setidaknya mereka dapat memastikan bahwa orang yang berada di dalam pagoda masih hidup dan berhasil melewati ujian di dalam pagoda.


------------ """""""" --------------


Langkah kaki Guan Yin terdengar melangkah ke arah tangga lalu naik menuju ke atas, setelah 4 bulan ini ia berada di dalam pagoda lantai 2.


Kali ini hawa dingin terasa di setiap langkah kakinya, 1 langkah berlalu, 2 langkah berlalu, anak tangga berhasil di laluinya. Hawa dingin terasa membeku, semakin jauh ia melangkah semakin dingin terasa di seluruh tubuh.


Untungnya hawa dingin dari batu panjang giok hijau yang telah di serapnya berhasil menahan dinginnya udara di setiap langkah kakinya menuju ke lantai ke 3.


Suara pintu berderit kembali terdengar lalu pintu kembali terbuka. Aula lantai ke 3 mulai terlihat. Mata Guan Yin kembali menatap ke seluruh ruangan aula.


Sama halnya seperti di lantai sebelumnya, aula kembali terlihat kosong, kali ini hanya sebuah portal bulat besar terlihat di tengah - tengah aula.


7 warna pelangi menerangi portal tersebut, lalu 7 warna silih berganti menerangi portal. Portal memancarkan setiap warna bergantian setiap waktu, seolah - olah menandakan tiap elemen yang ada di dalam dunia.


Setelah itu portal kembali berotasi, menampilkan 7 warna pelangi dalam satu waktu. Demikian terus menerus berulang berputar dan berotasi setiap waktu.

__ADS_1


Mata Guan Yin mengamati pergerakan portal yang selalu berubah - ubah warnanya seiring waktu. Cukup lama ia memandang ke arah portal, kemudian mencoba masuk ke dalam portal.


Tolakan terjadi, tubuh Guan Yin terhempas. Dinding portal menolak Guan Yin untuk masuk.


Lama ia memandang kembali portal 7 warna ini, kemudian ia berputar sekali lagi, matanya terus memandang ke arah dinding dan berjalan memutar mengelilingi portal.


Sebuah bayangan tapak tangan terlihat di matanya, saat portal berputar dan berganti warna. Telapak tangan nya segera menyentuh bayangan tangan itu, seketika portal bulat berhenti berputar berotasi.


Warna yang silih berganti tiap waktu tidak terjadi lagi. Kali ini warna merah memancar di seputar portal kemudian sebuah bayangan tapak tangan, seperti tapak Buddha muncul di dinding portal.


Guan Yin menempelkan telapak tangannya ke arah tapak Buddha di dinding portal, seketika cahaya merah portal menjadi terang berderang kemudian menarik masuk tubuh Guan Yin.


Guan Yin tertarik masuk, lalu muncul dan berdiri di atas batu kecil yang melayang diam di atas lautan api. Hawa panas terasa di sekelilingnya.


Tidak ada pemandangan apapun, hanya lautan api dan ia berada di atas sebuah batu yang melayang di atasnya.


Guan Yin masih berdiri dalam kebingungan, hawa panas kembali menjalar di sekitar tubuhnya seolah - olah membakar diriNya.


Ketenangan muncul seketika dari dalam dirinya, lalu ia mencoba menenangkan hati dan pikirannya.


Terbayang kembali perjalanan dari lantai pertama pagoda hingga ia tiba di lantai ke tiga ini. Ingatan nya terus terurai, mencoba memahami hal - hal yang telah terjadi pada diri Nya


Di lantai pertama, aula Dharma doa. Dia berhasil melewati ujian yang tidak sengaja terjadi ketika ia duduk bersemedi dan alunan musik Dharma doa yang mengalun mengisi jiwa dan ragaNya.


Kemudian di lantai kedua, ia berhasil melewati ujian ketika selesai bersemedi di atas batu panjang giok hijau, dan kemudian keajaiban terus datang memenuhi jiwaNya.


Tidak ada pilihan yang lebih baik saat ini ucap Nya. Batu kecil seperti awan melayang ini tidak dapat bergerak kemanapun meskipun aku mencobanya ucap Guan Yin.


Kemudian ia mulai duduk bersila dan mulai bersemedi di atas batu melayang yang di kelilingi oleh lautan api. Hawa panas yang berada di sekelilingnya pelan - pelan mulai masuk ke dalam pori - pori tubuhnya.


Sama hal nya ketika ia melakukan semedi di atas batu panjang giok hijau, kali ini ia memulai kembali meditasi nya dengan suasana yang berlawanan dari sebelumnya.


Waktu terus berlalu tidak terasa genap tiga bulan Guan Yin berada di atas batu melayang. Aura panas dan padat di sekeliling tubuh Guan Yin terlihat kembali,


" Boooom.. "


Ledakan kecil terjadi, dan ia kembali naik ke tingkat 2 tahap penempaan tubuh.


Tiba - tiba dari dalam lautan api muncul sebuah bola api kecil, lalu muncul dan masuk ke dalam tubuh Guan Yin.


2 Ledakan kecil terjadi kembali..


" Boooom.. Boooom "

__ADS_1


Pancaran api keluar dari tubuh Guan Yin, siksaan panas lautan api terus terjadi, menguatkan tubuh, jiwa dan raganya.


Energi di dalam tubuh Guan Yin terlihat kian kuat dan terus mengalir ke seluruh tubuhnya, setelah tiga bulan ini terus di tempa di atas lautan api.


Tahap penempaan tubuh tingkat ke 4 telah berhasil dicapainya.


Energi inti api memancar mengalir di sekeliling tubuh Guan Yin setelah inti bola api menyatu di dalam raganya.


Baru saja selesai menetralkan dirinya, tiba - tiba tubuhnya tersedot kembali ke dalam dimensi lain.


Dari panas langsung ke dingin seperti Yin dan Yang ( keseimbangan ). Setelah warna merah, warna putih kemudian muncul di dinding portal.


Sebuah badai salju muncul di hadapan Guan Yin. Ia seperti berada di dalam lautan salju.


Hawa dingin mulai merasuki tubuh, tidak jauh di depan nya terlihat sebuah gua. Segera ia berjalan dan masuk ke dalam gua.


Hamparan es terlihat memenuhi ruangan gua tersebut, ruang ini jauh lebih dingin tapi juga jauh lebih aman daripada badai salju di luar.


Hati Guan Yin lebih tenang kali ini daripada saat ia berada di atas lautan api. Seperti sebelumnya ia sudah dapat menerka ujian kali ini.


Kembali Guan Yin mulai bersemedi, karena sebelumnya ia sudah menjalani semedi di batu panjang giok hijau yang memancarkan aura dingin, ujian kali ini dapat ia lewati dengan mudah.


Sebulan telah berlalu, tapi saat energi dingin di tubuhnya terasa penuh dan kuat, ia tidak dapat merasakan akan mengalami kenaikan tingkat.


Mata nya terbuka kembali dan Guan Yin mulai merefleksikan dirinya. Melepas semua kepenatan dalam bermeditasi dan berkultivasi.


Tiba - tiba cahaya kristal terlihat berkelip - kelip di dinding gua, segera Guan Yin pergi mengambil kristal tersebut.


Saat kristal terlepas dari dinding gua, kristal es itu langsung terbang masuk ke dalam tubuh Guan Yin. Seketika itu juga ledakan terdengar.


" Boooom.."


Tidak banyak kenaikan, hanya 1 tingkat karena kenaikan dari energi dingin dari batu giok hijau sebelumnya.


Sebuah pancaran energi dingin keluar dari tubuh Guan Yin setelah kristal es menyatu dengan sempurna di dalam diri Nya.


1 hari ini ia melepaskan rasa lelahnya. Kerinduan akan rumah dan keluarganya terbayang di pikiran.


Ayah.., Ibu.., kakak..,


Ucap Nya lirih..


Aku merindukan kalian semua ..

__ADS_1


Tak lama ia tertidur, hawa dingin sudah tidak terasa lagi, tubuhnya terlihat semakin kuat setelah berbulan - bulan menjalani pelatihan di dalam pagoda 7 warna.


Saat ia sedang tertidur, pancaran lima warna menyinari tubuhnya, lalu tiba - tiba tubuh Guan Yin sudah berpindah ke dimensi lain.


__ADS_2