Titisan Avalokitesvara Bodhisatva

Titisan Avalokitesvara Bodhisatva
5. Kota Suzhou


__ADS_3

Pagi hari, pertengahan musim Chun ( semi ) keramaian terlihat di sebuah kota Suzhou, yang terletak di daerah bawah sungai Yangtze atau Changjiang, tepatnya di pesisir danau Tai hu, provinsi Jiang Hu yang termaksud salah satu daerah segi tiga emas.


Kesibukan di pagi hari terlihat cukup jelas, Para petani bergerak pergi ke sawah untuk bertani, di pesisir danau Tai hu juga terlihat perahu - perahu kecil yang mulai bergerak ke tengah danau pergi mencari ikan, di kota terlihat orang - orang yang sibuk di sekitar pasar dan toko saling berdagang.


Suasana di dalam kota juga terlihat indah, bangunan bertingkat terlihat di depan mata, banyaknya rumah makan dan penginapan juga menghiasi sudut - sudut kota Suzhou.


Sebuah menara tinggi menjulang berdiri kokoh tepat di tengah - tengah kota. Di depan menara terlihat puluhan penjaga berdiri, Pedang panjang terlihat tergantung di punggung para penjaga. Tempat ini adalah Menara Lelang Suzhou, yang menjual segala macam jenis senjata, mantra, jimat, pil kultivasi, kitab bahkan obat - obatan dan racun pun di perjual belikan di tempat ini melalui pelelangan.


Jian Ziqi adalah penguasa kota ini, Paman dari kaisar kerajaan. Sebagai salah seorang pilar dari keluarga Kerajaan Song Utara, dia di percayakan oleh Kaisar Jiang Zimen untuk memimpin kota Suzhou sejak 3 tahun yang lalu.


Di bawah kepemimpinan Nya, kota ini berkembang pesat dari pada sebelumnya. Pembangunan bergerak cepat, dan juga kota semakin besar dan ramai.


Di sebelah Utara , pinggir kota Suzhou, tepatnya di klan keluarga Guan, Di sebuah lapangan tempat berlatih, terlihat 2 orang anak kecil sedang berlatih kultivasi.


Yang lebih tinggi adalah Guan Shu berusia 8 tahun, dan yang lebih kecil adalah Guan Lie berusia 6 tahun. Kedua nya adalah puteri dari patriak Guan pemimpin klan Guan dari kota Suzhou.


Guan Shu saat ini berada di ranah pondasi tingkat 7, sedangkan sang adik Guang Lie berada di ranah pondasi tingkat 5.


Dalam dunia Kultivasi di alam bumi ini terbagi menjadi beberapa tahapan dan tingkat yaitu :



Tahap Pondasi tingkat 1 - 9


Tahap Pembentukan Tubuh tingkat 1 - 9


Tahap Pemurnian Qi tingkat 1 - 9


Ranah Bumi tingkat 1 - 9


Ranah Kaisar tingkat 1 - 9


Ranah Langit


Ranah Dewa



Untuk Ranah Langit dan ke atas nya yang belum di up, semuanya terbagi menjadi 3 tingkatan yaitu :


__ADS_1


Tahap Dasar


Tahap Menengah


Tahap Puncak



Sedangkan Untuk Senjata dan rompi terbagi menjadi 5 jenis tingkatan yaitu :



Senjata Kelas Bumi


Senjata Kelas Kaisar


Senjata Kelas Langit


Senjata Kelas Dewa


Senjata Kelas Semesta




Obat atau pil kwalitas rendah


Obat atau pil kwalitas sedang


Obat atau Pil kwalitas tinggi


Obat atau pil kwalitas Sempurna


Obat atau pil kwalitas Dewa



Seperti lazim Nya di bumi ini, dunia Kultivasi mulai di ajarkan dan di pupuk sejak usia dini. Biasanya yang berbakat akan menjadi kultivator kuat, sedangkan yang lemah biasanya menjadi orang - orang kelas bawah dan kaum tertindas, seperti petani, nelayan, buruh kasar dan profesi rendah lainnya.


Lanjut kembali ke jalan cerita nya yah guys...😄😅 lumayan buat nambah kata - kata di bab ini.. 😄😂🙏

__ADS_1


" Guan Lie, coba kau serang aku dengan pukulan Mu.." ucap Guan Shu kepada adik Nya..


" Baik.." kata sang adik.


Liat serangan kakak, sang adik berseru memperingati sebelum menyerang.


" Cakar Elang.. "


Sebuah ayunan tangan berbentuk cakar mulai menyerang ke arah wajah Guan Shu. Sebelum ayunan tangan itu tiba di wajahnya, Guan Shu melangkah mundur mengelak dari cakaran sang adik. Sambil mengelak tangan kanan Nya bergerak lurus memukul ke arah tubuh Guan Lie.


Melihat serangan balasan tak ayal Guan Lie mencoba menangkis, tapi gerakan nya terlalu lambat dan lemah, sehingga pukulan itu masih menyerempet mengenai tubuh Nya.. lalu tubuh Guan Lie terdorong mundur ke belakang.


" Aah.. " kakak ...


Kau memukul Ku terlalu keras, sambil meringis dengan mimik muka yang di buat - buat sang adik mengeluh kepada kakak Nya.


" Heh.. heh.. heh.. "


Tertawa sang kakak melihat kelakuan manja adik Nya.


" Itulah guna Nya berlatih, kamu tidak boleh manja.." Sedikit pukulan tidak akan membuat Mu sakit..


" Heh.. heh.. heh.."


Kembali sang kakak tertawa melihat muka sang adik yang cemberut pada Nya.


" Guan Shu... Guan Lie... "


Tiba - tiba sebuah teriakan memanggil terdengar, sosok laki - laki tinggi besar terlihat berjalan menuju ke arah lapangan.


" Paman Guan Shin..."


Teriak kedua Nya serempak..


" Ayo sudahi dulu latihan kalian, segera kembali ke rumah.."


Ibu kalian sedang menunggu di rumah, berkata kepada kedua Nya.


Guan Shin adalah adik kandung termuda dari patriak Guan Lu, pemimpin klan Guan di kota Suzhou. Dia adalah salah satu tetua di klan Guan, Selain sang kakak perempuan nya Guan Fei.


" Baik paman.."

__ADS_1


Segera keduanya berlari pulang menuju ke arah rumah meninggalkan sang paman yang tersenyum melihat tingkah laku kedua ponakannya.


__ADS_2