Titisan Avalokitesvara Bodhisatva

Titisan Avalokitesvara Bodhisatva
Pil Penguat Tubuh


__ADS_3

Guan Yin masih duduk di dalam ruang aula obat, setelah Tabib Sun Simiao pergi kembali ke dalam ruangannya.


Kemudian ia mulai menenangkan dirinya, kembali memikirkan dan menyimak semua pengetahuan yang baru saja di jelaskan oleh Tabib Sun Simiao.


Pil atau Obat apa yang akan aku coba buat saat ini, ucap Guan Yin sambil berpikir dan merenung kembali. Lalu ia mulai mencoba mengklarifikasi kan semua tanaman obat yang ada di dalam aula obat serta merangkum pikirannya terhadap berbagai resep obat dari kitab - kitab yang telah di bacanya dari peninggalan leluhur 4 Tabib Setengah Dewa.


Ilmu selalu berkembang, sebuah ucapan dari Tabib Sun Simiao cukup membekas di dalam pikiran Guan Yin.


Seruas jari Ginseng Dewa yang sudah kering mulai ia ambil, lalu di gerusnya di dalam mortal sampai halus, lalu kembali seruas Jahe Gunung Merah pun ia ambil dan kembali di gerusnya. Lalu selembar daun Ling Sil dan Daun Gola yang masih segar juga di ambil Nya.


Ginseng Dewa sangat bagus untuk menambah energi tubuh, Jahe Gunung Merah juga sama sebagai anti virus dan menguatkan tubuh. Lalu daun Ling Sil dapat membersihkan sisa obat di dalam tubuh, serta daun Gola akan melengkapi dengan banyak manfaat yang bagus buat tubuh ucap Guan Yin dalam hati.


Apakah ini sudah cukup, pikir Guan Yin dalam hati. Kitab resep obat menerangkan Ginseng Dewa sebagai bahan utama Pembuatan Pil Penguat Tubuh.


Ucapan Tabib Sun Simiao ini terus teringat dalam benaknya untuk terus berkembang dan berinovasi.


Tetapi daun Ling Sil tidak ada di dalam resep, apakah lebih baik jika ku tambahan dalam bahan..?? Ucap Guan Yin pelan.


Sepertinya Daun Ling Sil bisa menetralkan sisa - sisa obat yang tidak bisa di netralkan oleh tubuh. Pikir Guan Yin.


Segera Guan Yin mengeluarkan Tungku Obat Langit pemberian dari leluhur Tabib Setengah Dewa, dari cincin ruang penyimpanan Nya.

__ADS_1


4 bahan obat ini mulai ia masukkan ke dalam tungku obat, kemudian api inti berwarna merah keluar dari jari tangan Nya dan mulai ia memanaskan tungku obat.


Api kemudian pelan - pelan membesar sampai di rasakan panas yang cukup, sambil terus menggerakkan tungku pelan- pelan di udara, seolah meratakan ramuan yang berada di dalam tungku.


Setelah menunggu cukup lama, agar ke empat ramuan menyatu sempurna, saat itu api di jari Guan Yin mulai mengecil dan di tahan olehnya selama beberapa saat.


Hawa obat mulai tercium keluar dari tungku obat, hingga bau semakin tajam keluar tercium. Segera Guan Yin memadamkan api di tangan nya, dan mengerahkan tenaga dalam untuk memadatkan pil di dalam tungku kemudian ia mengepakkan tenaga ke arah tungku.


Sebuah pil terlihat meluncur keluar melayang di udara. Pil Penguat Tubuh itu segera di raihnya. Bau obat menyengat keluar dari pil tersebut, di ikuti beberapa ruas urat tipis halus obat di kulit pil yang terlihat samar - samar.


Pil Penguat Tubuh pertama yang berhasil di buat oleh Guan Yin di pandanginya cukup lama, sambil tersenyum lalu di masukkan nya ke dalam sebuah botol obat.


Guan Yin kemudian mencoba lagi beberapa kali hingga yang terakhir sebuah pil muncul dengan ruas urat besar di kulit pil terlihat. Sepertinya ini lebih baik dari hasil sebelumnya, ucap Guan Yin tersenyum senang.


Guan Yin yang merasakan aura energi padat dan tidak stabil segera mulai bersemedi menstabilkan energi di dalam tubuhnya. Tak lama kemudian,


" Boooom.."


Sebuah ledakan terdengar, kenaikan tingkat terjadi kembali, Tingkat ke 7 Tahap penyempurnaan Qi terpancar dari tubuh Guan Yin.


Di ruang lain di dalam rumah, sebuah senyum terpancar keluar dari bibir Tabib Sun Simiao.

__ADS_1


Ammitaba,


Buddha Maha Besar,


Maha Kasih dan Penyayang.


Perkembangan nya cukup cepat di usia semuda ini. Ucap Tabib Sun Simiao dalam hati.


Beberapa hari ini Guan Yin terus memperdalam tehnik pembuatan pil, beberapa macam jenis pil mulai di coba oleh Guan Yin.


Mulai dari Pil Penguat Tubuh, Pil Penambah Energi, Pil Penyembuh Luka Dalam mulai di buatnya. kemudian ia juga mulai mencoba meracik beberapa jenis obat bubuk, obat cair, jenis - jenis salep dan membuat obat tablet.


Hari - hari nya di lewati dengan kesibukan dan berlatih kadang di selingi dengan latihan silat, Kultivasi, kegiatan membaca kitab dan semedi.


Jika ia mulai merasa jenuh, ia akan kembali beristirahat dan bermain di dalam ruang dimensi kecil di dalam Gelang Giok nya.


Hari ini ketika ia berada di dalam Dimensi kecilnya, Guan Yin merasakan perubahan, ukuran ruang dimensi semakin membesar mengikuti kekuatan dirinya. Lalu aura Qi di dalam dimensi ruangnya juga lebih padat dari sebelumnya, pohon - pohon terlihat tumbuh lebih subur, rumput terlihat tumbuh lebih tinggi dari sebelumnya.


Pancaran gembira terlihat, lalu sebuah ide terlintas dalam benak Guan Yin untuk menanam tanaman obat dan kebun buah di dalam ruang dimensi nya.


Kesibukan Guan Yin semakin terlihat menjadi - jadi, tidak hanya berlatih, membaca kitab, berkultivasi, membuat pil dan obat, serta semedi, ia pun mulai membagi waktunya untuk membangun dunia kecilnya di dalam Gelang Giok.

__ADS_1


Tak terasa hari berlalu berganti demikian cepatnya, 3 bulan lagi kembali berlalu setelah ia dapat membuat pil, hingga suatu pagi Tabib Sun Si Miao kembali memanggil Guan Yin untuk segera ke dalam ruang aula obat.


__ADS_2