Titisan Avalokitesvara Bodhisatva

Titisan Avalokitesvara Bodhisatva
Janji Guan Yin


__ADS_3

Setelah mendapatkan pencerahan dari Tabib Sun Simiao, mengenai 350 titik tubuh dan 12 meridian utama, Guan Yin mulai mempelajari tehnik dasar pernafasan dan meditasi.


Pagi ini, ia mulai bermeditasi dan l mengaliri energi Qi ke 350 titik di dalam tubuhnya melewati 12 meridian utama.


Guan Yin mulai menyerap energi Qi sebanyak mungkin lalu mengalirkan nya ke seluruh tubuh, dan terus di lakukanNya berulang - ulang.


Hari - hari kembali di lewati oleh Guan Yin seperti biasanya, pagi ini Ia kembali berlatih bersemedi dan mengalirkan Qi ke seluruh 350 titik tubuh.


Tidak lama kemudian energi Qi mulai terlihat mengumpul padat di sekitar tubuhnya, semakin lama semakin padat, lalu sebuah ledakan terdengar,


" Boom... "


Kenaikan tingkat terjadi kembali, hanya selang beberapa waktu Guan Yin mengalami kenaikan kembali. Saat ini ia berada di tingkat ke 8 Tahap Penyempurnaan Qi.


" Sungguh Luar Biasa "


Ucap Guan Yin terdengar keluar mengalir begitu saja.


Sungguh sangat berbeda tehnik pernafasan dan semedi yang di berikan oleh Tabib Sun Simiao jika di bandingkan dengan tehnik pernafasan dari Klan Guan yang di ajarkan oleh ayah, ucap Guan Yin dalam hati.


Energi besar masih terasa di dalam tubuh ini, seakan bergerak terus menerus tak beraturan. Guan Yin mulai mengalirkan sisa energi nya ke 350 titik tubuh. Aliran energi terasa memenuhi seluruh tubuh dan terasa menyegarkan.


Segera Guan Yin kembali duduk bersila, dan kembali menstabilkan kondisinya setelah ia mengalami kenaikan.

__ADS_1


2 Tahun akhirnya berlalu di dalam pagoda 7 warna lantai ke 6. Tak terasa 4 tahun lebih telah berlalu di dalam pagoda 7 warna.


Siang ini Tabib Sun Simiao muncul begitu saja di depan Guan Yin yang baru saja selesai berlatih.


Guan Yin, " kemajuan Mu cukup baik, melampaui banyak orang yang berbakat. Ingat , jangan pernah berpuas diri dan teruslah berkembang, agar apa yang kau dapatkan berguna bagi orang lain."


Suara Tabib Sun Simiao terdengar begitu lantang.


Hari ini adalah hari terakhir aku Menemani Mu. Aku berharap kau menjadi seorang Tabib yang berguna bagi orang banyak.


Berjanjilah padaKu untuk menjadi seorang Tabib, dengan menjalankan Kualitas Mutlak Seorang Tabib seperti yang kau pelajari dalam kitab Peninggalan Ku.


" Ucap Tabib Sun Simiao."


" Aku berjanji Kakek Tabib, " ucap Guan Yin.


" Tersenyum puas Tabib Sun Simiao " setelah mendengarkan janji Guan Yin.


Baiklah, aku akan segera kembali ke dunia atas, ini adalah sebuah kitab yang dahulu belum ku selesai kan.


Tugas Mu adalah untuk menyelesaikan dan mengembangkan Nya agar ilmu ini berguna bagi orang banyak.


Sebuah gulungan kertas keluar dari cincin ruang penyimpanan Tabib Sun Simiao, kemudian meluncur terbang ke arah Guan Yin yang segera di tangkapnya.

__ADS_1


Gulungan kertas terbuka bertuliskan


" Tehnik Bedah Tubuh "


" Selesaikan tugas itu," ucap Tabib Sun Simiao.


Hentikan jari terdengar, lalu lemari kitab yang berisikan kitab peninggalan 4 Tabib Setengah Dewa tertutup kembali oleh array dan kemudian menghilang.


Cahaya terang mulai memancar dari Pecahan Jiwa tubuh Tabib Sun Simiao, dan akhirnya memudar lalu menghilang.


Guan Yin segera menyimpan gulangan kitab " Tehnik Bedah Tubuh " ke dalam cincin ruang penyimpanan Nya.


Suasana sunyi terjadi, hati Guan Yin terus mengenang kembali hal - hal yang telah terjadi pada diriNya.


Kenangan bersama Tabib Sun Simiao dan Buddha Ji Lay Hud yang menemaninya selama ini di dalam pagoda 7 Warna sangat berbekas di dalam diri Guan Yin.


Tak lama kemudian sebuah portal kembali muncul di pojok aula ruang pagoda lantai ke enam. Portal yang menutup tangga akhirnya pelan - pelan memudar dan menghilang.


Tangga terakhir menuju Pagoda lantai ke 7, ucap Guan Yin.


Kembali Guan Yin menenangkan hati dan pikiran Nya, sebelum ia bergerak naik ke lantai terakhir pagoda 7 warna.


Ia memandang seluruh ruang lantai ke enam, sebelum naik Guan Yin memilih kembali ke taman obat dan kebun buah memetik tanaman obat dan buah - buah yang berguna bagi dirinya.

__ADS_1


Setelah puas memanen hasil di kebun obat dan buah, barulah Guan Yin melangkahkan kakinya ke tangga di pojok aula.


Ujian apa lagi yang akan terjadi di lantai terakhir ini, ucap Guan Yin.


__ADS_2